Bantah Lindungi Eks Dirkeu Jiwasraya, Moeldoko: KSP Enggak, Apalagi Istana

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 23 Desember 2019 | 20:43 WIB
Bantah Lindungi Eks Dirkeu Jiwasraya, Moeldoko: KSP Enggak, Apalagi Istana
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyangkal memiliki kekerabatan dengan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo hingga bisa direkrut sebagai jajarannya.

Menanggapi isu yang beredar, Moeldoko mengaku baru mengenal Hary saat bekerja di KSP.

"Isu Pak Hary itu mantu saya, ada ponakan, adalah bapaknya dulu pernah bos saya, enggak-enggak. Saya baru kenal pak hari itu di KSP ini. Kan disini dalam mencari SDM terbuka," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Pernyataan Moeldoko merespons soal adanya keterlibatan mantan Direksi Jiwasraya dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 13,7 triliun. Terkait skandal ini, nama Hary dikabarkan menjadi salah satu direksi terlibat saat mengambil keputusan dalam pengelolaan investasi Jiwasraya.

Hary sendiri pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden.

Moeldoko mengaku merekrut Hary seusai bekerja dari Jiwasraya. Ketika itu, KSP menilai Hary memiliki rekam jejak yang positif saat bekerja di Jiwasraya.

"Jadi saya ingin jelaskan pak Hari ini kami rekrut setelah beliau keluar dari Jiwasraya. Pada saat beliau di Jiwasraya itu, memiliki berbagai catatan positif bagaimana mengubah wajah Jiwasraya itu. Sehingga yang bersangkutan (Hary) bisa diangkat di sini. Jadi jangan salah menganalisa dulu," ucap dia.

Tak hanya itu, Moeldoko menuturkan saat kasus Jiwasraya yang gagal bayar mencuat, pihaknya tak merekrut kembali Hari untuk bergabung di Kantor Staf Presiden periode 2019-2024.

"Mulai ada nama pak Hari terlibat dalam urusan itu maka pada saat itulah kita berketetapan tak lagi merekrut yang bersangkutan untuk melanjutkan pada periode KSP kedua. Sehingga pada saat kami bubarkan itu pak Hary sudah selesai tidak ada lagi dimasukan untuk rekrut kedua. Bahkan daftarpun enggak," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini pun mengakui, kurang ketat saat menyeleksi orang-orang di KSP di periode pertamanya memimpin lembaga tersebut.

"Walaupun waktu itu seleksinya, harus jujur, seleksinya tidak seperti sekarang. Kalau sekarang sangat ketat seleksinya. Kalau dulu kurang ketat seleksinya," kata dia.

Lebih lanjut, Moeldoko memastikan KSP tidak akan melindungi Hari jika terbukti terlibat dalam kasus Jiwasraya.

"Bahwasanya kalau beliau ini ada kaitannya dengan peristiwa Jiwasraya, beliau memilki kewajiban untuk mempertanggung jawabkan dan penegaknhukum memiliki hak untuk menuntut melakukan langkah-langkah hukum. Harus jelas. Jadi tidak ada Moeldoko melindungi, apalagi Istana. Saya saja enggak. Moeldoko tidak ada melindung, KSP enggak, apalagi istana. Istana aja enggak ngerti kalau pak hari ada di sini," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung memberi sinyal adanya keterlibatan mantan direksi Jiwasraya dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 13,7 triliun.

Kejaksaan saat ini pun tengah mengumpulkan bukti untuk menjerat para tersangka yang bertanggungjawab dalam salah kaprah pengelolaan dana investasi Jiwasraya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Dapat Rp 100 Miliar Dari Skandal Jiwasraya, Erick Thohir Curhat Ini

Dituduh Dapat Rp 100 Miliar Dari Skandal Jiwasraya, Erick Thohir Curhat Ini

Bisnis | Senin, 23 Desember 2019 | 17:13 WIB

Jokowi Dituding Bawa Geng Solo di Pimpinan Polri, Istana Angkat Bicara

Jokowi Dituding Bawa Geng Solo di Pimpinan Polri, Istana Angkat Bicara

News | Senin, 23 Desember 2019 | 14:58 WIB

Erick Thohir Siap Pasang Badan Untuk Bos Jiwasraya

Erick Thohir Siap Pasang Badan Untuk Bos Jiwasraya

Bisnis | Senin, 23 Desember 2019 | 13:32 WIB

Pengamat: Hati-hati Selamatkan Jiwasraya

Pengamat: Hati-hati Selamatkan Jiwasraya

Bisnis | Senin, 23 Desember 2019 | 12:08 WIB

Skandal Jiwasraya, Jokowi Restui Bentuk Holding Asuransi

Skandal Jiwasraya, Jokowi Restui Bentuk Holding Asuransi

Bisnis | Senin, 23 Desember 2019 | 10:59 WIB

Serang Jokowi di Kasus Jiwasraya, Menteri Erick Thohir Sekakmat Demokrat

Serang Jokowi di Kasus Jiwasraya, Menteri Erick Thohir Sekakmat Demokrat

Bisnis | Sabtu, 21 Desember 2019 | 18:51 WIB

Kasus Gagal Bayar Jiwasraya, Erick Thohir Siapkan Restrukturisasi

Kasus Gagal Bayar Jiwasraya, Erick Thohir Siapkan Restrukturisasi

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 17:20 WIB

Dikabarkan Kabur ke Spanyol, Mantan Bos Jiwasraya: Saya di Jakarta

Dikabarkan Kabur ke Spanyol, Mantan Bos Jiwasraya: Saya di Jakarta

Bisnis | Sabtu, 21 Desember 2019 | 07:01 WIB

Jiwasraya Gagal Bayar, Reputasi BUMN Kena Batunya

Jiwasraya Gagal Bayar, Reputasi BUMN Kena Batunya

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 17:33 WIB

SBY Diseret-seret soal Jiwasraya, Kader Demokrat Ramai-ramai Membela

SBY Diseret-seret soal Jiwasraya, Kader Demokrat Ramai-ramai Membela

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 11:14 WIB

Terkini

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:04 WIB

Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB