1,6 Miliar Pekerja Informal Terancam Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

Syaiful Rachman | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 18:54 WIB
1,6 Miliar Pekerja Informal Terancam Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan 1,6 miliar pekerja di sektor perekonomian informal dunia menghadapi ancaman kehilangan mata pencaharian dan kesejahteraan mereka, akibat semakin menurunnya jam kerja global karena pandemi virus corona COVID-19.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (30/4/2020), ILO mengatakan bahwa jumlah tersebut hampir setengah dari jumlah angkatan kerja global.

“Sejalan dengan perkembangan pandemi dan krisis ketenagakerjaan, kebutuhan untuk melindungi mereka yang paling rentan menjadi semakin mendesak,” kata Direktur Jenderal ILO Guy Ryder dalam pernyataan tersebut.

Laporan ‘Monitor ILO edisi ketiga: COVID-19 dan dunia kerja’ menyebutkan penurunan jam kerja di kuartal kedua tahun 2020 ini diperkirakan akan lebih buruk dibandingkan dengan estimasi sebelumnya.

Dibandingkan dengan angka sebelum krisis global akibat COVID-19 terjadi, yakni kuartal 4 tahun 2019, saat ini diperkirakan akan terjadi kemerosotan sebesar 10,5 persen, atau setara dengan 305 juta pekerjaan penuh waktu (dengan asumsi 48 jam kerja per pekan).

Estimasi penurunan sebelumnya adalah sebesar 6,7 persen, atau setara dengan 195 juta pekerja penuh waktu. Perubahan tersebut diakibatkan perpanjangan dan perluasan tindakan karantina, jelas ILO.

Sebagai akibat dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi global tersebut, hampir sekitar 1,6 miliar pekerja perekonomian informal dari sekitar dua juta miliar di seluruh dunia, dan 3,3 miliar angkatan kerja global, menghadapi dampak besar dalam kapasitas mereka untuk memperoleh pendapatan.

Dampak tersebut dikarenakan kebijakan karantina atau karena mereka bekerja di sektor yang paling terkena imbas pandemi.

Dalam bulan pertama di mana krisis ini terjadi, diperkirakan terjadi penurunan sebesar 60 persen dari penghasilan pekerja informal secara global. Bila dirinci di masing-masing kawasan, kemerosotan 81 persen terjadi di kawasan Afrika dan Amerika, 21,6 persen di kawasan Asia dan Pasifik dan 70 persen di Eropa dan Asia Tengah.

“Tanpa sumber penghasilan alternatif, para pekerja dan keluarganya tidak memiliki sarana apapun untuk bertahan,” demikian laporan ILO.

Selain pekerja sektor informal, jutaan usaha juga menghadapi risiko tinggi akan gangguan yang serius. Usaha-usaha tersebut beroperasi di sektor ekonomi dan yang paling terkena imbas pandemi termasuk 232 juta di sektor usaha eceran (ritel), 111 juta di bidang manufaktur, 51 juta di akomodasi dan jasa makanan, serta 42 juta di usaha properti dan kegiatan usaha lainnya.

ILO pun menyerukan pengambilan tindakan-tindakan yang mendesak, tersasar dan fleksibel guna mendukung pekerja dan dunia usaha, khususnya usaha kecil, mereka yang berada di ekonomi informal, serta pihak lain yang rentan.

Tindakan-tindakan untuk kembali menggerakkan ekonomi harus mengikuti pendekatan yang padat karya, didukung oleh kebijakan dan lembaga ketenagakerjaan yang lebih kuat serta sistem perlindungan sosial dengan sumber daya yang lebih baik dan menyeluruh.

Koordinasi internasional mengenai paket stimulus dan tindakan pembebasan hutang juga akan menjadi penting dalam memastikan proses pemulihan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Standar-standar ketenagakerjaan internasional, yang telah disepakati secara tripartit, juga dikatakan dapat menjadi kerangka kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Iklim Ubah Tempat Kerja Jadi Zona Bahaya, Pekerja Rentan Paling Terpukul

Krisis Iklim Ubah Tempat Kerja Jadi Zona Bahaya, Pekerja Rentan Paling Terpukul

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:42 WIB

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB

Tolak Konvensi ILO, Koalisi Ojol Ngotot Tolak Status Karyawan, Pengin Tetap Jadi Mitra

Tolak Konvensi ILO, Koalisi Ojol Ngotot Tolak Status Karyawan, Pengin Tetap Jadi Mitra

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 19:34 WIB

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Ajak Korban Kekerasan di Tempat Kerja Berani Bicara, KSBSI: Butuh Dukungan, Bukan Bully!

Ajak Korban Kekerasan di Tempat Kerja Berani Bicara, KSBSI: Butuh Dukungan, Bukan Bully!

News | Senin, 09 Desember 2024 | 19:00 WIB

Terbukti Ampuh Cegah Kemiskinan, ILO dan BPJS Ketenagakerjaan Gelar Forum Internasional Bahas Perlindungan Pengangguran

Terbukti Ampuh Cegah Kemiskinan, ILO dan BPJS Ketenagakerjaan Gelar Forum Internasional Bahas Perlindungan Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 17:07 WIB

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 11:59 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB