Tewas saat Demo, Ibunda Yusuf di DPR: Kenapa Kasus Anak Saya Dianaktirikan?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:11 WIB
Tewas saat Demo, Ibunda Yusuf di DPR: Kenapa Kasus Anak Saya Dianaktirikan?
Keluarga dari dua mahasiswa UHO, korban penembakan demo berdarah di Kendari saat menyambangi DPR RI. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Keluarga Immawan Randi dan La Ode Yusuf, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara yang tewas ditembak polisi saat berdemo mendatangi Komisi III DPR RI, Selasa (10/12/2019) hari ini.

Mereka mengadukan soal lambannya proses hukum terkait kasus kekerasan aparat yang menimpa Randi dan Yusuf. Keluarga korban penembakan ini didampingi oleh Amnety International Indonesia, KontraS, dan PP Muhammadiyah. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa.

Ibunda Yusuf, Endang mengaku menemui kesulitan dalam mencari tahu perkembangan kasus kematian anaknya. Menurut dia, ada perbedaan penanganan kasus antara kematian Randi dan Yusuf. Di mana, pelaku yang menyebakan Yusuf tewas sampai saat ini belum juga terungkap.

Endang bahkan sudah sampai menanyakan langsung kepada aparat terkait di Polda Sulawesi Tenggara. Cerita tersebut dituturkan langsung oleh Endang kepada Komisi III.

"Saya sebagai orang tua Yusuf, terus terang pak, sudah melakukan hal-hal, artinya mencari keadilanlah di Kendari. Sampai saya bertemu langsung dengan bapak Kapolda (Brigjend) Merdisyam. Dua kali saya bertemu beliau meminta transparansi, bagaimana kasus anak saya. Karena terakhir saya mendapat berita dari media, kasus tertembaknya mahasiswa ini ditangani oleh Mabes Polri," kata Endang di hadapan Komisi III.

Kepada Merdisyam , Endang menanyakan perihal belum terungkapnya pelaku yang menyebabkan Yusuf tewas. Padahal di lain sisi, pelaku penembakan terhadap Randi sudah terungkap.

"Apa perbedaan antara kasus Yusuf dan Randi? Mereka sama-sama mati pak, kenapa anak saya Yusuf dianaktirikan kasusnya, tidak ada progres sama sekali yang saya dapatkan. Mereka berjanji akan memberikan berita-berita yang terkait anak saya tapi sampai sekarang saya tidak terima itu pak,” kata Endang.

Endang pun tak kuasa membendung kesedihan di depan anggota dewan ketika menceritakan segala upaya agar menuntut pelaku penembakan Yusuf ke ranah hukum

"Saya bertanya lagi, pak kenapa kasus Yusuf sampai terhambat begini, jawaban mereka karena tidak ada saksi, kurangnya saksi katanya. Bapak kan polisi, jenderal, artinya tim-tim mereka bisa bekerja lebih hebat, kasus ini saya bilang kasus sudah nasional, ditangani oleh Mabes, kok lamban,” kata Endang sambil menitikan air mata.

baca juga

Namun pernyataan Endang itu hanya mendapat jawaban tak memuaskan dari pihak polisi. Aparat menyatakan bahwa kurangnya bukti di tempat kejadian perkara menjadi alasan belum terungkapnya pelaku yang menyebabkan Yusuf tewas.

Polisi menyebut bahwa hanya ada batu di lokasi kejadian sebagai petunjuk kematian Yusuf.

“Apakah di TKP hanya batu? Apa tidak ada benda lain semacam yang dipegang polisi itu? Artinya pentungan atau senjata atau apa. Apa di TKP hanya batu? Pak, batu sebesar apa yang bisa menghancurkan kepala Yusuf sampai pendarahan? Batu yang di TKP hanya sekepal dan tidak mungkin menghancurkan kepalanya sampai lima retakan yang tak beraturan,” kata Endang.

Sementara itu, ayahanda Randi, La Sali meminta agar proses penindakan atas kematian ankanya dapat dilakukan secara transparan tanpa ditutup-ditutupi. Ia juga berharap agar pelaku penembakan kepada dirinya dapat dihukum secara berat.

"Harapan saya, harapan saya sebagai orang tua Randi agar penembakan anak saya supaya dipecat dan dan dihukum berat. Barangkali itu harapan saya karena anak saya ini sudah tulang punggung keluarga ini,” ujar La Sali.

Setelah mendengarkan cerita dari masing-masing keluarga korban, Desmond yang mewakili Komisi III menyatakan keprihatinan mereka atas kepergian Randi dan Yusuf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pendemo Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi, Berkasnya Diteliti Jaksa

Kasus Pendemo Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi, Berkasnya Diteliti Jaksa

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 20:36 WIB

Mahasiswa UHO Tewas Ditembak di Kendari, Karopenmas Polri: Itu Spontan

Mahasiswa UHO Tewas Ditembak di Kendari, Karopenmas Polri: Itu Spontan

News | Jum'at, 08 November 2019 | 13:00 WIB

Dua Mahasiswa UHO Tewas saat Demo, Brigadir AM Resmi Jadi Tersangka

Dua Mahasiswa UHO Tewas saat Demo, Brigadir AM Resmi Jadi Tersangka

Video | Kamis, 07 November 2019 | 15:29 WIB

Jadi Tersangka, Brigadir AM Penembak Mahasiswa UHO Masih Aktif Bertugas

Jadi Tersangka, Brigadir AM Penembak Mahasiswa UHO Masih Aktif Bertugas

News | Kamis, 07 November 2019 | 15:09 WIB

KontraS: Polri Lindungi Penembak Mati Mahasiswa UHO Kendari

KontraS: Polri Lindungi Penembak Mati Mahasiswa UHO Kendari

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:55 WIB

Tak Percaya Polri, Mahasiswa Desak Jokowi Buat Tim Usut Kasus Randi - Yusuf

Tak Percaya Polri, Mahasiswa Desak Jokowi Buat Tim Usut Kasus Randi - Yusuf

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:24 WIB

KontraS Duga Mahasiswa Halu Oleo Tewas Tertembak, Ini Respons Polri

KontraS Duga Mahasiswa Halu Oleo Tewas Tertembak, Ini Respons Polri

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:40 WIB

Mahasiswa Tewas, Kontras Duga Senpi Sengaja Dipakai untuk Bubarkan Pendemo

Mahasiswa Tewas, Kontras Duga Senpi Sengaja Dipakai untuk Bubarkan Pendemo

News | Senin, 14 Oktober 2019 | 23:43 WIB

Mahasiswa Tewas saat Demo, Kontras: Yusuf Ditembak Baru Dipukuli Polisi

Mahasiswa Tewas saat Demo, Kontras: Yusuf Ditembak Baru Dipukuli Polisi

News | Senin, 14 Oktober 2019 | 21:56 WIB

Cari Pelaku Penembakan Kendari, 3 Proyektil Diuji ke Belanda dan Australia

Cari Pelaku Penembakan Kendari, 3 Proyektil Diuji ke Belanda dan Australia

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 18:21 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×