Anies Prediksi Pasien Positif Corona di Jakarta Lebih Banyak dari Kenyataan

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 02 April 2020 | 19:07 WIB
Anies Prediksi Pasien Positif Corona di Jakarta Lebih Banyak dari Kenyataan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pasien positif corona terus meningkat setiap harinya. Bahkan, ia menyebut jumlah yang saat ini diumumkan lebih banyak dari kenyataannya.

Anies mengatakan hal ini terjadi karena masih banyaknya orang yang belum mengikuti tes virus corona. Bahkan banyak juga kasus yang pasiennya sudah wafat duluan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

"Karena belum tuntas lalu meninggal, maka tidak bisa secara resmi disebut sebagai pasien covid karena hasil tes belum keluar," ujar Anies saat melakukan video konferensi dengan Waki Presiden Maruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Anies sendiri mengatakan tingkat kematian dari pasien yang dinyatakan positif corona saja sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 10 persen. Rinciannya 885 orang dinyatakan positif dan 90 di antaranya meninggal dunia.

Namun menurutnya yang menjadi patokan tidak boleh hanya dari korban yang sudah dinyatakan positif. Pasien yang meninggal tapi terindikasi corona juga perlu diperhatikan.

"Saya sampaikan juga kenapa kami melihat bukan saja data dari Kemenkes, tapi juga data pemakaman," jelasnya.

Sementara sampai sekarang, pasien yang dimakamkan dengan protap corona saja sudah berjumlah 401 orang. Dengan tingkat kematian 10 persen dan berasumsi kebanyakan dari yang wafat itu positif corona, maka ada 4000 orang yang saat ini terjangkit virus dari China itu.

"Kasus yang confirm (positif) selalu lebih kecil jumlahnya dibanding senyatanya. Biasanya setelah satu bulan kemudian baru tahu sesungguhnya jumlah yang terjadi saat ini," jelasnya.

Karena itu ia menganggap data yang diumumkan saat ini berbeda dari kenyataannya. Ia lantas meminta agar Pemerintah melakukan percepatan pengetasan corona agar pasien yang belum diketahui statusnya bisa cepat terdeteksi dan ditangani.

baca juga

"Karena yang ditest sedikit maka jumlah confirm positif jadi sedikit juga. Kalau yang dites banyak, dan orang-orang yang enggak relevan dengan interaksi orang confirm positif, akan menemukan angka lebih tinggi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Berharap Warga Tak Lagi Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Polri Berharap Warga Tak Lagi Tolak Jenazah Pasien Covid-19

News | Kamis, 02 April 2020 | 19:03 WIB

Geger! Wanita Kejang-kejang di PN Jaktim Tenyata Lagi Gugat Cerai Suami

Geger! Wanita Kejang-kejang di PN Jaktim Tenyata Lagi Gugat Cerai Suami

News | Kamis, 02 April 2020 | 19:02 WIB

Desa di Gresik Lockdown, Pemdes Sekapuk Bagikan Sembako untuk Warganya

Desa di Gresik Lockdown, Pemdes Sekapuk Bagikan Sembako untuk Warganya

Jatim | Kamis, 02 April 2020 | 18:50 WIB

Gejala Virus Corona Covid-19 pada Anak Lebih Ringan, Kok Bisa?

Gejala Virus Corona Covid-19 pada Anak Lebih Ringan, Kok Bisa?

Health | Kamis, 02 April 2020 | 18:57 WIB

Terkini

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

5 Perbedaan Air Fork atau Coil Fork untuk Sepeda Gunung, Mending Mana?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:10 WIB

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:06 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

×