Anak Korban Pembantaian Westerling Dapat Ganti Rugi dari Belanda

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 27 April 2020 | 13:48 WIB
Anak Korban Pembantaian Westerling Dapat Ganti Rugi dari Belanda
Istana Raja Belanda di Amsterdam. [suara.com/Madinah]

Suara.com - Seorang kakek berusia 83 tahun mendapat kompensasi dari pemerintah Belanda atas peristiwa masa penjajahan dulu yang menewaskan ayahnya.

Andi Monji, seorang kakek dari Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan mendapatkan kompensasi sebesar 10.000 euro atau sekitar 168 juta rupiah.

Menyadur dari ABC, Monji adalah anak dari korban pembantaian Westerling.

"Ayahnya, Tuan Monjong, adalah salah satu dari 200-an lelaki yang dieksekusi mati saat pembersihan Desa Suppa pada tanggal 28 Januari 1947," kata pengacara Monji, Liesbeth Zegveld kepada ABC.

Monji harus melakukan perjalanan ke Den Haag belanda pada Maret lalu untuk bersaksi di depan pengadilan tentang peristiwa pembantaian tersebut.

Kala itu, ia baru berusia 10 tahun ketika menyaksikan ayahnya dieksekusi di hadapannya.

Pemerintah Belanda secara formal telah meminta maaf atas kekerasan brutal yang terjadi di Indonesia selama penjajahan.

Banyak kekejaman yang terjadi ketika Belanda menentang berdirinya negara Indonesia usai Soekarno memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Upaya Belanda untuk merebut kembali Indonesia pada tahun 1940-an mulanya disebut dengan istilah tingakan polisi menumpas teroris dan ekstrimis nasionalis.

baca juga

Menurut sejarawan Chris Lorenz, "Pemerintah Belanda pada awalnya mencoba untuk mewakili perang kolonial terakhirnya sebagai kelanjutan dari Perang Dunia II, yaitu dengan melawan fasis Jepang."

Di Sulawesi Selatan, pasukan Belanda melancarkan gerakan yang dikenal sebagai 'metode Westerling'.

Mereka menyasar desa-desa dan emisahkan para pria dari wanita dan anak-anak. Orang-orang yang diduga memiliki sikap anti-Belanda langsung dieksekusi.

Penyelidikan Belanda pada tahun 1950-an menemukan bahwa lebih dari 3000 orang telah terbunuh dalam 3 bulan. Bahkan, perkiraan dari Indonesia angka itu bisa lebih tinggi.

Selain Monji, ada pula Yaseman yang turut memberikan kesaksian dalam sidang atas kekerasan masa lalu Belanda.

Yaseman adalah seorang petani di Jawa Timur yang mengalami kekerasan fisik oleh tentara Belanda pada tahun 1947.

Saat itu, tentara menghancurkan tengkoraknya dengan sebongkah kayu dan menyundurkan rokok ke kepalanya.

Dua bekas luka di kulit kepalanya diperlihatkan kepada para hakim pengadilan melalui aplikasi Skype.

Ia juga mengaku dipaksa untuk minum air sebanyak-banyaknya kemudian mendapat tendangan di perutnya.

Yaseman juga mengatakan sempat merasakan pedihnya disetrum oleh para tentara.

Namun, sebelum Yaseman mendapat keputusan dan kompensasi dari pengadilan Belanda, pria berumu 89 tahun tersebut meninggalkan dunia terlebih dahulu.

Pemerintah Belanda pun dituntut untuk membayar ganti rugi senilai 12000 Dolar Amerika atas kekejaman masa lalu itu. Namun, mereka masih mengajukan banding atas tuntutan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Corona, Pelajar Belanda Arungi Samudra Atlantik untuk Pulang

Imbas Corona, Pelajar Belanda Arungi Samudra Atlantik untuk Pulang

News | Senin, 27 April 2020 | 12:42 WIB

Liga Belanda Dihentikan, Hakim Ziyech Bisa Gabung Chelsea Lebih Cepat

Liga Belanda Dihentikan, Hakim Ziyech Bisa Gabung Chelsea Lebih Cepat

Bola | Minggu, 26 April 2020 | 12:15 WIB

Ajax Bisa Menerima Tak Ada Juara Eredivisie, Utrecht dan Cambuur Kecewa

Ajax Bisa Menerima Tak Ada Juara Eredivisie, Utrecht dan Cambuur Kecewa

Bola | Sabtu, 25 April 2020 | 08:30 WIB

Liga Belanda Resmi Dihentikan Tanpa Juara dan Degradasi

Liga Belanda Resmi Dihentikan Tanpa Juara dan Degradasi

Bola | Sabtu, 25 April 2020 | 05:51 WIB

Sebaran Covid-19 Turun, Sekolah di Belanda Akan Dibuka pada 11 Mei 2020

Sebaran Covid-19 Turun, Sekolah di Belanda Akan Dibuka pada 11 Mei 2020

News | Kamis, 23 April 2020 | 15:07 WIB

Terkini

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Video | Selasa, 15 September 2026 | 13:54 WIB

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:51 WIB

×