Hoaks Anak NU Dilarang Sekolah di Muhammadiyah, Mahfud MD Diminta Bertindak

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Jum'at, 06 Maret 2020 | 18:14 WIB
Hoaks Anak NU Dilarang Sekolah di Muhammadiyah, Mahfud MD Diminta Bertindak
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan imbauan anak Nadhlatul Ulama dilarang sekolah di Muhammadiyah. Imbauan tersebut diklaim berasal dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Berikut tulisan lengkap dalam imbauan tersebut.

"Imbauan kepada warga NU, untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Muhammadiyah karena kami ingini menjaga kondusivitas dan aset milik kami. Tolong warga NU tepo seliro dan tahu diri -- Prof Dr Haidar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah."

Menanggapi hal itu, Haedar Nashir melalui akun Twitter pribadinya mengklarifikasi bahwa imbauan tersebut palsu alias hoaks.

"Gambar dan statement yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoax)," cuit Haedar Nashir seperti dikutip Suara.com, Jumat (6/3/2020).

Ia juga menjelaskan, "Selama ini hadirnya lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial Muhammadiyah untuk semua kelompok dan golongan, tidak terbatas pada suku, agama, dan kelompok tertentu".

Hoaks warga NU dilarang sekolah di Muhammadiyah.[Twitter]
Hoaks warga NU dilarang sekolah di Muhammadiyah.[Twitter]

Klarifikasi dari Haedar Nashir pun mendapat sambutan dari Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Ia mengajak publik untuk memviralkan klarifikasi tersebut, guna menghindari kegaduhan masyarakat.

"Viralkan dan cari pembuat hoax tersebut karena sudah memecah belah," tulis Said Didu.

baca juga
Said Didu minta Mahfud MD turun tangan tanggapi hoaks. (Twitter/@msaid_didu)
Said Didu minta Mahfud MD turun tangan tanggapi hoaks. (Twitter/@msaid_didu)

Lebih lanjut, Said Didu pun berharap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk menindak tegas penyebar hoaks tersebut.

"Semoga pak Menko Polhukam Prof @mohmahfudmd berkenan membantu mencari pembuat hoax tersebut," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Jual Masker Sitaan, Mahfud: Asal Uangnya Tak Dimakan Sendiri

Polisi Jual Masker Sitaan, Mahfud: Asal Uangnya Tak Dimakan Sendiri

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:53 WIB

Sambangi Kemenkumham, Mahfud MD Tanya Soal Pemblokiran Paspor WNI Eks ISIS

Sambangi Kemenkumham, Mahfud MD Tanya Soal Pemblokiran Paspor WNI Eks ISIS

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:31 WIB

Kunjungi Kantor Bakamla, Mahfud MD Sebut Laut Indonesia Rumit dan Rawan

Kunjungi Kantor Bakamla, Mahfud MD Sebut Laut Indonesia Rumit dan Rawan

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 13:05 WIB

Awas! Hoaks Imbauan Anak NU Dilarang Sekolah di Muhammadiyah

Awas! Hoaks Imbauan Anak NU Dilarang Sekolah di Muhammadiyah

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 12:58 WIB

Terkini

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×