Viral Reporter Pakai Masker ala Street Artist, Warganet Gagal Paham

Dany Garjito | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2020 | 07:35 WIB
Viral Reporter Pakai Masker ala Street Artist, Warganet Gagal Paham
Ilustrasi masker gas/masker pelindung/senjata kimia. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika WHO dan CDC menyarankan untuk tidak menggunakan masker bagi orang sehat, reporter sebuah TV Swasta malah mengenakan masker filter ganda.

Foto mengenai reporter tersebut meluas di twitter yang diunggah oleh akun @hericz. Pada unggahan tersebut, @hericz manulis: "Menteri Kesehatan, WHO, Unicef: "yang sehat sebenernya tidak perlu masker""

Unggahan tersebut tentu mendapatkan banyak tanggapan dari warganet, seperti:
"Ya gpp juga.. mungkin abis siaran mau bikin graffiti di Margonda" tulis akun @ditoprab

"Itu ketika lagi bikin grafiti suruh langsung liputan" tambah akun @wildans11

"Wah ini sih mendorong opini publik biar pada panik, maskernya sangat tidak lazim" sahut akun @BukanPemalaz

Masker yang dipakai reporter tersebut adalah jenis masker filter ganda. Masker jenis ini lazim digunakan di area yang udaranya mengandung uap hasil kimia dan oksidasi polusi skala rendah.

Biasanya masker filter ganda akan ditemui di area pengecatan, pengelasan, pembuangan sampah, kebakaran, dan lain sebagainya.

Penggunaan Masker untuk Corona

Dilansir dari The Guardian, pejabat kesehatan Amerika Serikat menyatakan, bahwa COVID-19 menyebarkan virus di antara orang-orang terdekat, melalui liur bersin atau batuk orang yang terinfeksi.

"Masker mungkin sedikit memberikan perlindungan, tetapi itu akan sangat minim," kata profesor kedokteran Universitas Venderblit, William Shaffner.

Tak hanya dr. Shaffner, Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan penyakit Penapasan, Dr. Nancy Messonnier malah tidak begitu merekomendasikan masker.

“Kami tidak merekomendasikan untuk secara rutin menggunakan masker pada publik untuk mencegah penyakit pernapasan. Dan kami tentu saja tidak merekomendasikan hal ini untuk virus corona ini,” kata Dr. Messonnier.

Penggunaan masker dianggap tidak perlu bagi orang sehat karena virus corona tidak menular melalui udara. Hal tersbeut dinyatakan oleh Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong  Pada hari Senin (2/3/2020) di gedung parlemen Singapura.

"Untuk mengklarifikasi, tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan bahwa virus corona dapat menyebar melalui udara. Ada virus lain seperti cacar air yang dapat dengan mudah menyebar melalui udara dan tidak memerlukan tetesan yang kemudian bersentuhan dengan mata atau hidung. Virus corona tidak termasuk dalam kategori ini," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Achmad Yurianto, Jubir Resmi Terkait Virus Corona

Profil Achmad Yurianto, Jubir Resmi Terkait Virus Corona

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 20:03 WIB

Sopir Ojol Pakai Masker Anti Radiasi, Warganet: Kayak Dibonceng Slipknot

Sopir Ojol Pakai Masker Anti Radiasi, Warganet: Kayak Dibonceng Slipknot

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 20:05 WIB

Kasus Corona, Ketua DPRD Minta Formula E Ditunda, Kemenpora Tunggu Kemenkes

Kasus Corona, Ketua DPRD Minta Formula E Ditunda, Kemenpora Tunggu Kemenkes

Sport | Selasa, 03 Maret 2020 | 19:59 WIB

Pantau WNI dan WNA dari LN, Pemerintah: Jangan Diartikan Semua Orang Sakit

Pantau WNI dan WNA dari LN, Pemerintah: Jangan Diartikan Semua Orang Sakit

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 19:59 WIB

Terkini

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:05 WIB

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:50 WIB

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:35 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB