Singapura Dihantui Ketakutan, Ini Pemicu Kasus Corona di Sana Meledak Lagi

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 16 April 2020 | 17:18 WIB
Singapura Dihantui Ketakutan, Ini Pemicu Kasus Corona di Sana Meledak Lagi
Singapura nampak sepi seperti kota hantu (Facebook/Jayden Tan)

Suara.com - Singapura terancam diserbu kasus corona alias Covid-19 gelombang kedua. Negeri Merlion kekinian mula khawatir. Pasalnya, kasus di sana justru melonjak dari sebelumnya diklaim mereda.

Sebelumnya, Singapura memang dipandang sebagai salah satu negara model rujukan dalam menangani pandemi corona. Mereka dinilai piawai serta tanggap melindungi warganya.

Mulai dari mempertimbangkan pembatasan total atau lockdown, termasuk penutupan tempat kerja, dan sebagainya. Angka kasus corona di sana, termasuk jumlah kematiannya pun diacungi jempol.

Tapi kini semuanya seolah berubah. Soalnya, angka kasus corona di sana tiba-tiba melejit naik. Sejumlah pengamat kemudian mengatakan, ledakan pandemi itu merupakan peringatan besar pada negara-negara lain untuk tetap waspada, bahkan saat tampaknya mereka berada di puncak krisis.

Kekinian, Singapura dihantui kasus gelombang kedua virus corona. Berdasarkan laporan The Straits Times, pada Rabu kemarin Singapura mulai mencatatkan angka pecah rekor pada kasus harian tertinggi.

Melansir dari Hops.id--jaringan Suara.com--, Kamis (16/4/2020), dalam sehari saja, Departemen Kesehatan Singapura mengumumkan kasus baru corona di Singapura mencapai 447 orang.

Angka ini membawa Singapura ke jurang ketakutan. Sebab, total kasus corona di sana kini mencapai 3.699 orang. Padahal, sebelumnya tren kasus corona di Singapura sudah sangat jauh menurun.

Petaka pekerja asing

Laporan menyebut, mulai tingginya kasus corona di Singapura terjadi usai ditemukannya banyak kasus baru di asrama-asrama pekerja asing. Dalam satu asrama saja, bisa ditemukan kasus hingga 40.

baca juga

Pihak berwenang bergegas mengarantina beberapa asrama yang menampung puluhan ribu pekerja, dan memindahkan sejumlah besar ke tempat tinggal lain dalam upaya untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Pada Jumat 10 April lalu, Singapura juga mengumumkan diserbu 198 kasus baru dengan satu kematian. Laporan itu langsung membuat Singapura melakukan sejumlah hal untuk memborder diri.

Pemerintah Singapura kini menerapkan aturan ketat mencegah penularan. Ada hukuman penjara dan denda bagi warga yang melanggar aturan tinggal di rumah.

Mereka juga melarang semua kunjungan dan transit jangka pendek dari luar negeri. Selain itu, semua acara yang melibatkan massa juga dilarang. Sekolah dan tempat peribadatan seperti masjid dan gereja juga ditutup.

Baru-baru ini Singapura bahkan mengumumkan perlunya persetujuan bagi warganya yang memegang paspor jangka panjang saat akan kembali ke negaranya.

Selain itu, pemerintah setempat akan membatalkan paspor warganya yang melanggar aturan tinggal di dalam rumah. Pelarangan pengunjung dari luar negeri terkait dengan temuan kasus impor.

Berbicara pada Jumat 10 April, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan pihaknya kini terus memperkuat diri. Walau pekerja asing sejauh ini telah membawa sejumlah malapetaka baru di Singapura, namun dia mengatakan bakal terus menjaga mereka.

“Kami akan terus memperhatikan kesejahteraan pekerja asing. Mereka datang ke Singapura untuk bekerja keras mencari nafkah, dan membagi rezeki bagi keluarga mereka di rumah (kampung).”

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepergok Bobol Minimarket Saat Corona, Satu Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Kepergok Bobol Minimarket Saat Corona, Satu Pelaku Tewas Ditembak Polisi

News | Kamis, 16 April 2020 | 17:16 WIB

Pembatasan Sosial, Hubungan Seksual Selama Pandemi Corona Juga Diharamkan?

Pembatasan Sosial, Hubungan Seksual Selama Pandemi Corona Juga Diharamkan?

News | Kamis, 16 April 2020 | 17:05 WIB

Sebelum Terpapar Covid-19, Andrea Dian Sedang Persiapan Bayi Tabung

Sebelum Terpapar Covid-19, Andrea Dian Sedang Persiapan Bayi Tabung

Entertainment | Kamis, 16 April 2020 | 17:00 WIB

Kartu Pra Kerja Ibarat Vaksin Bagi Korban PHK di Masa Corona

Kartu Pra Kerja Ibarat Vaksin Bagi Korban PHK di Masa Corona

Your Say | Kamis, 16 April 2020 | 16:52 WIB

Sepi karena Wabah Corona, Pedagang Sepatu Keliling Nangis Bingung Cari Uang

Sepi karena Wabah Corona, Pedagang Sepatu Keliling Nangis Bingung Cari Uang

News | Kamis, 16 April 2020 | 16:58 WIB

Restoran Tutup, Gisella Anastasia Berusaha Tak Pecat Karyawan

Restoran Tutup, Gisella Anastasia Berusaha Tak Pecat Karyawan

Entertainment | Kamis, 16 April 2020 | 16:50 WIB

Mendag Pastikan Beras Tak Akan Langka di Saat Pandemi Corona

Mendag Pastikan Beras Tak Akan Langka di Saat Pandemi Corona

Bisnis | Kamis, 16 April 2020 | 16:44 WIB

Telegram Mabes Polri: Bersiap Hadapi Kerusuhan di Tengah Wabah Corona

Telegram Mabes Polri: Bersiap Hadapi Kerusuhan di Tengah Wabah Corona

News | Kamis, 16 April 2020 | 16:42 WIB

Dijaga Ketat Aparat! Kondisi Terkini di Bundaran HI Pasca Heboh Temuan Tas

Dijaga Ketat Aparat! Kondisi Terkini di Bundaran HI Pasca Heboh Temuan Tas

News | Kamis, 16 April 2020 | 16:37 WIB

Lewati Indonesia, Kasus Virus Corona di Filipina Tertinggi di Asia Tenggara

Lewati Indonesia, Kasus Virus Corona di Filipina Tertinggi di Asia Tenggara

Health | Kamis, 16 April 2020 | 16:26 WIB

Terkini

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 17:42 WIB

Ratusan Polisi Dimutasi di Tengah Pusaran Isu Propam dan Manuver Jenderal

Ratusan Polisi Dimutasi di Tengah Pusaran Isu Propam dan Manuver Jenderal

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:42 WIB

MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman

MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 17:39 WIB

Dukung Ketahanan Energi Nasional Pertamina dan Toyota Perkuat Kolaborasi

Dukung Ketahanan Energi Nasional Pertamina dan Toyota Perkuat Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 17:33 WIB

Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah

Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 17:30 WIB

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Akpol Tahun Berapa? Ini Rekam Jejaknya

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Akpol Tahun Berapa? Ini Rekam Jejaknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:17 WIB

Apa Syarat Perpanjang SKCK? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Apa Syarat Perpanjang SKCK? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:17 WIB

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 17:16 WIB

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 17:12 WIB

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:03 WIB

×