- Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
- Puan menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan transportasi di Bekasi dan Sumatera Selatan, gugurnya Praka Rico Pramudia, serta wafatnya Haerul Saleh.
- DPR RI berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat hasil masa reses melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran hingga 21 Juli 2026.
Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Mengawali pidatonya, Puan mengajak seluruh hadirin untuk memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas sejumlah tragedi yang menimpa warga sipil maupun prajurit TNI.
Puan menyoroti dua insiden kecelakaan transportasi yang terjadi baru-baru ini, yakni kecelakaan kereta api di Bekasi dan kecelakaan lalu lintas di Sumatera Selatan.
"Izinkanlah kami segenap pimpinan dan anggota DPR RI menyampaikan dukacita yang mendalam untuk para korban kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur dan kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musirawas Utara. Semoga korban yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan korban yang luka-luka segera diberikan kesembuhan serta keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Puan dari podium ruang rapat paripurna.
Selain itu, DPR RI memberikan penghormatan khusus kepada salah satu putra terbaik bangsa, Praka Rico Pramudia, anggota pasukan perdamaian TNI yang gugur saat mengemban misi di Lebanon.
"Pimpinan dan anggota DPR RI juga menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit kepala Praka Rico Pramudia, anggota pasukan perdamaian TNI di Lebanon, yang berpulang setelah sebelumnya menjalani perawatan atas luka yang dialami saat melaksanakan tugas," tuturnya.
Puan menegaskan bahwa DPR RI memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian tersebut.
"DPR RI menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengorbanan para putra terbaik bangsa dalam mengemban tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya salah satu pejabat negara, yakni Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh.
Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan.
"Pada kesempatan pertama ini, izinkanlah kami segenap pimpinan dan anggota DPR RI menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, almarhum Bapak Haerul Saleh," ungkap Puan.
Menandai dimulainya kembali aktivitas parlemen setelah masa reses, Puan menyambut para anggota dewan yang telah kembali dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Ia mengingatkan bahwa segala keluhan dan harapan masyarakat yang diserap selama reses harus segera diwujudkan dalam kerja nyata legislasi, pengawasan, dan anggaran.
"Selamat datang kepada seluruh anggota DPR RI yang telah melaksanakan tugas pada masa reses di daerah pemilihannya masing-masing. Aspirasi yang telah disampaikan oleh konstituen akan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ditindaklanjuti melalui fungsi-fungsi DPR RI," pungkasnya.
Rapat paripurna ini menandai dimulainya masa sidang yang dijadwalkan akan berlangsung hingga 21 Juli 2026 mendatang.