CEK FAKTA: Benarkah Covid-19 Tak Kuat Panas Indonesia seperti Klaim Luhut?

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Jum'at, 03 April 2020 | 07:15 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Covid-19 Tak Kuat Panas Indonesia seperti Klaim Luhut?
Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim, virus corona Covid-19 tidak kuat di bawah cuaca panas seperti di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam video konferensi pers yang disiarkan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2020).

"Karena? Dari hasil modeling yang ada, cuaca Indonesia di ekuitorial ini panas, dan juga humidity (kelembaban) tinggi itu untuk Covid-19 tidak kuat," ujar Luhut.

Kendati demikian, kata Luhut, cuaca di Indonesia juga tidak menjamin Covid-19 akan musnah kalau masyarakat tidak menjaga jarak secara fisik.

"Tapi kalau jaga jarak juga tidak dilakukan, itu enggak berarti. Sekarang tergantung kita," ucap dia.

Klaim Luhut, Covid-19 Tak Kuat terhadap Panas Indonesia (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)
Klaim Luhut, Covid-19 Tak Kuat terhadap Panas Indonesia (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)

Pernyataan Luhut ini terdapat pada menit ke 22.21 sampai 22.45 dalam video yang diunggah di kanal YouTube kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2020).

Benarkah Covid-19 tidak kuat terhadap panas Indonesia seperti diklaim Luhut Binsar Pandjaitan?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Suara.com, klaim yang disebutkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan adalah salah.

baca juga

Menurut WHO, Covid-19 dapat ditularkan di daerah dengan iklim yang panas dan lembab. Virus ini tidak mengenal area atau wilayah tertentu dalam penularannya.

Berikut ini penjelasan WHO yang dialihbahasakan dari situs resminya www.who.int, Kamis (2/4/2020).

"Virus COVID-19 dapat ditularkan di daerah dengan iklim panas dan lembab".

"Dari bukti sejauh ini, virus COVID-19 dapat ditularkan di SEMUA AREA, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Apa pun iklimnya, lakukan tindakan perlindungan jika Anda tinggal di, atau bepergian ke area yang melaporkan COVID-19. Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan. Dengan melakukan ini, Anda menghilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan menghindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda."

Penjelasan WHO, Covid-19 dapat ditularkan di daerah beriklim panas dan lembab (who.int)
Penjelasan WHO, Covid-19 dapat ditularkan di daerah beriklim panas dan lembab (who.int)

Selain itu, WHO juga menegaskan bahwa Covid-19 juga telah menginfeksi orang-orang di negara dengan cuaca yang panas. Sehingga berjemur di bawah sinar matahari tidak langsung mencegah virus corona.

"Memaparkan diri Anda di bawah sinar matahari atau ke suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C tidak mencegah penyakit coronavirus (Covid-19)".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan 5 Hal Ini Saat di Rumah Aja Selama Pandemi Covid-19

Lakukan 5 Hal Ini Saat di Rumah Aja Selama Pandemi Covid-19

Lifestyle | Kamis, 02 April 2020 | 20:29 WIB

Disinfektan Cegah Covid-19 Buatan Sendiri, Bisa untuk Kendaraan

Disinfektan Cegah Covid-19 Buatan Sendiri, Bisa untuk Kendaraan

Otomotif | Kamis, 02 April 2020 | 20:30 WIB

Luhut: Berdasarkan Pemodelan, Covid-19 Tak Kuat terhadap Panas Indonesia

Luhut: Berdasarkan Pemodelan, Covid-19 Tak Kuat terhadap Panas Indonesia

News | Kamis, 02 April 2020 | 20:12 WIB

Wabah Corona Belum Reda, MotoGP Prancis 2020 Resmi Ditunda

Wabah Corona Belum Reda, MotoGP Prancis 2020 Resmi Ditunda

Sport | Kamis, 02 April 2020 | 20:09 WIB

Meski Hanya di Rumah, WHO Anjurkan Warga Tetap Aktif Selama Pandemi Corona

Meski Hanya di Rumah, WHO Anjurkan Warga Tetap Aktif Selama Pandemi Corona

News | Kamis, 02 April 2020 | 20:38 WIB

Wadaw! Cuma Ditutup Tisu, Pria Ini Tampil Nyaris Telanjang di Tinder

Wadaw! Cuma Ditutup Tisu, Pria Ini Tampil Nyaris Telanjang di Tinder

Lifestyle | Kamis, 02 April 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×