Seru, Rapat DPR-Pemerintah Soal Kenaikan Iuran BPJS Hujan Interupsi

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 Februari 2020 | 15:01 WIB
Seru, Rapat DPR-Pemerintah Soal Kenaikan Iuran BPJS Hujan Interupsi
Ilustrasi rapat dengar pendapat di DPR RI. (Suara.com/M Fadil).

Suara.com - Pemerintah dan DPR membahas solusi masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam rapat gabungan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Rapat gabungan yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju ini dihujani interupsi oleh para anggota dewan. Para wakil rakyat itu mempertanyakan sikap pemerintah yang kekeuh ingin iuran BPJS Kesehatan tetap naik.

Anggota dewan dari Komisi IX Fraksi PAN Saleh Daulay dengan tegas menolak adanya kenaikan BPJS Kesehatan. Menurut dia, kenaikan ini tidak bisa dilakukan karena data penduduk miskin yang berstatus Penerima Bantuan Iuran (PBI) belum jelas.

"Sejak 2014 ada persoalan data fundamental yang salah dan tidak jelas sampai sekarang. Terkadang masalah bukan di Kemenkes, tapi Kemensos data 30 juta masih error. bayangkan ada 30 juta PBI rusak," kata Saleh.

Dari data yang amburadul tersebut, kata dia, bantuan yang diberikan pemerintah jadi tidak tepat sasaran. Ia menyebut, ada orang kaya yang justru dapat bantuan, sementara banyak pula masyarakat miskin yang harus ditolak rumah sakit karena tak memiliki BPJS Kesehatan.

"Saran saya, ini kita putuskan di rapat ini tidak boleh ada kenaikan iuran BPJS sebelum data bersih. harus dibuktikan itu. Karena tidak adil, ada orang kaya dapat dan orang miskin tidak dapat," kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar Muhammad Mishbakun mengatakan, masalah kenaikan iuran BPJS Kesehatan sangat mendasar karena mempengaruhi hajat orang banyak terutama kalangan tak mampu.

"Saya ikuti rapat gabungan dengan sangat teguh, yang kita cari adalah bantalan solusi. Tadi sudah jelas, ini masalah kemanusiaan mendasar mengenai orang sakit," kata Mishbakun.

Menurut dia, saat wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan, mengingat keterbatasan pemerintah soal anggaran yang tidak bisa dihindarkan.

baca juga

"Kita tahu ada kesulitan keuangan dan ini harus dengar, tidak mungkin isu tunggal urus BPJS, tapi kemampuan negara ruang fiskal terbatas. Kita ingin naikan, iya. Ini yang harus diperhatikan dengan baik," imbuh dia.

Anggota Komisi IX DPR yang lain meminta pemerintah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang telah diimplementasikan pada awal Januari 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh saat rapat kerja gabungan (rakergab) mengenai BPJS Kesehatan di ruang Pansus B DPR, Jakarta Selatan bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Kami sudah memutuskan melalui rapat internal, memegang rapat 2 September 2019 yakni meminta menunda atau batalkan kenaikan iuran BPJS untuk PBPU (peserta bukan penerima upah) dan PBI," kata Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Sebut Kondisi BPJS Kesehatan Sudah Sangat Kronis

Sri Mulyani Sebut Kondisi BPJS Kesehatan Sudah Sangat Kronis

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2020 | 13:47 WIB

DPR Minta Iuran BPJS Kesehatan Turun, Sri Mulyani Kekeuh Harus Naik

DPR Minta Iuran BPJS Kesehatan Turun, Sri Mulyani Kekeuh Harus Naik

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2020 | 12:42 WIB

Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan dengan Teknologi Modern

Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan dengan Teknologi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Februari 2020 | 11:36 WIB

Tarif Non-BPJS Naik, Kunjungan Puskesmas di Sleman Sempat Berkurang

Tarif Non-BPJS Naik, Kunjungan Puskesmas di Sleman Sempat Berkurang

Jogja | Jum'at, 07 Februari 2020 | 11:52 WIB

Riset Fasilitas Kesehatan, Balitbangkes Singgung Hutang BPJS Kesehatan

Riset Fasilitas Kesehatan, Balitbangkes Singgung Hutang BPJS Kesehatan

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 19:54 WIB

Tetap Perlu Asuransi Penyakit Kritis Meski Punya BPJS, Kenapa?

Tetap Perlu Asuransi Penyakit Kritis Meski Punya BPJS, Kenapa?

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 20:05 WIB

Virus Corona Tak Ditanggung BPJS, Bagaimana dengan Asuransi Swasta?

Virus Corona Tak Ditanggung BPJS, Bagaimana dengan Asuransi Swasta?

Health | Rabu, 29 Januari 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:17 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:35 WIB

×