Vaksin dari Darah Pasien Sembuh Covid-19 Dijual Lewat Dark Web

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 30 April 2020 | 14:24 WIB
Vaksin dari Darah Pasien Sembuh Covid-19 Dijual Lewat Dark Web
Ilmuwan Turki selesaikan fase 1 vaksin Covid-19. (Anadolu Agency)

Suara.com - Penjualan vaksin covid-19 yang berasal dari darah pasien positif virus corona yang berhasil sembuh telah terjadi lewat dark web--bagian internet yang tidak bisa diakses sembarang orang.

Dikutip dari 9News, Kamis (30/4/2020), penjualan vaksin abal-abal ditu dilakukan para scammers atau kelompok penipu yang kerap melancarkan aksinya lewat dunia maya.

Kepala Petugas Kesehatan New South Wales (NSW) Australia, Dr. Kerry Chant mengaku khawatir dengan fenomena tersebut. Orang-orang diminta untuk lebih hati-hati dalam menerima informasi di internet.

"Orang-orang harus sangat berhati-hati ketika memposting atau menyerap informasi tanpa memeriksanya terlebih dahulu," ujar Kerry Chant seperti diberitakan 9News, Kamis (30/4/2020).

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Para peneliti dari Australian Institute of Criminology ANU menemukan bahwa penjahat siber telah mengambil keuntungan dari krisis kesehatan global akibat virus Corona.

Mereka memanfaatkan kekhawatiran orang-orang dengan menjual obat-obatan antivirus, Alat Pelindung Diri (APD), hingga vaksin yang tak teruji klinis.

Kepala Peneliti dari ANU, Rod Broadhurst meyakini bahwa peredaran obat-obatan ilegal itu, termasuk vaksin dari darah pasien Covid-19 justru mempersulit misi memerangi virus Corona.

Orang-orang yang membeli dan terlanjur percaya, disebut Broadhurst, akan berisiko lebih besar terinfeksi virus Corona karena mereka berpikir telah memiliki kekebalan dengan mengonsumsi obat atau vaksin tersebut.

Broadhurst menjelaskan bahwa sampel darah pasien sembuh dari Covid-19 memang dapat menjadi petunjuk bagi penemuan obat di masa depan.

baca juga

Namun, darah yang langsung diinjeksi atau ditelan oleh manusia tak memiliki bukti bisa menyembuhkan atau membuat seseorang kebal terhadap virus Corona.

"Vaksin palsu dapat membantu dalam penyebaran virus karena pengguna dapat berperilaku seolah-olah mereka kebal padahal tetap berisiko terkena virus Corona," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Penemuan Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Dipercepat?

Mengapa Penemuan Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Dipercepat?

Video | Rabu, 29 April 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:27 WIB

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:17 WIB

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:52 WIB

×