PAN Setuju Kepuasan Publik ke Maruf Amin Jeblok: Wajar Saja

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah
PAN Setuju Kepuasan Publik ke Maruf Amin Jeblok: Wajar Saja
Pengurus Besar Mathla'ul Anwar menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2020). (Foto dok. Setwapres)

Maruf Amin jarang tampil di publik.

Suara.com - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partanaon Dauley menilai kepuasan publik ke Wakil Presiden Maruf Amin masih kalah dibanding para menteri di kabinet Presiden Jokowi. Hal itu seiring dengan hasil survei Indo Barometer mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap Maruf yang mentok di angka 49,6 persen.

Saleh mengatakan jarang tampilnya Maruf Amin dalam sejumlah agenda atau acara juga menjadi sebab rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Maruf Amin tersebut.

“Kalau mau jujur, Maruf Amin bisa jadi lebih jarang muncul dibandingkan dengan beberapa menteri yang ada. Katakanlah, misalnya, seperti menteri BUMN, menteri PUPR, Pertanian, perhubungan, dan lain-lain. Mungkin karena memang Ma’ruf tidak terlibat langsung dalam eksekusi program-program yang ada," kata Saleh kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Karena itu, Saleh menganggap wajar hasil survei dari Indo Barometer tersebut.

"Saya kira wajar saja jika kepuasan pada Maruf Amin lebih rendah. Pasalnya, dalam banyak kegiatan pemerintah, Jokowi masih jauh lebih dominan. Maruf Amin memang masih belum kelihatan peran strategisnya dalam melaksanakan program pemerintah," kata Saleh.

"Mungkin sudah bagi tugas dengan presiden. Saya dengar, salah satu tugas wakil presiden adalah fokus dalam bidang program deradikalisasi. Kalau itu, tentu porsinya sangat sedikit,” sambungnya.

Diketahui, Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional dalam 100 Hari Jokowi – Maruf Amin”. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi lebih besar kalau diperbandingkan tingkat kepuasan terhadap wakilnya Maruf Amin. Berdasar hasil survei Indo Barometer, sebanyak 70,1 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja Jokowi.

Angka tersebut meningkat kalau diperbandingkan dengan survei tahun 2015, yang mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi hanya mencapai angka 57,5 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Maruf Amin mencapai angka 49,6 persen. Angka tersebut lebih kecil ketimbang hasil survei tahun 2015.

Kala itu, saat Jusuf Kalla masih menjadi wapres, tingkat kepuasan masyarakat mencapai angka 53,3 persen. Sedangkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) Jokowi – Maruf Amin secara keseluruhan mencapai angka 54,4 persen.

Angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri sedikit lebih besar ketimbang kepuasan masyarakat terhadap Maruf Amin. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap wakil presiden biasanya cenderung lebih besar kalau diperbandingkan tingkat kepuasan terhadap menteri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS