Tak Mau Seperti Wuhan, Warga Tolak Batam Jadi Lokasi Isolasi WNI dari China

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 01 Februari 2020 | 11:10 WIB
Tak Mau Seperti Wuhan, Warga Tolak Batam Jadi Lokasi Isolasi WNI dari China
Ilustrasi. (Antara)

Suara.com - Sejumlah elemen masyarakat di Kota Batam, Kepri, menolak Kota Batam dijadikan pusat karantina WNI yang dievakuasi dari China.

Kabar terbaru, Batam diusulkan jadi lokasi karantina WNI dari negara yang sedang diterpa virus corona atau virus wuhan tersebut.

"Kami menolak Batam dijadikan karantina WNI asal China," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia Yuhendri SE kepada Batamnews--jaringan Suara.com, kemarin.

Menurut Yuhendri, rencana Batam menjadi lokasi transit pun cukup meresahkan, apalagi bakal menjadi tempat karantina.

"Ini meresahkan masyarakat Kota Batam, apalagi kalau benar jadi di Asrama Haji," ujar Yuhendri.

Menurut Yuhendri, pemerintah harus mempertimbangkan kembali hal itu. Selain itu Batam juga dikenal sebagai kota industri yang memiliki investor yang butuh kenyamanan dalam berusaha.

Selain itu, Ormas Kepemudaan Gema Minang Kota Batam juga menolak.

"Kami mengkhawatirkan datangnya WNI dari Wuhan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian dan investasi Batam. Batam yang masih dalam kondisi merangkak untuk bisa bangkit kembali akan kembali terpukul jika diharuskan mengurus WNI dari Wuhan ini," ujar Antoni Lendra, Ketua Gema Minang Kota Batam, Jumat malam.

Menurutnya, investor yang sudah ada akan merasa resah dan ketakutan. Sehingga bisa membuat investor hengkang dari Bata,.

baca juga

"Kami mendukung Pemko Batam dan Pemprov Kepri menolak rencana penempatan WNI dari Wuhan itu di Batam. Masih banyak daerah lain yang memiliki fasilitas kesehatan memadai yang bisa dipakai untuk menampung dan mengisolasi WNI dari Wuhan ini," ujar dia.

Kata Antoni, pemerintah seharusnya mempertimbangkan Batam sebagai daerah investasi bukan daerah penampungan warga yang diindikasikan terkena virus Corona. Kedatangan WNI dari Wuhan ini telah memuat resah bagi masyarakat Batam.

Tiongkok yang memiliki fasilitas kesehatan lebih canggih dari Batam saja melakukan isolasi terhadap satu kota terjangkit virus Corona.

"Kami tidak ingin Batam mengalami nasib yang sama dengan Wuhan yang diisolasi karena penyebaran virus Corona."

Menurutnya, pemerintah harus bijak untuk tidak menjadikan Batam tempat penampungan warga yang diindakasikan terpapar virus corona. Dampak psikologis dari hal ini akan berdampak sangat buruk kepada perekonomian Kota Batam.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku akan terus memantu kondisi Warga Negara Indonesia yang akan dijemput dari di Provinsi Hubei, China, hari ini.

Kepala Subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kemenkes Endang Budi Hastuti mengatakan, proses observasi akan dilakukan setibanya WNI yang dievakuasi ke Indonesia.

"Menurut aturan dan yang seharusnya dilakukan, kalau masuk ke Indonesia, mereka akan diobservasi dulu," kata Endang Budi Hastuti seperti dikutip Ayobandung.com--jaringan Suara.com, Sabtu.

Terkait penanganan proses evakuasi, Endang mengaku pihaknya masih harus menunggu arahan lebih lanjut karena masih dalam proses pembicaraan.

Observasi dilakukan untuk memastikan kesehatan tiap WNI yang dievakuasi dari daerah berbeda di Provinsi Hubei, China.

Para WNI, menurut Endang, akan diobservasi secara ketat oleh petugas kesehatan selama berada di tempat observasi. Mereka akan tinggal di sana selama kurang lebih 14 hari untuk memastikan masa inkubasi akibat kemungkinan paparan virus dapat dilewati dengan baik.

Meski demikian, Endang belum dapat merinci bagaimana proses observasi dilakukan dan kemungkinan lokasi yang akan dijadikan tempat observasi.

"Terkait rencana observasinya seperti apa, akan dibawa ke mana, kemudian seperti apa nanti pengawasannya, saya belum tahu karena masih dibicarakan," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Corona, WNI yang Dijemput di China Bakal Dikarantina Selama 14 Hari

Heboh Corona, WNI yang Dijemput di China Bakal Dikarantina Selama 14 Hari

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 10:39 WIB

Gunakan Maskapai Swasta, Pemerintah Evakuasi WNI di Wuhan Siang Ini

Gunakan Maskapai Swasta, Pemerintah Evakuasi WNI di Wuhan Siang Ini

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 10:24 WIB

Terpopuler Kesehatan: Persiapan Evakuasi WNI di China Terkait Virus Corona

Terpopuler Kesehatan: Persiapan Evakuasi WNI di China Terkait Virus Corona

Health | Sabtu, 01 Februari 2020 | 09:19 WIB

Wabah Virus Corona, Singapura: Orang dari China Dilarang Masuk atau Transit

Wabah Virus Corona, Singapura: Orang dari China Dilarang Masuk atau Transit

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 19:57 WIB

Gara-gara Virus Corona, Pria Dikunci di Rumah setelah Pulang dari Wuhan

Gara-gara Virus Corona, Pria Dikunci di Rumah setelah Pulang dari Wuhan

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 19:41 WIB

Wabah Virus Corona, Ini Saran IDI Terkait Rencana Evakuasi WNI di China

Wabah Virus Corona, Ini Saran IDI Terkait Rencana Evakuasi WNI di China

Health | Jum'at, 31 Januari 2020 | 16:10 WIB

Potret Mengerikan dari Wuhan, Pria Diduga Tewas di Tepi Jalan Akibat Corona

Potret Mengerikan dari Wuhan, Pria Diduga Tewas di Tepi Jalan Akibat Corona

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:16 WIB

Terjebak Wabah Corona, 234 WNI di Wuhan Akan Dijemput Pakai Satu Pesawat

Terjebak Wabah Corona, 234 WNI di Wuhan Akan Dijemput Pakai Satu Pesawat

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:49 WIB

Teknis Evakuasi WNI di China, Menkes Terawan Tunggu Hasil Diplomasi Kemenlu

Teknis Evakuasi WNI di China, Menkes Terawan Tunggu Hasil Diplomasi Kemenlu

Health | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:40 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×