Klaim Punya Bukti, Donald Trump Yakin Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2020 | 12:51 WIB
Klaim Punya Bukti, Donald Trump Yakin Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tentang perkembangan pandemi virus corona di Gedung Putih. [AFP]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim memunyai bukti virus corona atau SARS-CoV-2 memang berasal dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan, China.

Kendati yakin terhadap asumsinya, presiden berusia 73 tahun itu enggan membeberkan secara spesifik seperti apa bukti-bukti yang dia maksudkan.

Berbicara saat konferensi pers di Gedung Putih, Donald Trump menuding China memang sengaja tak menghentikan penyebaran virus atau membiarkannya menyebar.

"Kita akan melihat dari mana--kita akan melihat dari mana virus itu berasal. Ada banyak teori," ujar Donald Trump dilansir Sky News, Jumat (1/5/2020).

"China mungkin bisa memberi tahu kita. Saya punya (bukti). Tapi saya tak bisa memberi tahu Anda, tidak diizinkan," tambahnya.

Sejumlah calon penumpang mengantre di Staisun Hankou, Kota Wuhan sesaat setelah status lockdown dicabut. (Foto: AFP)
Sejumlah calon penumpang mengantre di Staisun Hankou, Kota Wuhan sesaat setelah status lockdown dicabut. (Foto: AFP)

Insititut Virologi Wuhan telah menolak tuduhan Donald Trump. Mereka megatakan bahwa munculnya virus Corona adalah kejadian rumit yang harus diteliti ilmuan.

Saya ingin menunjukkan lagi bahwa asal virus adalah masalah ilmiah yang kompleks, dan itu harus dipelajari oleh para ilmuwan dan profesional," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.

Sebagai balasan, Geng Shuang mengatakan bahwa Amerika Serikat tak usah menghabiskan waktu menuding China sebagai pembawa virus, dan lebih baik mengurusi masalahnya sendiri.

"Mereka (Amerika Serikat) lebih baik mengendalikan pandemi di rumah (sendiri)," tandas Geng Shuang.

Virus Corona pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei. Setelah sempat menjadi episentrum wabah, China kekinian mampu mengontrol kasus infeksi ke tingkat rendah.

Dilansir Worldometers, Jumat (1/5/2020), China secara keseluruhan telah mencatatkan lebih dari 82 ribu kasus positif Covid-19, dengan jumlah kematian mencapai 4.633 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Gratis untuk Hentikan Pandemi Covid-19, Mungkinkah Terjadi?

Vaksin Gratis untuk Hentikan Pandemi Covid-19, Mungkinkah Terjadi?

Health | Jum'at, 01 Mei 2020 | 10:05 WIB

Terkini

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:33 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB