Tolak Puskesmas Lewoleba Jadi Tempat Karantina ODP, Warga Blokade Jalan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 15 April 2020 | 00:05 WIB
Tolak Puskesmas Lewoleba Jadi Tempat Karantina ODP, Warga Blokade Jalan
Sejumlah warga sedang memblokir jalan menuju Puskemas Lewoleba di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Selasa, (14/4). (ANTARA/HO-Istimewa)

Suara.com - Puluhan warga Desa di Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan blokade di jalan menuju ke Puskemas Lewoleba. Blokade dilakukan karena mereka menolak kalau puskesmas tersebut dijadikan sebagai tempat karantina warga dari daerah zona merah atau terpapar COVID-19.

"Pemerintah mau menjadikan Puskesmas Lewoleba sebagai tempat karantina orang dalam pemantauan (ODP), tetapi karena ada pengumuman bahwa, ada mahasiswa dari Jawa terindikasi COVID-19 berdasarkan rapid test, sehingga masyarakat menolak dengan cara memblokade jalan menuju Puskemas," kata Hermanus, seorang warga, Selasa (14/4/2020) malam.

Menurut dia, Puskesmas Lewoleba rencananya dijadikan sebagai tempat karantina bagi ODP dari zona merah. Mereka semua mahasiswa yang kebanyakan dari pulau Jawa yang melakukan mudik.

Sementara Karolus Laga, Ketua RT 8, Dusun IV Desa Pada mengatakan sebelumnya tidak ada sosialisasi tentang rencana menjadikan puskemas itu untuk karantina, sehingga masyarakat sepakat untuk menolak.

Dia mengatakan, gedung Puskesmas tersebut menjadi kewenangan pemerintah untuk melakukan karantina dan urusan pemerintah lainnya, tetapi pemerintah daerah selama ini tidak melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan masyarakat Desa Pada sehingga terjadi pemblokiran jalan masuk.

Dia menjelaskan, alasan blokade itu juga karena anak-anak mereka yang sedang kuliah di luar daerah, dilarang untuk pulang kampung.

Tetapi dilain sisi, pemerintah daerah justeru masih membawa mahasiswa lain untuk melakukan karantina di Puskesmas Lewoleba yang berada di Desa Pada.

"Masyarakat resah, karena penyakit ini tidak seperti penyakit lain dan kami tidak mau. Komitmen masyarakat Desa Pada tetap menolak Puskesmas baru itu jadi tempat karantina," katanya.

Sementara Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday secara terpisah meminta masyarakat tetap tenang dan jangan panik.

baca juga

"Pemerintah Kabupaten Lembata melakukan ini untuk kebaikan banyak orang, dan sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran COVID-19," kata Thomas Ola Langoday. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Berobat ke Surabaya, Kakek dari Kota Kediri Malah Tertular Corona

Niat Berobat ke Surabaya, Kakek dari Kota Kediri Malah Tertular Corona

Jatim | Selasa, 14 April 2020 | 22:00 WIB

Narik Angkot Saat Pandemi Covid-19, Riki Wajibkan Penumpang Pakai Masker

Narik Angkot Saat Pandemi Covid-19, Riki Wajibkan Penumpang Pakai Masker

News | Selasa, 14 April 2020 | 20:25 WIB

Mahfud MD: Keppres Bencana Nasional Tak Bisa Batalkan Kontrak Bisnis

Mahfud MD: Keppres Bencana Nasional Tak Bisa Batalkan Kontrak Bisnis

News | Selasa, 14 April 2020 | 20:22 WIB

Kena Hoaks Polisi Libur karena Corona, Residivis Tertangkap Lagi Curi Motor

Kena Hoaks Polisi Libur karena Corona, Residivis Tertangkap Lagi Curi Motor

News | Selasa, 14 April 2020 | 20:17 WIB

Terkini

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

×