800 Orang Tertipu Perekrutan PNS Padahal Sudah Setor Uang Ratusan Juta

Iwan Supriyatna

Minggu, 16 Februari 2020 | 01:00 WIB
800 Orang Tertipu Perekrutan PNS Padahal Sudah Setor Uang Ratusan Juta
Ilustrasi ujian CPNS.

Suara.com - Masyarakat Kebumen sempat digemparkan dengan kasus penipuan dengan modus perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan korban mencapai 200 an orang. Korban tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para korban telah menyetor uang ke tersangka sebesar puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Tiga orang telah ditetapkan tersangka yakni AS (43) warga Prembun Kebumen, ES (66) warga Kelurahan Pasireurih Kecamatan Tamansari Bogor, dan RD (33) warga Jalan MT Haryono Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Para tersangka ditangkap usai polisi mendapat laporan dari salah satu korban Yudi Suhendra (35) warga desa Prembun. Ia sempat dijanjikan tersangka akan menjadi PNS dari tahun 2016.

Tetapi hingga awal tahun 2020, ia belum juga diangkat menjadi PNS. Padahal ia sudah menyetorkan uang senilai Rp 150 juta kepada pelaku. Karena merasa tertipu, ia akhirnya melaporkan ke Polres Kebumen.

Penangkapan tiga tersangka itu bukan berarti pengungkapan kasus itu terhenti. Penyidik masih mengembangkan pengungkapan kasus itu karena ada potensi jumlah tersangka maupun korban akan bertambah.

Benar saja, dari hasil pengembangan, polisi kembali berhasil menangkap dua tersangka lagi, TA (51) warga Kelurahan Berua Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makasar dan AD (62) warga Desa Lohayong Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur.

Mereka kini pun harus berurusan dengan hukum karena diduga menipu dengan modus dapat meloloskan para korbannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Unit Tipiter pimpinan Iptu Ghulam Yanuar Lutfi menetapkan keduanya sebagai tersangka sebagai hasil pengembangan tiga tersangka yang lebih dulu ditangkap.

Tetapi tersangka yang ditangkap kali ini sepertinya lebih spesial. Tersangka AD atau akrab disapa "Yang Mulia" adalah seorang purnawirawan PNS di Kabupaten Flores.

Buktinya, ia mendapatkan jatah uang paling banyak, yakni Rp 94 juta dari total sekitar Rp 150 juta yang disetorkan oleh para korbannya.

Modusnya ke dua tersangka adalah mendapatkan setoran dari tersangka yang sebelumnya melakukan perekrutan di wilayah Kebumen.

"Dua tersangka yang kita tangkap ini hasil pengembangan kasus sebelumnya. Data yang kami peroleh dari dua tersangka ini, sementara ada 605 korban," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda. TA yang memenuhi panggilan Penyidik di Polres Kebumen selanjutnya ditahan pada Rabu (5/2). Adapun AD atau "Yang Mulia" ditangkap hari Rabu (12/2) di Jakarta.

Dari kedua tersangka ini, diperkirakan terdapat 605 korban di seluruh Indonesia. Modusnya sama, mereka dijanjikan akan diloloskan menjadi PNS.

Meski demikian, menurut Kapolres, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah total keseluruhan korban dalam kasus ini.

"Jika digabungkan dengan korban yang pertama mencapai 800 an korban, bahkan bisa lebih," kata AKBP Rudy.

Kontributor : Khoirul

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batal Diperiksa, Ustaz Yusuf Mansyur Izin ke Polisi karena Ayahanda Wafat

Batal Diperiksa, Ustaz Yusuf Mansyur Izin ke Polisi karena Ayahanda Wafat

Jatim | Kamis, 13 Februari 2020 | 21:19 WIB

Ogah Bayar Makan dan Spa di Hotel Sheraton, Turis Korsel Akting Linglung

Ogah Bayar Makan dan Spa di Hotel Sheraton, Turis Korsel Akting Linglung

Jatim | Selasa, 11 Februari 2020 | 22:05 WIB

Polisi Bongkar Penipuan Sewa Apartemen Via Aplikasi Jual Beli Online

Polisi Bongkar Penipuan Sewa Apartemen Via Aplikasi Jual Beli Online

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 21:27 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB