Bima Arya Sebut Nasib Amien Rais di PAN Ditentukan Zulhas

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 16 Februari 2020 | 18:59 WIB
Bima Arya Sebut Nasib Amien Rais di PAN Ditentukan Zulhas
Politisi PAN Bima Arya [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya berharap Amien Rais akan tetap berada di barisan partainya. Meskipun keputusan tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN terpilih periode 2020-2025.

Bima Arya menjelaskan, berdasar AD/ART PAN, posisi Dewan Kehormatan partai berlambang matahari ini ditunjuk langsung oleh ketua umum. Namun, Bima Arya mengaku tidak mengetahui kemungkinan Zulkifli Hasan bakal kembali menunjuk Amien Rais sebagai Dewan Kehormatan PAN atau tidak.

"Kita kembalikan ke Pak Zul, apakah Pak Zul akan menunjuk orang pengganti Pak Amien atau bagaimana kita belum tau juga," kata Bima Arya di Hotel Century Park Senayan, Jakarta pada Minggu (16/2/2020).

Meski begitu, Wali Kota Bogor itu berharap Amien Rais selaku politikus senior tetap berada di PAN. Apalagi, kata dia, partainya perlu menghimpun kekuatan penuh untuk memenuhi target sebagai partai tiga besar di Pemilu 2024.

"Ya saya kira secara prinsip, PAN harus menghimpun semua kekuatan, itu prinsipnya, jangan ada yang ditinggalkan lah, karena kita targetnya tiga besar nih, nggak main-main. Tapi apakah Pak Amien masih di dalam atau tidak, ini sudah pembicaraan tingkat dewa," katanya.

Sebagaimana diketahui, Zulkifli Hasan mencatatkan namanya dalam sejarah PAN, sebagai ketua umum yang kali pertama mampu bertahan untuk periode kedua.

Dia juga dinilai berhasil melepaskan belenggu ketergantungan PAN terhadap sosok deklaratornya, Amien Rais yang kekinian menjabat Ketua Dewan Kehormatan partai berlambang matahari tersebut.

Politikus PAN Bara Hasibuan bahkan sempat menegaskan, pada periode kedua kepemimpinan ini, Zulhas adalah satu-satunya pemimpin tanpa ada embel-embel Amien Rais yang mendominasi.

"Mulai sekarang kami betul-betul terlepas dari ketergantungan satu orang. PAN bisa menjadi partai politik modern di mana pemimpin utamanya satu, yaitu ketua umum. Tidak terbelenggu oleh satu sosok yang begitu mendominasi selama ini, sehingga menjadi dual kepemimpinan, pemimpinan ganda," kata Bara di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Diperiksa KPK

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Diperiksa KPK

Foto | Jum'at, 14 Februari 2020 | 17:34 WIB

Zulhas Sebut Rugi Jadi Oposan, PPP Enggan Simpulkan PAN Ingin Masuk Koalisi

Zulhas Sebut Rugi Jadi Oposan, PPP Enggan Simpulkan PAN Ingin Masuk Koalisi

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 17:55 WIB

PAN Rugi Jika Oposisi, PKS: Ruang Koalisi Pemerintah Sudah Sesak

PAN Rugi Jika Oposisi, PKS: Ruang Koalisi Pemerintah Sudah Sesak

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 16:24 WIB

PAN: Zulhas  Jadi Ketua Umum, Kami Lepas dari Belenggu Amien Rais

PAN: Zulhas Jadi Ketua Umum, Kami Lepas dari Belenggu Amien Rais

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 21:32 WIB

Kongres PAN Ricuh, Mustofa: Cuma Lempar Kursi, Kayak Mau Kiamat

Kongres PAN Ricuh, Mustofa: Cuma Lempar Kursi, Kayak Mau Kiamat

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:38 WIB

Terkini

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB