Tewas di Tangan Pacar, Puisi Terakhir Mahasiswi UIN Makassar Viral

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Tewas di Tangan Pacar, Puisi Terakhir Mahasiswi UIN Makassar Viral
Ilustrasi jenazah (Shutterstock).

"Anak Ibu sedang menahan tangis, katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya," tulis korban.

Suara.com - Kasus pembunuhan yang menimpa Asmaul Husna (24), seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) pada Sabtu (14/12/2019) malam, menggemparkan publik. Pasalnya, korban tewas secara mengenaskan di tangan pacarnya sendiri.

Jenazah Husna ditemukan oleh kerabat di kamar kosnya dalam kondisi mengenaskan, kepalanya tertutup bantal dan tubuhnya bersimbah darah. Pelaku pembunuhan yang diduga bernama Ridho membunuh korban dengan mengunakan sebilah pisau.

Namun sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyama, mahasiswi jurusan Akutansi UINAM tersebut nyatanya sempat menuliskan puisi bertema kesedihan melalui jejaring Instagram pribadinya.

Bidikan layar puisi terakhir korban kini beredar luas di media sosial hingga menjadi pembicaraan warganet.

Dalam puisinya Husna yang menggunakan akun Instagram bernama @aulhsn_ menuliskan curahan hati seorang yang tengah memendam masalah. Ia mengalami pertentangan batin tentang masalahnya dan hanya bisa mengingat ibunya yang berpisah jarak.

Selengkapnya, berikut puisi mahasiswi UIN Makasara yang tewas di tangan pacarnya sendiri.

Anak Ibu sedang menahan tangis;

Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menjemputnya.

Anak ibu Ialu menangis;

Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang menggigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisnya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

Anak ibu Ialu diam;

Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan.

Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup di dunia dengan cara paling tragis pula.

Anak ibu kemudian tertidur;

Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli.

Sebab ibu jauh di sana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini.

Puisi terakhir mahasiswi UIN Makassar yang dibunuh pacarnya. (Instagram/@komentatorpedas)
Puisi terakhir mahasiswi UIN Makassar yang dibunuh pacarnya. (Instagram/@komentatorpedas)

Hingga kini, kasus pembunuhan mahasiswi UIN Makassar tengah ditangani pihak berwajib.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS