2 WNI Positif Corona, WHO: Kami Tak Terkejut, Bakal Ada Kasus-kasus Baru

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2020 | 14:23 WIB
2 WNI Positif Corona, WHO: Kami Tak Terkejut, Bakal Ada Kasus-kasus Baru
Peta statistik Corona oleh Johns Hopkins CSSE

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan tak terkejut terhadap pengumuman pemerintah Indonesia tentang kepastian dua kasus warga positif virus corona Covid-19 dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta menjaga kebersihan.

"Kami tak terkejut dengan pengumuman ini dan kami mengantisipasi munculnya kasus-kasus lagi di hari-hari ke depan ini. Deteksi dini kasus dan kepastian [hasil uji] laboratorium sangat penting," kata perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N Paranietharan, seperti diberitakan BBC Indonesia, Selasa (3/3/2020).

"Covid-19 biasanya menyebabkan penyakit ringan dan [jika menyerang] anak-anak diketahui tidak berkembang menjadi penyakit yang parah," kata Dr Paranietharan.

Ia menjelaskan, ada kemungkinan lebih besar infeksi berubah menjadi penyakit parah jika virus menyerang orang-orang di atas 60 tahun dan yang punya penyakit lain seperti diabetes dan penyakit jantung.

Paranietharan kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan,dengan lebih sering mencuci tangan dan menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin.

Sebelumnya, seorang dokter menyatakan pemerintah perlu mengubah prosedur operasi standar dalam penanganan wabah virus corona setelah dua warga Indonesia terkonfirmasi tertular Covid-19, menurut seorang dokter.

Sementara, Kementerian Kesehatan menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil selama ini sudah benar dan akan terus dilanjutkan, sambil mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dua warga Depok, Jawa Barat pada hari Senin (02/03) dikonfirmasi terinfeksi virus corona dan sedang menjalani perawatan di dalam ruang isolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta.

Mereka diketahui adalah seorang perempuan berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun.

Pasien yang muda itu sebelumnya telah kontak langsung dengan seorang warga negara Jepang yang terkonfirmasi mengidap Covid-19 setelah kembali ke Malaysia, tempat ia berdomisili.

Agus Dwi Sutanto, Ketua Pengurus Harian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakan bahwa perkembangan ini harus ditanggapi dengan memperluas ruang gerak penelusuran orang yang telah berinteraksi dengan pasien yang positif terinfeksi demi meningkatkan efektivitias pendeteksian dan penanganan kasus.

"Tentunya saat ini harus ada revisi, atau perubahan, ketika sudah ada kasus di negara kita. SOP kemarin sebagian besar adalah kalau kasus-kasus itu orang-orang yang berasal dari luar negeri atau negara terjangkit," kata Agus kedapa BBC News Indonesia melalui sambungan telepon pada Senin (02/03).

"Ada mungkin perubahan yang harus dilakukan dari kriteria definisi kasus, terutama pada kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau di luar negeri namanya suspect, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), atau person under investigation. Tentu ini harus dilakukan revisi karena saat ini ada kasus di wilayah Jakarta dan sekitarnya," tambahnya.

Kriteria pemeriksaan sebelumnya terbatas pada pasien yang menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam disertai dengan pneumonia dan riwayat bepergian ke negara terjangkit, atau kontak di negara terjangkit.

"Saat ini negara kita sudah ada kasus, tentunya definisinya harus direvisi sedikit bahwa orang-orang yang memiliki gejala ISPA [infeksi saluran pernapasan] dan memiliki riwayat kontak dengan orang-orang yang terkonfirmasi tadi, itu harus masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan," kata Agus.

Agus mengatakan bahwa pihak pusat melalui Kementerian Kesehatan maupun, pada tingkat regional, yaitu Dinas-dinas Kesehatan, harus secara aktif melacak orang-orang yang sudah ada kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Ia memperingatkan jumlah pasien dapat meningkat.

"Kemungkinan [jumlah yang terinfeksi] akan bertambah, karena dia [pasien yang terinfeksi] udah berkontak dengan banyak orang. Sekarang tinggal kontak eratnya itu yang harus diperiksa, untuk memastikan mereka terinfeksi atau tidak," jelas Agus.

Secara global, sekitar 86.000 orang telah terinfeksi di lebih dari 50 negara.

