Virus Corona, WHO Desak Negara Dunia Pastikan Stok Ventilator Aman

Senin, 02 Maret 2020 | 10:59 WIB
Virus Corona, WHO Desak Negara Dunia Pastikan Stok Ventilator Aman
Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua negara di dunia memastikan stok ventilator atau alat bantu pernapasan aman. Ventilator menjadi alat medis paling utama untuk melawan virus corona.

Dialihbahasakan dari Channel News Asia, Senin (2/3/2020), badan kesehatan PBB itu melaporkan bahwa terapi oksigen adalah perawatan utama untuk pasien yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 parah.

"Semua negara harus bekerja secara optimal untuk memastikan ketersediaan oksimeter dan sistem oksigen medis," katanya.

Virus corona telah membunuh hampir 3.000 orang dengan total orang yang terinfeksi mencapai 88.000 di sekitar 60 negara di dunia. Virus yang pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Kota Wuhan, China itu menyebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru dunia.

Angka kematian dalam kondisi pasien kritis dilaporkan lebih dari 50 persen. Oleh karena itu, memastikan stok ventilator menjadi suatu kewajiban.

"Intervensi perawatan pasien kritis yang cepat menggunakan ventilasi harus dioptimalkan," ungkapnya.

WHO mencatat virus mematikan tersebut tampaknya lebih banyak menyerang mereka yang berusia 60 tahun ke atas dan memiliki kondisi lemah akibat serangan penyakit lain.

Dari 45.000 orang yang dinyatakan positif mengidap virus corona di China pada 24 Februari 2020, hanya sebanyak 2,1 persen dari mereka yang berusia di bawah 20 tahun.

Kebanyakan para pasien mengalami gejala awal berupa demam. Sementara sekitar 14 persen mengalami penyakit parah seperti pneumonia dan lima persen menjadi sakit kritis.

Baca Juga: Pelindo III Siapkan Insentif Jasa Kepelabuhan Ekspor di Pelabuhan Benoa

Tingkat kematian virus tersebut berkisar antara dua hingga lima persen.

WHO menekankan pentingnya pelaporan sedini mungkin diikuti dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat, penyediaan simptomatik untuk pasien dengan sakit ringan dan optimalisasi perawatan pendukung untuk mereka yang telah sakit parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI