Array

Petugas Pemulasaran Jenazah Corona: Kami Kirim Foto Almarhum ke Keluarga

Senin, 27 April 2020 | 20:24 WIB
Petugas Pemulasaran Jenazah Corona: Kami Kirim Foto Almarhum ke Keluarga
Proses pemakaman jenazah pasien covid-19 (Dok.UGM)

Suara.com - Sahrul Ridha mengisahkan pengalamannya ketika menjadi petugas pemulasaran jenazah orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19.

Petugas Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) di RSPI Sulianti Saroso tersebut terkadang mengaku trenyuh saat merawat jenazah pasien virus corona.

Terlebih selama proses pemulasaran, pihak keluarga tidak diizinkan melihat jenazah meski untuk yang terakhir kalinya.

Hanya petugas pemulasaranlah yang diperbolehkan melihat jenazah pasien yang terdampak virus corona.

Kepada BBC.com -- jaringan Suara.com, Sahrul membagikan dokumentasi saat dirinya dan beberapa petugas pemulasaran merawat jenazah pasien Covid-19.

"Jenazah (muslim) ditayamumkan atau diwudhukan, setelah itu kami kafani lalu disalatkan dan dimakamkan," ucap Sahrul dalam videonya.

Sahrul kemudian mengatakan sebelum proses pemakaman, petugas pemulasaran terlebih dahulu mengambil dokumentasi jenazah pasien Covid-19 untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Ketika kita memakaikan pakaiannya jika jenazah bukan muslim, atau mengkafaninya jika muslim. Kita abadikan dengan foto dan video lalu kita kirimkan kepada keluarga," sambungnya, seperti dikutip Suara.com, Senin (27/4/2020).

Tindakan ini dilakukan semata-mata untuk menebus sedikit rasa kesedihan pihak keluarga yang tak bisa melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya.

Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Ramadan Menurut Anjuran Rasulullah dan Artinya

"Walau sudah jadi jenazah, mereka (keluarga) bisa lihat saat terakhir (pasien)," kata Sahrul.

Lebih lanjut, dalam videonya, Sahrul berharap tim medis lebih cepat mengeluarkan hasil pemeriksaaan jenazag yang meninggal dunia saat wabah virus corona.

Petugas pemulasaran mensalatkan jenazah pasien Covid-19. (BBC)
Petugas pemulasaran mensalatkan jenazah pasien Covid-19. (BBC)

"Kalau dari pihak kedokteran memiliki hasil (tes) akurat, segeralah diberitahukan kepada keluarga atau kami sebagai petugas," kata Sahrul.

Sebab, petugas pemulasaran seringkali mengalami kekhawatiran karena ada pasien yang meninggal dunia sebelum hasil tes pemeriksaan keluar.

Bila tim medis mengeluarkan hasil tes lebih cepat, maka menurut Sahrul, petugas pemulasaran tidak menyimpan kekhawatiran mendalam saat mengurus jenazah. Selain itu, pihak keluarga juga bisa ikut mengurus jenazah kalau hasilnya negatif.

"Jadi ketika melakukan pemulasaran jenazah nggak ada rasa kekhawatiran yang berlebihan," kata Sahrul memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI