Virus Corona Jadi Pandemi, Ini 10 Pandemi Paling Mematikan di Dunia

Dany Garjito, Ruhaeni Intan

Kamis, 12 Maret 2020 | 20:57 WIB
Virus Corona Jadi Pandemi, Ini 10 Pandemi Paling Mematikan di Dunia
Ilustrasi masker gas/masker pelindung/senjata kimia. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona jadi pandemi global. Hal tersebut dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (12/03).

Namun tahukah Anda, bahwa dunia juga pernah dilanda pandemi paling mematikan beberapa tahun silam?

BACA JUGA: Corona Telah Jadi Pandemi, Apa Beda Pandemi, Wabah dan Epidemi?

Dilansir dari MPH Online, inilah 10 pandemi paling mematikan di dunia!

1. HIV/AIDS

[Suara.com/Ema Rohimah]
[Suara.com/Ema Rohimah]

Total kematian: 36 juta jiwa
Penyebab: HIV/AIDS

Penyakit ini pertama kali terindetifikasi di Kongo pada tahun 1976 dan ditetapkan sebagai pandemik global karena telah menewaskan 36 juta orang sejak tahun 1981.

Hingga kekinian, terdapat 31 juta jiwa yang hidup dengan HIV. Beruntung, sejak kesadaran mulai tumbuh dalam mengatasi penyakit ini, perawatan baru telah dikembangkan.

Dengan begitu, membuat HIV jauh lebih mudah dikelola sehingga banyak dari mereka yang terinfeksi bisa terus menjalani kehidupan yang produktif.

baca juga

2. FLU HONGKONG
Total kematian: 1 juta jiwa
Penyebab: Influenza

Pandemik ini disebut juga sebagai flu kategori 2 atau "Flu Hongkong" karena menginfeksi pertama kali di Hongkong pada tahun 1968.

Berdasarkan catatan laporan tentang pandemik ini, kasus "Flu Hongkong" pertama kali dilaporkan pada 13 Juli 1968.

Setelah itu, hanya butuh waktu tiga bulan sampai virus ini menyerang penduduk di Singapura, Vietnam, Filipina, India, Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Meski tingkat kematiannya relatif rendah (0,5%), pandemik ini mengakibatkan lebih dari satu juta orang meninggal dan separuh di antaranya adalah penduduk Hongkong.

BACA JUGA: Ratusan Monyet Tawuran di Jalan, Warga Curiga Monyet Ngambek dengan Corona

3. FLU ASIA
Total kematian: 2 juta jiwa
Penyebab: Influenza

Wabah ini menyerang penduduk China pada tahun 1956-1958. Selama kurun waktu tersebut, wabah ini menyebar dari provinsi Guizhou ke Singapura, Hongkong, dan Amerika Serikat.

World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menetapkan bahwa wabah ini telah menelan dua juta korban jiwa dengan perkiraan 69.800 jiwa di antaranya terjadi di Amerika Serikat.

4. FLU

Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)

Total kematian: 20-50 juta jiwa
Penyebab: Influenza

Tahun-tahun paling mengerikan terjadi antara tahun 1918-1920. Dalam kurun waktu tersebut, muncul wabah influenza yang mematikan dan menginfeksi hampir sepertiga populasi dunia.

Yang menyebabkan pandemi influenza 1918 berbeda dengan yang lainnya adalah para korban justru berusia produktif.

Wabah ini bukan hanya menyerang orang tua atau pasien yang daya tahan tubuhnya lemah, namun juga menyerang mereka yang berusia dewasa produktif dan dalam kondisi sehat. Ini menyebabkan anak-anak mereka atau generasi setelah mereka menjadi lemah.

BACA JUGA: Angka Kasus Rendah, Begini Cara Taiwan Melawan Virus Corona

5. KOLERA
Total kematian: 800 ribu jiwa
Penyebab: Kolera

Wabah ini berasal dari India dan telah menewaskan lebih dari 800 ribu jiwa sebelum akhirnya menyebar hingga ke Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur, dan Rusia. Wabah ini juga tercatat sebagai wabah kolera terakhir di Amerika Serikat (1910-1911).

Otoritas Kesehatan Amerika yang telah belajar dari masa lalu bergerak cepat dengan mengisolasi pasien yang terinfeksi sehingga hanya ada 11 kematian yang terjadi di Amerika karena wabah ini.

Tahun 1923, wabah kolera di India berkurang secara drastis meskipun masih ada beberapa kasus yang tercatat.

6. FLU RUSIA (1889-1890)
Total kematian: 1 juta jiwa
Penyebab: Influenza

Flu yang menyerang pada tahun-tahun ini awalnya disebut "Flu Asia" atau "Flu Rusia".

Pertumbuhan populasi yang cepat membantu penyebaran wabah ini meluas hingga ke seluruh dunia. Tercatat selama kurun waktu tersebut, satu juta orang dilaporkan meninggal karena wabah ini.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Warga China Berebut Alquran Usai Tahu Uighur Kebal Virus Corona?

7. KOLERA (1852-1860)

Total kematian: 1 juta jiwa
Penyebab: Kolera

Sama seperti wabah kolera pertama dan kedua yang berasal dari India, wabah kolera 'ketiga' ini juga terjadi dan bermula dari sana.

Wabah ini menyebar dari sungai Gangga hingga ke Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara.

Seorang dokter di Inggris bernama John Snow berhasil melacak bahwa penyebab wabah ini berasal dari air yang tercemar. Di Inggris, sebanyak 23 ribu orang meninggal karena wabah ini.

8. THE BLACK DEATH (1346-1353)
Total kematian: 25 juta jiwa
Penyebab: Penyakit Pes

Ini juga menjadi salah satu wabah paling mengerikan yang pernah tercatat oleh dunia.

Wabah ini menghancurkan tiga benua sekaligus yaitu Asia, Afrika, dan Eropa. Wabah ini dibawa oleh kutu yang tinggal pada tikus dan menumpang hidup di atas kapal dagang.

Fatalnya, pada tahun-tahun tersebut, perdagangan dunia sedang berada di titik puncak sehingga memudahkan penyebaran wabah tersebut yang akhirnya menelan korban puluhan juta jiwa.

9. WABAH JUSTINIAN (541-542)
Total kematian: 25 juta jiwa
Penyebab: Pes

Penyakit ini diperkirakan telah membunuh setengah populasi Eropa. Wabah ini menyerang Kekaisaran Bizantium dan kota-kota pelabuhan Mediterania.

Diperkirakan lima ribu orang terbunuh setiap harinya karena wabah ini sehingga pada masa itu sebanyak 40% populasi kota meninggal dan lenyap.

10. WABAH ANTONINE (165)
Total kematian: 5 juta jiwa
Penyebab: Tidak diketahui

Wabah ini dicurigai sebagai pandemi kuno yang menyerang Asia Kecil, Mesir, Yunani, dan Italia.

Diduga penyakit tersebut adalah campak atau cacar meskipun tak ada yang benar-benar bisa membuktikan hal ini.

Itulah 10 pandemi paling mematikan di dunia!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Terkini

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×