Berlutut, Pimpinan Sekte Sincheonji Korsel Minta Maaf soal Corona

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 02 Maret 2020 | 18:25 WIB
Berlutut, Pimpinan Sekte Sincheonji Korsel Minta Maaf soal Corona
Corona Covid di Korea Selatan. (Shutterstock)

Suara.com - Pemimpin sekte gereja Shincheonji meminta maaf pada publik Korea Selatan. Sambil berlutut, ia memohon maaf atas menyebarnya virus corona hingga menyebabkan lebih dari 4000 kasus di seluruh negeri.

Merangkum dari AFP, Lee Man-hee, pemimpin sekte gereja di Sincheonji, meminta maaf setelah pemerintah Kota Seoul mengajukan pengaduan pembunuhan terhadapnya, karena gagal bekerja sama dalam mengatasi epidemi corona.

"Saya mohon maaf pada semua orang," kata Lee dengan suara tercekat. "Walaupun tidak ada kesengajaan, tapi semua orang telah terinfeksi."

"Kami telah melakukan upaya terbaik kami, tapi kami tidak dapat mencegah semuanya. Saya mohon ampunan semua orang." ujarnya sambil berlutut.

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengerahkan seluruh upaya. Saya juga minta maaf kepada pemerintah."

Lee dianggap oleh para pengikutnya di sekte sebagai "Pendeta yang Dijanjikan" yang telah diutus Yesus Kristus dan akan membawa 144.000 orang bersamanya ke surga pada Hari Penghakiman.

Diketahui, seorang perempuan berusia 61 tahun adalah salah satu pengikutnya. Pada 10 Februari lalu, perempuan itu menghadiri empat pelayanan gereja di Daegu saat sedang mengalami demam. Namun saat itu ia belum didiagnosis terkena corona.

Pada saat menghadiri ibadah di gereja Sincheonji, perempuan tersebut duduk di lantai dan berdoa bersama para jemaat lain.

Pada saat itulah, ia diduga menyebarkan infeksi kepada para anggota lain.

baca juga

Sementara itu,  Lee telah diperiksa dan dinyatakan negatif tertular virus corona. Lee mengatakan bahwa semua jemaatnya kooperatif pada pemerintah terkait penularan virus ini.

Pemerintah Kota Seoul meminta jaksa untuk mengajukan dakwaan termasuk pembunuhan terhadap Lee dan 11 pemimpin lainnya.

Sekte tersebut diduga telah menyerahkan daftar palsu anggotanya kepada pihak berwenang.

Seperti yang ditulis AFP, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan 476 kasus virus corona baru pada hari Senin (2/3/2020), dengan total menjadi 4.212, sementara jumlah kematian meningkat menjadi 22 dengan tambahan empat orang meninggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Santer Isu Virus Corona di Resto Amigos, Manajer Angkat Bicara

Santer Isu Virus Corona di Resto Amigos, Manajer Angkat Bicara

Video | Senin, 02 Maret 2020 | 17:59 WIB

Meski Ada Corona, Bos BI Yakin Investor Asing Bakal Balik Masukkan Dananya

Meski Ada Corona, Bos BI Yakin Investor Asing Bakal Balik Masukkan Dananya

Bisnis | Senin, 02 Maret 2020 | 17:57 WIB

Sekte di Korea Selatan Diduga Jadi Dalang Penyebaran Virus Corona

Sekte di Korea Selatan Diduga Jadi Dalang Penyebaran Virus Corona

News | Senin, 02 Maret 2020 | 17:15 WIB

Indonesia Masuk Peta Coronavirus Dunia,  Perhatikan Kebersihan Mobil

Indonesia Masuk Peta Coronavirus Dunia, Perhatikan Kebersihan Mobil

Otomotif | Senin, 02 Maret 2020 | 18:00 WIB

Dubes Indonesia Beberkan Cara Pemerintah Korea Selatan Tangani Corona

Dubes Indonesia Beberkan Cara Pemerintah Korea Selatan Tangani Corona

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 18:29 WIB

Super-spreader, Alasan Penyebaran Covid-19 Begitu Masif di Korea Selatan

Super-spreader, Alasan Penyebaran Covid-19 Begitu Masif di Korea Selatan

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

×