Natalius Pigai: Ada Menteri Hobi Mabuk dan Main Perempuan

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 09 April 2020 | 15:19 WIB
Natalius Pigai: Ada Menteri Hobi Mabuk dan Main Perempuan
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai menyebut ada salah satu menteri yang gemar mabuk dan 'main perempuan'. Menteri itu bahkan kerap kali melahirkan kebijakan yang dianggapnya tidak waras.

Hal itu diungkap oleh Pigai melalui akun Twitter miliknya @nataliuspigai2. Ia mengklaim menteri tersebut menyalurkan hobinya itu hampir setiap malam.

"Seorang menteri tiap malam hidup mabuk-mabukan, minum-minuman keras dan cewek jadi pejabat NKRI," kata Pigai seperti dikutip Suara.com, Kamis (9/4/2020).

Ia mengklaim, aksi si menteri tersebut juga telah diketahui oleh atasan dan ketua umum partainya.

Namun, para petinggi jutru bergeming dan membiarkan si menteri menyalurkan hobinya itu.

"Bicaranya juga kelihatan, suaranya serak-serak," ungkap Pigai.

Ironisnya, si menteri juga seringkali melahirkan kebijakan 'jurus mabuk dan tak waras'. Namun Pigai tak mengungkap siapa sosok menteri yang ia maksud.

"Kebijakan jurus mabuk dan tak waras! Pejabat publik wajib dikritik dari kompetensi mental dan moralitas," imbuhnya.

Natalius Pigai klaim ada menteri Jokowi hobi mabuk dan main perempuan (Twitter/nataliuspigai2)
Natalius Pigai klaim ada menteri Jokowi hobi mabuk dan main perempuan (Twitter/nataliuspigai2)

Pengakuan Pigai tentang sosok menteri bersuara serak yang gemar mabuk dan main perempuan itu sontak menimbulkan teka-teki dikalangan publik.

baca juga

Banyak orang yang menebak-nebak siapa sosok menteri yang dimaksud oleh Pigai.

Dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Pigai memang membenci orang pemabuk. Bahkan, Pigai pernah menyeret adik kandungnya ke penjara saat ia mendapati sang adik sedang minum minuman keras pada 2014.

"Adik kandung saya penjarakan karena ketahuan minum minuman keras saat saya dan Yacob Nuwa Wea ke Nabire, Papua," kata Pigai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Genjar Tindak Penghina Jokowi, DPR: Rakyat Berhak Kritik Pemimpinnya

Polisi Genjar Tindak Penghina Jokowi, DPR: Rakyat Berhak Kritik Pemimpinnya

News | Kamis, 09 April 2020 | 13:29 WIB

Glenn Fredly Meninggal, Jokowi: Kehilangan Besar Bagi Dunia Musik Indonesia

Glenn Fredly Meninggal, Jokowi: Kehilangan Besar Bagi Dunia Musik Indonesia

News | Kamis, 09 April 2020 | 12:10 WIB

Menteri Sri Mulyani: Glenn Fredly Dikenal Peduli Kesejahteraan Seniman

Menteri Sri Mulyani: Glenn Fredly Dikenal Peduli Kesejahteraan Seniman

News | Rabu, 08 April 2020 | 23:04 WIB

Menteri Agama: Jenazah Umat Kristen Diminta Tak Disemayamkan Berhari-hari

Menteri Agama: Jenazah Umat Kristen Diminta Tak Disemayamkan Berhari-hari

News | Rabu, 08 April 2020 | 22:52 WIB

Pemerintah akan Beri Relaksasi Buat Nasabah KUR, Begini Syaratnya

Pemerintah akan Beri Relaksasi Buat Nasabah KUR, Begini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 08 April 2020 | 17:01 WIB

Dinilai Represif, Kapolri: Penegakan Hukum Tak Bisa Puaskan Semua Orang

Dinilai Represif, Kapolri: Penegakan Hukum Tak Bisa Puaskan Semua Orang

News | Rabu, 08 April 2020 | 13:05 WIB

PM Inggris Boris Johnson Menerima Oksigen di Unit Perawatan Intensif

PM Inggris Boris Johnson Menerima Oksigen di Unit Perawatan Intensif

Health | Rabu, 08 April 2020 | 13:36 WIB

Kabar Baik, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Mulai Stabil

Kabar Baik, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Mulai Stabil

News | Rabu, 08 April 2020 | 05:42 WIB

Kondisi PM Inggris Memburuk, Menlu Gantikan Boris Johnson

Kondisi PM Inggris Memburuk, Menlu Gantikan Boris Johnson

Video | Selasa, 07 April 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×