WHO: Stigma Lebih Berbahaya dari Virus Corona itu Sendiri

Dany Garjito, Farah Nabilla

Selasa, 03 Maret 2020 | 12:56 WIB
WHO: Stigma Lebih Berbahaya dari Virus Corona itu Sendiri
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar masyarakat tidak memberikan stigma terkait COVID-19. WHO meminta agar masyarakat menghindari penggunaan istilah tertentu yang memiliki arti negatif.

Dalam konferensi yang dibagikan melalui akun sosial medianya, WHO menyayangkan stigma yang telah beredar di masyarakat. "Sangat menyakitkan melihat stigma yang beredar," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

"Dan sejujurnya, stigma lebih berbahaya dari virus itu sendiri. Stigma adalah musuh yang paling berbahaya," tegasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar masyarakat berhati-hati terhadap setiap istilah yang beredar. Seperti istilah "Virus Wuhan", "Virus Cina", "Virus Asia," atau istilah lain yang menunjukkan identitas tertentu. Istilah-istilah tersebut bisa menimbulkan arti dan stigma negatif terhadap orang-orang tertentu.

Selain itu, menurut penjelasan WHO, stigma bisa menimbulkan stereotip dan asumsi. Stereotip ini bisa memperluas ketakutan dan merendahkan seseorang yang telah terpapar virus corona. Pada tingkat yang lebih parah, stigma bisa membuat seseorang menghindari pertolongan, pemeriksaan, pengujian, ataupun karantina.

Menurut analisis WHO, masyarakat bisa memberikan stigma terkait dengan COVID-19 sebab corona adalah penyakit baru yang masih belum diketahui. Sementara, masyarakat acap kali takut akan sesuatu yang belum diketahui. Masyarakat juga mudah mengasosiasikan ketakutan tersebut dengan hal lain.

Agar kita tidak mudah memberi stigma

  1. Gunakan fakta. Stigma bisa menyebar karena pengetahuan yang rendah mengenai corona. Sebarkan fakta mengenai cara penularan, cara mencegah dan cara mengatasi corona. Termasuk opsi perawatan dan informasi kesehatan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat, seperti melalui sosial media.
  2. Dengarkan tokoh masyarakat yang bisa mengarahkan. Seperti memberi dukungan atau memberi pesan untuk tidak melakukan pembiaran stigma sesuai dengan keadaan geografis dan budaya setempat.
  3. Perkuat suara dan cerita mengenai orang-orang yang telah sembuh dari corona. Tindakan ini juga turut mengapresiasi para petugas kesehatan yang telah berjuang.
  4. Pastikan bahwa gambaran tentang corona berbeda dengan etnis tertentu. Dengan kata lain, format penggambaran harus netral dan tidak menunjuk etnis tertentu.
  5. Perhatikan etika jurnalisme. Laporan berita yang hanya fokus pada perilaku seseorang yang telalh terdeteksi virus malah akan menambah stigma. Beberapa media juga pernah berspekulasi tentang sumber COVID-1 untuk menelusuri pasien pertama di sebuah negara.
  6. Bentuk kelompok atau aliansi untuk membuat gerakan melawan stigma. Lingkungan yang positif menunjukkan kepedulian dan empati untuk seluruh kalangan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona, WHO Desak Negara Dunia Pastikan Stok Ventilator Aman

Virus Corona, WHO Desak Negara Dunia Pastikan Stok Ventilator Aman

News | Senin, 02 Maret 2020 | 10:59 WIB

WHO Menaikkan Tingkat Ancaman Covid-19 Menjadi 'Sangat Tinggi'

WHO Menaikkan Tingkat Ancaman Covid-19 Menjadi 'Sangat Tinggi'

Health | Sabtu, 29 Februari 2020 | 08:34 WIB

WHO: Tak Ada Satu Negara pun yang Bebas dari Ancaman Virus Corona Covid-19

WHO: Tak Ada Satu Negara pun yang Bebas dari Ancaman Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 28 Februari 2020 | 20:01 WIB

WHO: Jangan Sampai Ada Negara yang Merasa Aman dari Corona, Bahaya!

WHO: Jangan Sampai Ada Negara yang Merasa Aman dari Corona, Bahaya!

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 18:34 WIB

Anggap Wabah Corona Covid-19 Bisa Ditangani, WHO Enggan Pakai Kata Pandemi

Anggap Wabah Corona Covid-19 Bisa Ditangani, WHO Enggan Pakai Kata Pandemi

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 13:55 WIB

Terkini

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

×