Warganet Sebut Ekspor Lobster Untungkan Nelayan, Susi Pudjiastuti Murka

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Warganet Sebut Ekspor Lobster Untungkan Nelayan, Susi Pudjiastuti Murka
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam Open House, Lebaran 2019 [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Belajar baru omong! .. lobster belum bisa dibreedingkan in house," kata Susi.

Suara.com - Eks Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti kembali buka suara terkait ekspor lobster yang santer bakal diterapkan Edhy Prabowo. Ia menampik anggapan jika kebijakan tersebut bakal menguntungkan nelayan Indonesia.

Bermula dari cuitan seorang warganet yang melontarkan pendapat mengenai pemberitaan peluang ekspor lobster ke Vietnam, yang notabene menjadi negara pemilik catatan hitam soal ekspor hasil laut.

Pemilik akun @Setmagad mengatakan, jika langkah tersebut sukses tak menutup kemungkinan akan mempengaruhi penghasilan nelayan Indonesia.

"Bagus, karena kalo Vietnam sukses dengan budidaya mereka bukan tidak mungkin benih lobster mereka akan menjadi lebih murah dari benih lokal kita sehingga kita bisa impor dan nelayan untung," tulisnya, Kamis (12/12/2019).

Menanggapi hal itu, Susi tak tinggal diam. Ia yang menjadi pencetus pelarangan ekspor benih lobster meminta akun yang bersangkutan tak asal berkomentar.

Susi menegaskan, kebijakan ekspor lobster merupakan langkah keliru. Negara yang berhasil tidak akan dengan mudah menjual bibit lobster kepada negara lain.

Selain itu, menurut Susi, benih lobster mestinya dibiarkan berkembang biak secara alami di Indonesia. Kebijakan untuk mengekspor benih tersebut ke Vietnam hanya akan mengganggu komoditas laut.

"Belajar baru omong! .. lobster belum bisa dibreedingkan in house. Semua bibit alam. Vietnam/ budidaya hanya membesarkan. Dan hanya dari Indonesia mereka bisa dapat, lewat singapura atau yg langsung. Negara lain yg punya bibit tidak mau jual bibitnya. Kecuali kita, karena bodoh," balas Susi.

Susi semprot warganet soal ekspor benih lobster. (Twitter/@susipudjiastuti)
Susi semprot warganet soal ekspor benih lobster. (Twitter/@susipudjiastuti)

Namun jawaban Susi tersebut justru kembali dipertentangkan oleh @Setmagad.

"Kalo diekspor lebih mahal dari yg dewasa maka kita untung , argumen anda menjadi tidak valid Bu," tulisnya.

Susi pun kemudian memberikan penjelasan melalui hitungan sederhana tentang kerugian menjual bibit lobster bagi Indonesia. Ia kembali menolak pendapat @Setmagad.

"1 ekor bibit lobster mutiara dijual seharga Rp 100.000 sd max Rp 200.000 ... kalau sudah besar satu ekor misalnya jd 800gram dikalikan harganya Rp5 jt / kg .. maka yang satu ekor tadi jd Rp 4jt untuknya 20xnya .. belajar hitung dulu. Tug pasti Vietnam lebih pintar dari kita," terang Susi.

Saling balas cuitan itu ditutup Susi dengan cuitan bernada sindiran bagi orang yang tidak pintar menanggapi sebuah isu.

"10 tahun yang lalu Bupati dari Paniai datang menghibur saya.. Ibu Susi jangan dipikir itu bupati yang buat susah Ibu. Dia itu bukan bodoh ..tapi lebih dari bodoh .. Karena dia tidak tahu apa yang dia tidak tahu," tutup Susi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS