AII: Motif dan Dalang Teror Air Keras Novel Harus Diungkap Kapolri

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:54 WIB
AII: Motif dan Dalang Teror Air Keras Novel Harus Diungkap Kapolri
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Aktivis HAM menanti pembuktian Presiden Joko Widodo yang menyebut akan mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan pekan ini.

Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana Putri mengatakan hal yang terpenting dari kasus Novel Baswedan ini bukan hanya mengungkap pelakunya, tetapi membeberkan motif dan dalang dari perbuatan itu.

Oleh karena itu, AAI juga minta Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk berani mengungkap motif dan dalang di balik pelaku tersebut.

"Pertanyaannya adalah apakah ada temuan baru yang bisa disampaikan oleh pak Idham? dulu sketsa wajah sudah disampaikan oleh Pak Tito (Karnavian), ini bukan hanya menghadirkan sketsa wajah menjadi wajah asli, tetapi Pak Idham juga bisa harus mengurai motif esensi apa yang menjadi alasan untuk menyerang Novel Baswedan," kata Puri Kencana saat ditemui di Komplek Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Pengungkapan motif dan dalang kasus Novel Baswedan, menurut Puri juga penting untuk membuktikan janji Idham Azis dalam fit and proper test di Komisi 3 DPR sebelum ditunjuk menjadi Kapolri lalu, termasuk membuktikan reformasi Polri berjalan baik.

"Mengungkap kasus Novel Baswedan itu tidak cuma mencari pelaku tetapi memastikan bahwa reformasi kepolisian itu efektif berjalan dan terlaksana, nah pelaku adalah puncak gunung es," ucap Puri.

Puri juga menyebut Idham Azis harus siap menerima kritik terhadap Polri jika nantinya ada keterkaitan antara motif pelaku penyiraman dengan jajarannya di kepolisian seperti yang dipersepsikan publik selama ini.

"Pak Idham harus mampu secara terbuka (dan) mengatakan saya menerima semua kritikan dan saya berjanji akan membawa kepolisian menjadi lembaga yang tunduk terhadap prinsip evaluasi sipil demokratik, Pak Idham harus bisa dengan lapang dada mengatakan itu," katanya.

Sebelumnya setelah bertemu Kapolri Idham Azis, Jokowi menyampaikan bahwa perkembangan kasus Novel Baswedan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

baca juga

"Saya tanyakan langsung ke Kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak. Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh sebab itu saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan. Tanya langsung ke Kapolri. Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Tanya langsung ke sana," kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M. Iqbal yang mewakili Kapolri Jendral Idham Aziz mengatakan pertemuan antara Idham dan Jokowi berlangsung sekitar 20 menit pada Senin (9/12/2019) sore.

Menurut Iqbal, tim teknis Polri sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang signifikan. Bahkan kata Iqbal, pihaknya sudah memeriksa sekitar 37 saksi, 114 toko bahan kimia, hingga 38 titik CCTV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didesak Jokowi Tuntaskan Kasus Novel, Mabes Polri Mau Gelar Doa Bersama

Didesak Jokowi Tuntaskan Kasus Novel, Mabes Polri Mau Gelar Doa Bersama

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 15:38 WIB

Pimpinan KPK Girang Kapolri Beberkan Bukti Baru Kasus Novel ke Jokowi

Pimpinan KPK Girang Kapolri Beberkan Bukti Baru Kasus Novel ke Jokowi

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 15:27 WIB

Lapor ke Jokowi soal Kasus Novel, Ini yang Dibeberkan Kapolri Idham Azis

Lapor ke Jokowi soal Kasus Novel, Ini yang Dibeberkan Kapolri Idham Azis

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 15:17 WIB

Ribuan Surat untuk Jokowi di Hari HAM akan Dilimpahkan ke Mahfud MD

Ribuan Surat untuk Jokowi di Hari HAM akan Dilimpahkan ke Mahfud MD

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 13:55 WIB

LIVE STREAMING: Hari HAM Sedunia, Aksi Tabur Kembang di Dekat Istana Jokowi

LIVE STREAMING: Hari HAM Sedunia, Aksi Tabur Kembang di Dekat Istana Jokowi

Video | Selasa, 10 Desember 2019 | 11:03 WIB

Tersangka Kasus Korupsi Minta Perlindungan Jokowi, KPK: Silakan Saja

Tersangka Kasus Korupsi Minta Perlindungan Jokowi, KPK: Silakan Saja

News | Senin, 09 Desember 2019 | 22:22 WIB

Jadi Anak SMA hingga Tukang Bakso, Tiga Menteri Muda Jokowi Disorot Netizen

Jadi Anak SMA hingga Tukang Bakso, Tiga Menteri Muda Jokowi Disorot Netizen

News | Senin, 09 Desember 2019 | 19:54 WIB

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang

News | Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB

Tagih Kasus Novel, Komnas HAM Ultimatum Jokowi dan Kapolri

Tagih Kasus Novel, Komnas HAM Ultimatum Jokowi dan Kapolri

News | Senin, 09 Desember 2019 | 15:08 WIB

Kapolri Dipanggil Jokowi soal Kasus Novel, Begini Respons Mabes Polri

Kapolri Dipanggil Jokowi soal Kasus Novel, Begini Respons Mabes Polri

News | Senin, 09 Desember 2019 | 13:39 WIB

Terkini

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:32 WIB

Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB

Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat

Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:30 WIB

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:27 WIB

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:19 WIB

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB

Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat

Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:09 WIB

Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan

Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:08 WIB

Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang

Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang

Sport | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:06 WIB

Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas

Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:05 WIB

×