Lebih dari 3.000 orang meninggal dunia - sebagian besar di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula pada Desember lalu.

'Tidak ada perubahan' prosedur

Kasus Covid-19 pertama di Indonesia diungkap oleh Presiden Joko Widodo, yang bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada hari Senin (02/03), menyelenggarakan konferensi pers di Istana Negara.

Pada kesempatan itu, Jokowi menekankan bahwa pemerintah sejak awal sudah sudah meningkatkan kesiagaan, termasuk menjalankan SOP sesuai standar internasional, serta mengalokasikan anggaran untuk menangani wabah dan membentuk tim gabungan yang diantaranya terdiri dari TNI, Polri, pihak sipil dan pihak terkait lainnya.

"Sejak awal, pemerintah ini benar-benar mempersiapkan. Persiapan, misalnya rumah sakit, lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan ruang isolasi mengenai virus corona dengan standar isolasi yang baik. Kita juga memiliki peralatan yang memadai sesuai standar internasional," kata Jokowi.

Setelah pertemuan dengan Jokowi, Menkes Terawan mengunjungi kedua pasien yang sedang dirawat di RSPI Sulianto Saroso.

Ia mengatakan bahwa kedua pasien sudah dalam "keadaan baik" dan menegaskan pemerintah tidak akan mengisolasi atau menghentikan kegiatan di Depok sebagaimana yang dilakukan pemerintah China di Wuhan.

Terawan menegaskan bahwa pemerintah sejauh ini sudah melaksanakan prosedur yang sesuai dalam menanggapi wabah, terbukti dengan kemampuan Indonesia mendeteksi kasus pertama ini.

"Berarti kita sudah benar yang kita lakukan. Langkah-langkah kita sudah tepat selama ini," jelas Terawan.

Prosedur akan terus berjalan tanpa perubahan, tambahnya, sambil mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan.

"Ya tetap nomor satu menjaga imunitas tubuh kita juga. Ndak ada perubahannya. Semua kita lakukan. Penguatan juga kita lakukan, di bandara tetap kita awasi, kita waspadai. Kan ini memang kasus yang tidak kelihatan, kecuali dia batuk, panas, ada demam gitu yah ketahuan. Tapi kalau dia ndak ada demam atau batuk, pilek yang dicurigai, ndak bisa ketahuan. Gimana caranya?" ujar Terawan.

Ia mengaku pengawasan terhadap orang-orang yang telah kontak dengan pasien yang positif Covid-19 telah dilaksanakan dan memang tidak dirawat di rumah sakit jika tidak menunjukkan gelaja.

Terawan menjelaskan bahwa dua pasien yang sedang di rawat tinggal di rumah dengan dua orang lain. Dua orang itu tidak menunjukkan gejala.

"Tidak semua yang kontak langsung akan terinfeksi. Close contact pun belum tentu terinfeksi, apalagi yang jauh-jauhan," kata Terawan.

Depok tingkatkan kesiagaan

Sementara itu, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan akan membentuk tim untuk pengawasan dan pengendalian wabah.

Tim itu, kata Idris, akan memantau dua orang yang tinggal di rumah bersama pasien serta rumah-rumah di wilayah sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langka akibat Corona Covid-19, Harga Masker Bedah Tembus Rp 15 Juta!

Langka akibat Corona Covid-19, Harga Masker Bedah Tembus Rp 15 Juta!

Health | Selasa, 03 Maret 2020 | 13:57 WIB

Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah

Data Pribadi WNI Positif Virus Corona Tersebar ke Publik, Warga Depok Marah

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 13:48 WIB

Tanya Jawab soal Virus Corona: Apakah Menular Lewat Hubungan Seksual?

Tanya Jawab soal Virus Corona: Apakah Menular Lewat Hubungan Seksual?

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 13:34 WIB

Siap Siaga Hadapi Covid-19 di Indonesia

Siap Siaga Hadapi Covid-19 di Indonesia

Your Say | Selasa, 03 Maret 2020 | 13:22 WIB

Para Tetangga Sempat Jenguk Warga Depok yang Positif Corona di RS

Para Tetangga Sempat Jenguk Warga Depok yang Positif Corona di RS

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 13:17 WIB

WHO: Stigma Lebih Berbahaya dari Virus Corona itu Sendiri

WHO: Stigma Lebih Berbahaya dari Virus Corona itu Sendiri

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 12:56 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB