Publik Minta Dirinya Ditangkap, Dewi Tanjung: Kubu Novel Biasa Caci Maki

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Senin, 30 Desember 2019 | 13:19 WIB
Publik Minta Dirinya Ditangkap, Dewi Tanjung: Kubu Novel Biasa Caci Maki
Politikus PDIP Dewi Tanjung melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke polisi, atas dugaan penyebaran berita bohong. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Politikus PDIP Dewi Tanjung menanggapi santai maraknya publik yang menggunakan tagar #TangkapDewiTanjung di media sosial. Menurut Dewi, tagar tersebut sudah menjadi hal biasa dan tidak lagi mengagetkan.

Warganet memakai tagar itu karena Dewi sempat melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan rekayasa kasus penyiraman air keras. Padahal belakangan,  polisi menangkap 2 pelaku penyerapan terhadap Novel.

Dewi menuding, tagar tersebut sengaja dimunculkan oleh para pendukung Novel yang tidak senang terhadap dirinya.

"Tanggapannya biasa saja, karena saya sudah dengar tagar ini sejak 3 Minggu yang lalu. Jadi tidak begitu saya tanggapi. Itu hal biasa saja di lakukan oleh pendukung Novel Baswedan menghujat dan mencaci-maki saya," kata Dewi saat dihubungi Suara.com, Senin (30/12/2019).

Menurut Dewi, pendukung tagar yang meminta dirinya ditangkap masih kalah jauh dibanding pendukungnya sendiri.

Berdasarkan penonton pada saluran YouTube, Dewi mengklaim yang mendukung dirinya masih jauh lebih banyak.

"Dan lagi tagarnya hanya 11 ribu, masih banyak penonton YouTube saya dong. Sedangkan penduduk Indonesia ada 280 juta jiwa yang mendukung perjuangan saya mengungkap fakta kebenaran dalam kasus ini," klaim Dewi.

"Jadi saya enggak begitu ambil pusing soal tagar buatan kubu Novel Baswedan ini. Ini bentuk rasa sayang mereka kepada saya," sambungnya.

Sebelumnya, nama politikus PDIP Dewi Tanjung masuk dalam daftar trending topik di Twitter pada Sabtu (28/12/2019).

baca juga

Hal ini terjadi hampir bersamaan setelah ditangkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Warganet ramai-ramai menyebut nama Dewi Tanjung dalam unggahan di Twitter. Mereka mendesak agar politikus PDIP ini ditangkap, dengan menambahkan tagar #TangkapDewiTanjung dalam setiap unggahan.

Dalam tagar #TangkapDewiTanjung, ditemukan dua video Dewi Tanjung yang menjadi pusat perhatian warganet.

Video pertama merupakan pernyataan Dewi Tanjung dalam acara "Kabar Petang" di Tv One.

Sementara video kedua adalah cuplikan pernyataan Dewi Tanjung dalam acara "Sapa Indonesia Malam" di Kompas TV.

Warganet merasa heran terhadap sikap Dewi Tanjung yang menuduh kasus penyiraman air keras Novel Baswedan sebagai rekayasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Tertawa Tanggapi Usulan Bikin Tim Independen Kasus Novel Baswedan

Jokowi Tertawa Tanggapi Usulan Bikin Tim Independen Kasus Novel Baswedan

News | Senin, 30 Desember 2019 | 12:53 WIB

Jokowi Buka Suara Penyiram Novel Ditangkap: Jangan Ada Spekulasi Negatif

Jokowi Buka Suara Penyiram Novel Ditangkap: Jangan Ada Spekulasi Negatif

News | Senin, 30 Desember 2019 | 12:22 WIB

Warganet Minta Dewi Tanjung Ditangkap, Polisi: Nanti Coba Saya Tanyakan

Warganet Minta Dewi Tanjung Ditangkap, Polisi: Nanti Coba Saya Tanyakan

News | Senin, 30 Desember 2019 | 12:18 WIB

Novel Baswedan Dicap Pengkhianat, Ini Penjelasan Polri

Novel Baswedan Dicap Pengkhianat, Ini Penjelasan Polri

News | Senin, 30 Desember 2019 | 11:37 WIB

Eks Pimpinan KPK Tunggu Dakwaan Jaksa Tersangka Penyiram Novel Baswedan

Eks Pimpinan KPK Tunggu Dakwaan Jaksa Tersangka Penyiram Novel Baswedan

News | Senin, 30 Desember 2019 | 11:33 WIB

Pelaku Penyerang Novel Baswedan Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

Pelaku Penyerang Novel Baswedan Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

News | Senin, 30 Desember 2019 | 00:25 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×