Malaysia Tiru Indonesia Jual Makanan Secara Digital saat Ramadan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 29 April 2020 | 03:55 WIB
Malaysia Tiru Indonesia Jual Makanan Secara Digital saat Ramadan
Ilustrasi pasar. (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Saat Ramadan datang, biasanya banyak bazar yang menjual hidangan khas untuk berbuka puasa. Namun untuk tahun ini kebiasaan tersebut tidak bisa dilaksanakan akibat pandemi virus corona.

Bukan hanya di Indonesia yang ikut terdampak, di Malaysia juga pedagang-pedagang panganan khas Ramadan ikut jungkir balik akibat dibatalkannya bazar Ramadhan.

Agar tetap bisa berjual, para pedagang makanan khas harus menjualnya secara online, baik melalui aplikasi Whatsapp dan Facebook, seperti dilansir dari Reuters.

Salah satunya adalah Siti Zabedah Abdul Wahab yang menjual martabak selama 15 tahun di Malaysia. Ia harus berjualan secara online akibat dibatalkannya bazar Ramadhan di tengah pandemi virus corona.

"Ini adalah pertama kalinya kami berjualan secara online, jadi kami ingin memulai lebih awal untuk memastikan pelanggan kami dapat menemukan kami," kata Siti Zabedah yang berusia 38 tahun kepada Reuters.

Pihak berwenang Malaysia telah memberlakukan lockdown hingga pertengahan Mei dan membatalkan pasar Ramadan.

Akibatnya, para pedagang di Malaysia tersebut kini beralih ke platform digital terinspirasi dari fenomena banyaknya 'warung online' yang dapat di-order melalui aplikasi ojek online.

"Di Indonesia, Anda dapat memesan hampir semua yang Anda inginkan di aplikasi," kata Rosli Sulaiman, presiden Asosiasi Pedagang Melayu dan Pedagang Melayu Malaysia dikutip dari Reuters.

"Di sini (Malaysia) kita harus melakukan sedikit lebih mendidik karena sebagian besar vendor terbiasa berjualan di jalan. Menjadi online atau berurusan dengan transaksi tanpa uang tunai akan menjadi sesuatu yang baru bagi mereka," tambahnya.

Pedagang Malaysia sangat terdampak dari kebijakan lockdown, dengan perkiraan kerugian sekitar 50 juta ringgit (sekitar Rp 176,5 miliar) pada sekitar 100.000 pedagang.

Untuk mengurangi dampak tersebut, beberapa perusahaan telah mengembangkan platform e-bazaar untuk membantu pedagang pasar Ramadhan bermitra dengan perusahaan pengiriman, dan menjangkau lebih banyak pelanggan secara online.

Namun untuk pedagang makanan kecil, lebih memilih untuk menawarkan dagangan melalui sosial media. Sebab tidak memiliki cukup keuntungan untuk dibagi dengan perusahaan platform tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena PHK karena Wabah Corona, Din Terpaksa Pulang Kampung Jalan Kaki 428 Km

Kena PHK karena Wabah Corona, Din Terpaksa Pulang Kampung Jalan Kaki 428 Km

News | Selasa, 28 April 2020 | 18:40 WIB

Tak Kalah dari Herbal China, Jamu Indonesia Siap Diuji untuk Obati Corona

Tak Kalah dari Herbal China, Jamu Indonesia Siap Diuji untuk Obati Corona

Health | Selasa, 28 April 2020 | 17:55 WIB

Lebih dari 70 Persen Kasus Import Covid-19 Malaysia Berasal dari Indonesia

Lebih dari 70 Persen Kasus Import Covid-19 Malaysia Berasal dari Indonesia

Health | Selasa, 28 April 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB