Lapas Sorong Rusuh Napi Minta Bebas, DPR Desak Ditjen PAS Diaudit

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Kamis, 23 April 2020 | 15:15 WIB
Lapas Sorong Rusuh Napi Minta Bebas, DPR Desak Ditjen PAS Diaudit
Situasi Lapas Sorong, Rabu (22/4/2020). (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Kakisina)

Suara.com - Komisi III DPR menyayangkan peristiwa kerusuhan di Lapas Klas II B Sorong Provinsi Papua Barat. Lantaran itu, Anggota Komisi III Fraksi PKS Aboebakar Alhabsyi meminta aparat segera melakukan penyidikan

Ia mengatakan, adanya pembakaran fasilitas umum dalam lapas tentunya harus dipertanggungjawabkan.

"Sampai saat ini, berita yang beredar kerusuhan tersebut disebabkan kecemburuan karena adanya program asimilasi. Tentunya ini harus ada pendalaman, apakah memang ada something wrong dari program tersebut yang menyebabkan adanya reaksi dari penghuni lapas," kata Aboebakar dalam keterangannya, Kamis (23/4/2020).

Aboebakar mengemukakan penyelidikan terhadap informasi yang menyebut ada tarif tertentu untuk mendapatkan proses asimilasi juga perlu dilakukan. Nantinya dari hasil penyelidikan, bisa diketahui pemicu peristiwa kerusuhan tersebut.

"Tentunya Dirjen Pemasyarakatan perlu turun tangan untuk melakukan audit. Agar situasi serupa tidak terjadi di tempat lain," katanya.

Ia mengatakan, Fraksi PKS sudah mengusulkan agar ada komisi pengawas pemasyarakatan, yang fungsinya menjamin pemenuhan hak-hak warga binaan sehingga dapat mencegah terjadinya kerusuhan seperti di Sorong.

"Kemudian jika ada persoalan seperti ini, komisi independen tersebut yang akan melakukan audit atau pemeriksaan ke dalam lapas," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan warga binaan Lapas Sorong berbuat onar agar dibebaskan dengan alasan kemanusiaan di tengah wabah COVID-19 yang melanda Indonesia, Rabu (23/4/2020).

Narapidana tersebut membakar kasur dan berusaha menjebol tembok untuk membebaskan diri, namun aksi tersebut berhasil digagalkan aparat TNI dan Polri.

baca juga

Kepala Lapas Sorong Nunus Ananto mengatakan aksi yang dilakukan oleh 335 warga binaan tersebut bertujuan agar mereka dibebaskan.

"Mereka minta dibebaskan dengan alasan kemanusiaan ingin merasakan hidup bebas seperti warga lainnya dan khawatir dengan wabah ini," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, kekinian situasi sudah aman dan petugas Lapas melakukan pendekatan persuasif dengan narapidana tersebut agar kembali ke kamar masing-masing.

Terpisah, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, ada 300 prajurit gabungan dari unsur TNI dan Polri yang dikerahkan guna mengamankan situasi.

Ia menyampaikan bahwa aksi warga binaan tersebut berkaitan dengan permintaan asimilasi dan mereka diimbau agar tenang sehingga permasalahan dapat diselesaikan.

"Di lapangan sudah tenang dan warga binaan dihimbau agar tidak lagi beraksi. Aparat gabungan TNI dan Polri masih terus siaga sampai situasi benar-benar aman," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Bebas saat Corona, Napi Lapas Sorong Bakar-bakaran hingga Jebol Tembok

Agar Bebas saat Corona, Napi Lapas Sorong Bakar-bakaran hingga Jebol Tembok

News | Kamis, 23 April 2020 | 02:58 WIB

Komisi III DPR: Perppu Corona Tak Rasional, Banyak Lembaga Diintervensi

Komisi III DPR: Perppu Corona Tak Rasional, Banyak Lembaga Diintervensi

News | Senin, 20 April 2020 | 13:54 WIB

Tak Ingin Ulah Stafsus Terulang, DPR Sarankan Buat UU Etika Pejabat Negara

Tak Ingin Ulah Stafsus Terulang, DPR Sarankan Buat UU Etika Pejabat Negara

News | Kamis, 16 April 2020 | 19:37 WIB

Pembakar Lapas Sorong saat Papua Rusuh Ternyata Dilakukan Napi

Pembakar Lapas Sorong saat Papua Rusuh Ternyata Dilakukan Napi

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:32 WIB

Rusuh di Lapas Sorong, 258 Tahanan Kabur Kini Jadi Buronan

Rusuh di Lapas Sorong, 258 Tahanan Kabur Kini Jadi Buronan

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 08:57 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×