Kemudian pada 16 Februari 2020, guru dansa tersebut mengeluhkan batuk hingga panas dan sempat berobat jalan dan hanya dirawat oleh ibunya.
"Si wanita (Guru dansa) mengeluh batuk dan agak panas, kemudian berobat ke dokter dan oleh dokter berobat tidak perlu dirawat. Setelah pulang 16 sampai 27 Februari dia merasa badan tidak enak secara intens," kata Yurianto.
"Dirawat dalam artian dilayani lebih dekat oleh ibunya yang serumah. Di rumah ada ibunya, yang bersangkutan kakanya dan pembantu.
Namun hingga 27 Februari, guru dansa tak kunjung sembuh. Bahkan sang ibu akhirnya tertular virus corona dari sang anak. Karenanya, keduanya memutuskan untuk di rawat di RS Mitra Keluarga Depok.
"Karena tanggal 27 semakin nggak enak dan kebetulan tanggal 20 Februari ibunya ketularang sakit demam, maka dua-duanya memutuskan minta dirawat di RS. 27 ibu dan anak dirawat di RS," kata dia.
Pada Minggu (1/3/2020), sang pasien beserta ibunya yang berusia 64 tahun dibawa ke RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara.