Dampak Penyebaran Virus Corona, Warga Dunia Tak Mau Berjabat Tangan

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2020 | 15:54 WIB
Dampak Penyebaran Virus Corona, Warga Dunia Tak Mau Berjabat Tangan
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir tiga bulan virus corona atau COVID-19 merebak hingga ke penjuru dunia. Virus mematikan yang bersumber dari Kota Wuhan, China itu telah banyak mengubah kebiasaan warga dunia, salah satunya tak mau bersalaman.

Warga di penjuru dunia telah mengubah kebiasaan mereka saat berada di tempat kerja, rumah, hingga tempat ibadah. Bila biasanya warga berjabat tangan, berpelukan hingga mengecup pipi saat bertemu kerabat, kini kebiasaan itu telah sirna.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat memicu tertularnya virus corona. Warga juga diminta untuk tidak memegang area mulut, hidung dan mata untuk meminimalisir penularan virus yang telah menewaskan ribuan orang itu.

Berikut Suara.com merangkum kebiasaan warga dari berbagai penjuru dunia yang mulai berubah seperti dialihbahasakan dari Channel News Asia, Selasa (3/3/2020).

China
Di Beijing, ibu kota negara tempat virus corona dimulai, warganya diminta untuk tidak berjabat tangan. Sebagai gantinya, mereka diminta menyatukan kedua tangan mereka atau pose namaste sebagai tanda salam.

Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat gerakan tradisional bernama gong shou, yakni gerakan kepalan di telapak tangan yang berlawanan. Gerakan ini digunakan sebagai pengganti berjabat tangan untuk menyapa.

Perancis
Di Perancis, warga terbiasa menyapa satu sama lain dengan cara menicum pipi kanan dan kiri. Mereka juga terbiasa untuk berjabat tangan dengan orang yang baru ditemui.

Pakar etiket Philippe Lichtfus mengatakan jabat tangan adalah bentuk perkembangan yang baru dimulai pada abad pertengahan. Sesungguhnya, warga cukup menatap mata seseorang saja sudah memiliki makna yang sama dengan salam.

Brazil
Kementerian Kesehatan Brazil merekomendasikan agar warganya tidak menggunakan sedotan logam untuk mengonsumsi minuman Amerika Serikat yang kaya kafein atau chimarrao.

Jerman
Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer sempat menolak upaya kanselir Angela Merkel untuk bersalaman. Sebagai gantinya ia tersenyum dan menjaga kedua tangannya.

Spanyol
Virus corona menyebabkan salah satu tradisi Spanyol berhenti dilakukan, yakni mencium patung Perawan Maria sepekan jelang paskah. Satu bulan sebelum tradisi ini dimulai, pemerintah melarang tradisi tersebut.

Rumania
Di Rumania rutin digelar Festival Martisor Rumania yang menandai awal musim semi. Biasanya dalam festival tersebut warga pria akan memberikan seikat bunga kepada wanita disertai kecupan.

Sejak wabah virus corona menyebar ke penjuru dunia, pemerintah meminta agar warganya hanya memberikan bunga tanpa kecupan dalam festival tersebut. Ini dilakukan untuk melindungi warganya agar tak terinfeksi virus mematikan.

Polandia
Polandia dikenal sebagai salah satu negara Katolik kuat di Eropa. Biasanya, dalam beribadah mereka akan mengonsumsi roti yang diambil dari tangan ke mulut.

Pemerintah setempat meminta agar warganya tidak mencelupkan tangan ke dalam air suci ketika masuk dan keluar dari gereja. Sebagai gantinya cukup membuat tanda salib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Buat Ketakutan, Ketua DPRD Minta Anies Terbuka Soal Pasien Corona

Jangan Buat Ketakutan, Ketua DPRD Minta Anies Terbuka Soal Pasien Corona

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:49 WIB

Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!

Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:40 WIB

Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit

Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:42 WIB

Masker untuk Cegah Virus Corona Mulai Langka di Kediri

Masker untuk Cegah Virus Corona Mulai Langka di Kediri

Jatim | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:35 WIB

Dokter RSA UGM Ungkap Gejala Utama Terjangkit Virus Corona

Dokter RSA UGM Ungkap Gejala Utama Terjangkit Virus Corona

Jogja | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:40 WIB

Begini Kondisi Terminal Blok M Pasca Indonesia Positif Virus Corona

Begini Kondisi Terminal Blok M Pasca Indonesia Positif Virus Corona

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:23 WIB

Waspada Virus Corona, Pekerja di Jakarta Kenakan Masker

Waspada Virus Corona, Pekerja di Jakarta Kenakan Masker

Foto | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:23 WIB

Imbas Panic Buying karena Corona, Ada Kenaikan Belanja Hingga 15 Persen

Imbas Panic Buying karena Corona, Ada Kenaikan Belanja Hingga 15 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:20 WIB

Virus Corona di Indonesia, Pihak Commuterline Lakukan Sosialisasi

Virus Corona di Indonesia, Pihak Commuterline Lakukan Sosialisasi

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:32 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB