Ustaz Maher Komentari Perceraian UAS, Pendiri PAN Beri Sindiran

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Ustaz Maher Komentari Perceraian UAS, Pendiri PAN Beri Sindiran
Ceramah Ustaz Abdul Somad soal hukum main domino dan catur. (YouTube/Teman Ngaji)

"Siapa yang bakal tertarik sama agama yang didakwahkan dengan mata melotot?" tanya Abdillah Toha.

Suara.com - Salah satu pendiri PAN Abdillah Toha mengomentari video Ustaz Maher At-Thuwalibi yang menyebut perceraian Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pengalihan isu. Ia menyoroti gaya berbicara Ustaz Maher.

Melalui jejaring Twitter pribadinya @AT_AbdillahToha, Abdillah Toha membagikan ulang video Ustaz Maher yang dibagikan seorang warganet.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, Ustaz Maher mengatakan kabar perceraian UAS ditujukan untuk mengalihkan isu dari kasus penistaan agama.

Selain itu, ia menambahkan, "Ustaz Abdul Somad, Ustaz Fulan bercerai dan Fulan bercerai nggak berdosa, nggak masuk neraka jahanam gara-gara bercerai. Yang berdosa itu, antum diam terhadap penista agama...".

Melihat potongan video tersebut, Abdillah Toha pun memberikan respons bernada sindiran lewat pertanyaan yang diberikan kepada warganet.

"Siapa yang bakal tertarik sama agama yang didakwahkan dengan mata melotot, suara parau, memaki dan mengecam, serta wajah seram begini?," tanya Abdillah Toha, Sabtu (7/12/2019).

Sejak dibagikan cuitan Abdillah Toha seketika memancing reaksi warganet. Hingga kini, cuitan itu telah mendapatkan 701 retweets dan 2.000 likes.

Cuitan Abdillah Toha soal gaya berceramah Ustaz Maher. (Twitter/AT_AbdillahToha)
Cuitan Abdillah Toha soal gaya berceramah Ustaz Maher. (Twitter/AT_AbdillahToha)

Untuk diketahui, Ustaz Maher dilaporkan penggiat media sosial Abu Janda terkait dugaan penyebaran ancaman pembunuhan melalui media sosial.

Abu Janda menyebut, Maher mulanya membuat sebuah akun Twitter. Kemudian, ia menyerukan pada jemaahnya untuk membunuh dirinya dan Sukmawati.

"Kenapa saya melaporkan, karena ini bukan sekedar ancaman pribadi pada saya, tapi ini adalah bukti bahwa Islam Radikal itu ada," ungkapnya.

Laporan Abu Janda telah teregister dalam nomor laporan LP/B/1007/XI/2019/BARESKRIM dengan tuduhan melanggar Pasal 28 dan 29 Undang Undang ITE.

Untuk memperkuat pelaporannya, Abu Janda juga melampirkan barang bukti berupa bidikan layar cuitan Twitter dan tiga video ceramah Maaher yang menyerukan jamaah untuk menghabisi nyawanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS