Mengintip Isi Pulau Sebaru yang Menjadi Pusat Karantina Virus Corona

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2020 | 14:22 WIB
Mengintip Isi Pulau Sebaru yang Menjadi Pusat Karantina Virus Corona
Pulau Sebaru (Antara)

Tiga bangunan besar di dekat dermaga pun tampak tidak tidak terawat, walaupun masih terlihat utuh.

Sebuah pos penjagaan masih terlihat utuh tepat disamping jembatan penghubung dermaga dan bagian sisi barat pulau. Disamping kiri dermaga, tiang bendera utuh dengan bendera merah putih yang berkibar.

Di samping kanannya, masih utuh sebuah papan penanda "Dilarang keras masuk ke area pulau tanpa izin". Di pintu masuk pulau, terpampang sebuah papan selamat datang Cakrawala Sebaru Drugs Rehabilitation Center atau Pusat Rehabilitasi Narkotika Cakrawala Sebaru.

Menyusuri rimbunnya pepohonan, sejumlah bangunan mulai terlihat. Kondisi bangunan tertata rapi dan bersih dengan dominasi warna putih.

Pulau Sebaru (Antara)
Pulau Sebaru (Antara)

Di mulai dari aula pertemuan dibuat konsep bangunan terbuka. Aula itu diperkirakan mampu menampung seratusan orang.

Selain aula, delapan unit bangunan ruang tidur lengkap fasilitas seperti pendingin ruangan. Bangunan itu telah dipisahkan untuk kelompok laki-laki dan perempuan.

Setiap kamar telah disiapkan enam ranjang susun, lemari pakaian hingga papan tulis. Di selasar bangunan hingga di dalam kamar, terpampang kata-kata motivasi dalam bentuk poster yang ditata rapi.

Untuk kebutuhan sehari-hari para penghuni di pulau itu, sebuah bangunan dapur dibangun terpisah. Dapur itu memiliki fasilitas yang terbilang cukup lengkap dan mampu menyajikan 200-an porsi makanan sekali masak.

Ruang mencuci pakaian disiapkan terpisah. Terdapat tiga mesin cuci yang masih dapat digunakan. Selain itu, dukungan kelistrikan di pulau itu cukup baik.

Kamr tidur di salah satu bangunan di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Kamr tidur di salah satu bangunan di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Dua mesin diesel dengan kapasitas 45 kVa dan 65 kVa bisa digunakan dengan baik. Satu mesin lainnya kapasitas 500 kVa sedang proses perbaikan.

Pulau Sebaru Kecil turut memiliki instalasi pengolahan air SWRO dsri air laut menjadi air layak pakai. Instalasi pengolahan limbah juga tersedia di Pulau Sebaru kecil.

Kelengkapan fasilitas di Pulau Sebaru menjadi pilihan utama pemerintah sebagai lokasi observasi virus corona bagi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream. Untuk memaksimalkan proses observasi, sejumlah fasilitas tambahan pun dibangun. Salah satunya landasan helikopter atau heliped.

Achmad Yurianto mengatakan WNI yang menjadi kru kapal itu sudah dipindahkan ke KRI dr Soeharso dan dalam perjalanan menuju Pulau Sebaru Kecil. Kedatangan para kru kapal itu diperkirakan pada Jumat, 28 Februari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara di Pulau Sebaru, kedatangan para kru peserta observasi siap disambut 280 personel yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad).

Aktivitas di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Aktivitas di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Personel itu merupakan bagian dari 762 personel satgas gabungan termasuk personel pengamanan, satgas pendamping, pendukung dan pengamanan yang diberangkatkan dari Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, menggunakan kapal KRI-593 Banda Aceh.

Standar operasional prosedur dalam proses observasi para WNI kru kapal sudah dilakukan maksimal. Walaupun di sisi lain, sebagian dari warga di Kepulauan Seribu masih khawatir dengan proses itu karena kurangnya sosialisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Candaan Virus Corona, Dele Alli Kini Didakwa FA

Soal Candaan Virus Corona, Dele Alli Kini Didakwa FA

Bola | Kamis, 27 Februari 2020 | 14:15 WIB

Anggap Wabah Corona Covid-19 Bisa Ditangani, WHO Enggan Pakai Kata Pandemi

Anggap Wabah Corona Covid-19 Bisa Ditangani, WHO Enggan Pakai Kata Pandemi

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:55 WIB

Sekolah Pangeran George & Putri Charlotte Terindikasi Ancaman Virus Corona

Sekolah Pangeran George & Putri Charlotte Terindikasi Ancaman Virus Corona

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:04 WIB

Menkes Sebut Penyebab Kematian Pasien RSUP Kariadi Bukan karena Corona

Menkes Sebut Penyebab Kematian Pasien RSUP Kariadi Bukan karena Corona

Video | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:02 WIB

8 Kali Hasil Tes Negatif, Wanita Ini Didiagnosis Positif Corona Covid-19

8 Kali Hasil Tes Negatif, Wanita Ini Didiagnosis Positif Corona Covid-19

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:28 WIB

Terkini

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB