160 Kabupaten Masuk Zona Merah Stunting, Tito: Harus Diserang Ramai-ramai

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 06 Februari 2020 | 05:50 WIB
160 Kabupaten Masuk Zona Merah Stunting, Tito: Harus Diserang Ramai-ramai
Mendagri Tito Karnavian seusai bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2/2020). (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut masih ada 160 kabupaten yang termasuk ke dalam zona 'merah' dalam penanganan masalah stunting.

Ia berharap ke depannya antara pemerintah pusat dan daerah bisa duduk bersama untuk mendapatkan solusi membantu 160 kabupaten itu keluar dari zona merahnya.

Hal tersebut disampaikan Tito seusai bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Kepada Ma'ruf, Tito melaporkan adanya temuan itu dan berharap ada tindak lanjut bersama seluruh jajaran kementerian dan lembaga.

"Kemudian ada 160 kabupaten yang 'merah. Nah 160 (kabupaten) ini harus diserang ramai-ramai, kami melakukan kegiatan terpadu, konvergensi," kata Tito.

Tito menuturkan skemanya yakni di mana 160 kabupaten itu akan dibagi ke dalam 16 regional. 16 regional itu akan ditangani oleh satu tim.

Tim itu terdiri dari perwakilan seluruh kementerian atau lembaga, kemudian ada unsur dari pemerintahan daerahnya.

"Setiap tim membuat planning apa yang dikerjakan, target berapa bulan, dan per bulannya di-anev (analisa dan evaluasi). Jadi dieksekusi dan dievaluasi," ujarnya.

Tito tidak menyebut kabupaten mana saja yang masuk ke dalam zona merah tersebut. Akan tetapi ia mengatakan kalau kondisi itu tidak begitu saja langsung disalahkan kepada pemerintah daerahnya. Menurut ia pemerintah pusat pun harus membantu.

Tito menyebutkan kalau di seluruh kementerian dan lembaga memiliki anggaran masing-masing untuk program pengentasan stunting. Begitu juga dengan pemerintah daerah yang harus memiliki anggaran untuk program penghapusan stunting dalam APBD.

"Nah ini supaya real karena melibatkan banyak stakeholder pusat dan daerah maka harus disinkronkan dengan membuat 1 regional," kata dia.

Tito menuturkan apabila pemerintah daerah juga memiliki progran untuk mengentaskan stunting di wilayahnya. Akan tetapi anggaran yang nyatanya tidak cukup.

Oleh karena itu, Tito berharap kepada Ma'ruf bisa menindaklanjuti permasalahan ini sebagai pihak sentral.

"Kalau pak Wapres yang undang menteri minimal eselon 1 yang hadir sehingga bisa dikontrol pergerakan yang sistematis dan lebih serius," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito Sebut Dana Desa dan BOS Langsung Dikirim ke Kades dan Kepsek

Mendagri Tito Sebut Dana Desa dan BOS Langsung Dikirim ke Kades dan Kepsek

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 00:17 WIB

Rencana Pemulangan WNI Eks-ISIS, Wapres Ma'ruf: Jika Menular Berbahaya Juga

Rencana Pemulangan WNI Eks-ISIS, Wapres Ma'ruf: Jika Menular Berbahaya Juga

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:16 WIB

Wapres Maruf Sebut Mustahil Ganja Bisa Jadi Komoditi Ekspor

Wapres Maruf Sebut Mustahil Ganja Bisa Jadi Komoditi Ekspor

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:16 WIB

Kelakar Rocky Gerung Pelesetkan Nama Wapres Maruf: Lupa Jarang Muncul

Kelakar Rocky Gerung Pelesetkan Nama Wapres Maruf: Lupa Jarang Muncul

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:40 WIB

Isu Mau Digantikan Ahok, Wapres Maruf: Ulah Orang Tak Puas Politik Pemilu

Isu Mau Digantikan Ahok, Wapres Maruf: Ulah Orang Tak Puas Politik Pemilu

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 10:27 WIB

Wapres Ma'ruf Amin: Prioritas SDM Berkualitas Untuk Pembangunan Negara

Wapres Ma'ruf Amin: Prioritas SDM Berkualitas Untuk Pembangunan Negara

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 05:24 WIB

Mahfud MD Sebut Tito Jadi Presiden 2024, Khofifah Wakilnya

Mahfud MD Sebut Tito Jadi Presiden 2024, Khofifah Wakilnya

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:53 WIB

Bikin Telat, Kereta yang Dipakai Wapres Maruf Disoraki Penumpang KRL

Bikin Telat, Kereta yang Dipakai Wapres Maruf Disoraki Penumpang KRL

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:26 WIB

Tengok Korban Banjir Bandang di Banten, Wapres Maruf Naik Kereta Api

Tengok Korban Banjir Bandang di Banten, Wapres Maruf Naik Kereta Api

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:56 WIB

Maruf soal Nasib WNI di China: Jepang Kirim Pesawat Belum Bisa Evakuasi

Maruf soal Nasib WNI di China: Jepang Kirim Pesawat Belum Bisa Evakuasi

News | Rabu, 29 Januari 2020 | 20:22 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:04 WIB

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

News | Senin, 25 Mei 2026 | 10:49 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:46 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:28 WIB

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:25 WIB

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB