Pulang Pesantren dari Madura, Bocah 12 Tahun Berstatus PDP Meninggal Dunia

Kamis, 02 April 2020 | 17:38 WIB
Pulang Pesantren dari Madura, Bocah 12 Tahun Berstatus PDP Meninggal Dunia
Ilustrasi--Pemakaman jenazah virus corona di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah).

Suara.com - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang Kalimantan Barat dilaporkan meninggal dunia, Kamis (4/2/2020) pagi. 

Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi seperti dilansir Antara, menjelaskan, pasien laki-laki berusia 12 tahun ini sempat pergi ke Madura untuk pesantren. 

"Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 12 tahun, yang mana pasien ini sebelumnya pernah mondok di Madura, Jawa Timur," kata dia.

Pasien yang meninggal, katanya, sebelumnya punya riwayat mondok di Madura selama dua bulan.

"Saat berada di Madura, pasien ini sudah mengalami gejala demam dan batuk selama kurang lebih dua bulan," ujarnya.

Namun, dalam seminggu terakhir kondisi pasien tersebut mengalami keburukan yang sangat cepat, dimana pasien mengalami penurunan kesadaran bahkan sesak nafas sehingga pasien dimasukkan dalam kategori PDP dari pihak RSUD Abdul Aziz Singkawang.

"Tapi sampai saat ini kita masih menunggu hasil Lab untuk mengkonfirmasi apakah pasien yang meninggal ini positif atau negatif COVID-19," katanya.

Masalahnya, kata dia, hasil Lab Jakarta sampai saat ini masih belum keluar sehingga belum ada kepastian mengenai hasil yang menyatakan apakah positip atau negatif COVID-19.

"Namun berdasarkan hasil pemeriksaan cepat melalui rapid test, pasien dinyatakan negatif COVID-19," jelasnya.

Baca Juga: Curhat Terdampak Corona, Pengusaha Pelayaran Minta Stimulus ke Pemerintah

Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil Lab Jakarta untuk mengkonfirmasi apa sebenarnya yang dialami pasien tersebut.

Dia mengungkapkan, sesuai dengan protokol rumah sakit, maka penanganan jenazah tetap memperlakukan pasien PDP tersebut dengan protokol penatalaksanaan jenazah COVID-19.

"Hal itu dilakukan demi mengutamakan keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat Singkawang," kata dia.

Kepala Kantor Kemenag Singkawang, Muhammad Natsir mengatakan, penanganan jenazah dari semua agama, sudah pihaknya sampaikan mengenai penanganan jenazah COVID-19.

"Bagi yang beragama Islam, tentunya bisa mengikuti protap prosedur kesehatan dari rumah sakit," katanya.

Kepada pihak keluarga, diimbau untuk tidak berkumpul semisal mengadakan tahlilan terhadap aAlmarhum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI