Kongres PAN di Kendari Ricuh, Amien Rais: Partai Saya Buruk

Dany Garjito | Ruhaeni Intan
Kongres PAN di Kendari Ricuh, Amien Rais: Partai Saya Buruk
Amien Rais

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais memberikan klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi pada Kongres Nasional V PAN pada Selasa (11/02/2020) di Kendari.

Suara.com - Amien Rais akhirnya angkat bicara usai Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari berakhir ricuh dua minggu yang lalu. Pendiri partai berlambang matahari itu memberikan klarifikasi terkait pandangannya dalam menyikapi kongres nasional tersebut.

"Mungkin tidak berlebihan kalau saya katakan inilah partai yang menyuguhkan tontonan demokrasi jadi-jadian yang mungkin terburuk selama Republik Indonesia ini. Partai lain enggak ada yang seburuk partai PAN ini," ujarnya dalam video yang ia unggah di akun official Instagram miliknya @amienraisofficial.

Ia juga mengungkapkan permohonan maaf atas insiden yang menyebabkan lebih dari tiga puluh orang luka-luka itu.

"Saya betul-betul mohon maaf kepada saudara-saudaraku yang hampir sepuluh juta pemilih PAN bahwa PAN telah menyuguhkan perhelatan nasional namanya Kongres Nasional yang ke-5 itu, yang penuh dengan keonaran. Masha Allah, betul-betul ini telah melukai PAN dari ujung kaki sampai ujung kepala."

Baca Juga: Jepang Akan Ambil Sampel Bulan Milik Mars

Pendiri partai yang juga pernah menjadi aktivis pada era reformasi tersebut mengucapkan permintaan maaf berkali-kali sepanjang video. Ia menuding Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan telah melakukan hal-hal yang menurutnya tidak pantas.

"Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar kemudian Steering Committee-nya pun tidak begitu adil. Bahkan, 100% dari Organizing Committee itu dari katakanlah kubunya saudara Zulkifli Hasan itu. Jadi, ini kejanggalan," terangnya.

Tak hanya itu, Amien Rais juga menyoroti pihak kepolisian yang mengerahkan 1300 anggota untuk mengamankan jalannya Kongres Nasional ke-5 PAN di Kendari. Padahal, menurut keterangan Amien Rais, peserta kongres tersebut hanya berjumlah 590 orang.

"Peserta kongres yang punya hak pilih itu 590. Yang datang polisinya 1300. Seolah-olah satu orang diawasi oleh dua polisi."

Ia juga sempat menyebut kongres tersebut bagai kongres teroris karena mendapat pengamanan yang begitu ketat dari kepolisian Kendari.

Baca Juga: Ditanya Soal Banjir, Cawagub DKI Nurmansjah: Anies Terlalu Lama Sendiri

"Seperti seolah-olah kongres para teroris," ujarnya dalam video berdurasi 7 menit 40 detik.

Komentar