Bantah Pemprov DKI Soal Bangun RS Darurat, PMI: Cuma Buat Gudang

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2020 | 13:08 WIB
Bantah Pemprov DKI Soal Bangun RS Darurat, PMI: Cuma Buat Gudang
Sebagai ilustrasi: Petugas mendorong troli bermuatan kardus yang berisi masker bantuan dari PMI pusat yang baru tiba di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Palang Merah Indonesia (PMI) pusat membantah akan membangun Rumah Sakit (RS) darurat untuk penanganan pasien corona atau Covid-19. Fasilitas yang dibuat hanya gudang bantuan saja.

Hal ini dikatakan oleh Humas PMI Pusat, Aulia Arriani. Pernyataan Aulia ini membantah pernyataan Kepala Dinas Bina Marga yang mengatakan akan membangun RS darurat dan tempat karantina.

"Bukan rumah sakit, tapi gudang bantuan utk Covid-19," ujar Aulia saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Aulia mengatakan, pihaknya tidak melakukan kegiatan karantina pasien corona. Ia menyatakan pihaknya tidak berwenang untuk melakukan penanganan medis.

"PMI tidak berwenang dalam penanganan medis," kata dia.

Dalam keterangan tertulis, Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla mengatakan, gudang ini dipersiapkan untuk menambah logistic terkait dengan penanganan Covid-19.

“Nantinya akan dibangun 3 buang gudang weight hall berukuran 10 x 32 meter sebanyak 3 buah, yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan peralatan semprot, cairan disinfektan, sarung tangan, sepatu bot, kacamata google serta masker dan baju steril," kata JK.

Selain membangun gudang logistik, PMI juga akan membuat 3 ruang kerja berukuruan 10 x 24 Meter untuk memantau stok logistik serta pendistribusiannya.

“Selain gudang, PMI juga akan membuat kantor kecil untuk memantau stok gudang secara menyeluruh nantinya untuk memudahkan keluar masuk barang atau distribusinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membuat Rumah Sakit (RS) darurat untuk penanganan virus corona atau Covid-19. RS ini dibangun di lahan milik markas Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pembangunan RS darurat ini merupakan permintaan dari Ketua Umum PMI Indonesia, Jusuf Kalla. JK disebutnya meminta Pemprov DKI untuk menyediakan lahan untuk RS ini.

"Dinas Bina Marga membantu penyiapan lahan untuk Rumah Sakit Darurat, Karantina dan Gudang Penanganan Covid-19 di Markas PMI di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan," ujar Hari saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Dalam foto hasil pengerjaan sementara yang dibagikan di Instagram @binamargadki, terlihat lahan sudah diratakan dan didirikan beberapa tenda besar di atasnya. Hari mengatakan RS darurat ini tidak menggunakan bangunan beton atau semen.

Fasilitas kesehatan dadakan ini menggunakan tenda besar. Menurutnya pengerjaaan RS darurat ini sudah rampung dan dikerjakan dalam waktu lima hari.

"Sudah selesai. Kita kerjakan selama lima hari. Namanya juga rumah sakit darurat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Corona COVID-19, Presiden Jokowi Sepakat Tiadakan UN

Pandemi Corona COVID-19, Presiden Jokowi Sepakat Tiadakan UN

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:07 WIB

Liga Australia Dihentikan Tanpa Batas Waktu karena Pandemi Virus Corona

Liga Australia Dihentikan Tanpa Batas Waktu karena Pandemi Virus Corona

Bola | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:02 WIB

Jakarta Darurat Corona, Polisi akan Pidanakan Warga, Jika...

Jakarta Darurat Corona, Polisi akan Pidanakan Warga, Jika...

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:02 WIB

Rutan Surakarta Lockdown, Tahanan Bisa Video Call Sama Keluarga

Rutan Surakarta Lockdown, Tahanan Bisa Video Call Sama Keluarga

Jawa Tengah | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:02 WIB

3 Pesan Lucu Tapi Menohok Komika Bintang Emon soal Cegah Virus Corona

3 Pesan Lucu Tapi Menohok Komika Bintang Emon soal Cegah Virus Corona

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:03 WIB

Sepekan Hilang, China Laporkan 78 Kasus Baru Positif Corona

Sepekan Hilang, China Laporkan 78 Kasus Baru Positif Corona

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:06 WIB

Rachel Vennya Gugup Serahkan Duit Rp 2 M ke Jusuf Kalla Buat Perangi Corona

Rachel Vennya Gugup Serahkan Duit Rp 2 M ke Jusuf Kalla Buat Perangi Corona

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:05 WIB

Terkini

Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan

Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:58 WIB

Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen

Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:51 WIB

DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang

DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:39 WIB

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:27 WIB

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:26 WIB

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:23 WIB

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:20 WIB

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:14 WIB

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:57 WIB