Pemimpin Dunia Sepakat Galang Rp 120 T untuk Ciptakan Vaksin Virus Corona

Bangun Santoso

Selasa, 05 Mei 2020 | 13:08 WIB
Pemimpin Dunia Sepakat Galang Rp 120 T untuk Ciptakan Vaksin Virus Corona
Para pemimpin dunia sepakat untuk bekerjasama mencari vaksin virus corona

Suara.com - Sejumlah pemimpin dunia berikrar menyumbangkan lebih dari US$8 miliar, atau sekitar Rp 120 triliun, untuk pengembangan vaksin virus corona serta mendanai penelitian pengobatan pasien Covid-19.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan negara-negara berkembang harus mendapat akses yang sama, tepat waktu, dan dapat dijangkau terhadap obat Covid-19.

Sejumlah 40 negara dan pendonor berpartisipasi dalam pertemuan yang digelar secara daring oleh Uni Eropa.

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, selaku tuan rumah, mengatakan dana yang dijanjikan itu akan membantu memacu kerja sama global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia mengatakan aksi negara-negara itu menunjukkan nilai sejati dari persatuan dan kemanusiaan. Namun dia mewanti-wanti, banyak hal yang harus dilakukan di kemudian hari.

Kapan vaksin virus corona bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia? Enam vaksin virus corona yang sudah diuji coba pada manusia Berpacu melawan waktu untuk temukan vaksin virus corona

Secara keseluruhan, lebih dari 30 negara, bersama dengan PBB, badan filantropi, serta lembaga penelitian, memberikan sumbangan.

Penyanyi pop Madonna juga termasuk sebagai pendonor yang menjanjikan US$1 juta, atau setara Rp 15 miliar, kata Von der Leyen.

Komisi Eropa menjanjikan US$1 miliar, atau setara Rp15 triliun, untuk mendanai penelitian tentang vaksin.

baca juga

Sementara Perancis berikrar memberi bantuan €500 juta, atau setara Rp 8 triliun, demikian juga Arab Saudi dan Jerman.

Sedangkan Jepang menjanjikan lebih dari US$800 juta, atau setara Rp 12 triliun.

AS dan Rusia tidak ambil bagian dalam inisiatif tersebut. Sementara China, tempat wabah itu bermula pada Desember silam, diwakili oleh duta besarnya untuk Uni Eropa.

Dari total bantuan yang dikumpulkan, sebanyak US$4,4 miliar (Rp 66 triliun) dialokasikan untuk pengembangan vaksin, sementara US$2 miliar (Rp 30 triliun) untuk penelitian pengobatan, dan US$1,6 miliar (Rp 24 triliun) untuk produksi alat tes, kata Uni Eropa.

Dalam sambutan pembukaannya di KTT itu, Von der Leyen mengatakan setiap orang harus ikut serta untuk mendanai "upaya yang benar-benar global".

"Saya percaya 4 Mei akan menandai titik balik dalam perjuangan kita melawan virus corona karena hari ini dunia berkumpul bersama," katanya.

"Mitranya banyak, tujuannya satu: untuk mengalahkan virus ini."

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan, "semakin kita bersama" dalam berbagi keahlian, "semakin cepat ilmuwan kita akan berhasil" dalam mengembangkan vaksin.

Johnson, yang menghabiskan tiga malam dalam perawatan intensif karena didiagnosa positif Covid-19, mengonfirmasi Inggris berjanji memberi bantuan £388 juta (Rp 7,27 triliun) untuk penelitian vaksin, pengujian dan perawatan.

Bersama dengan Komisi Eropa, konferensi ini diselenggarakan bersama oleh Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, dan Arab Saudi.

Perdana Menteri Italia, Giueseppe Conte; Presiden Prancis, Emmanuel Macron; dan Kanselir Jerman, Angela Merkel termasuk dari pemimpin dunia yang menyepakati inisiatif tersebut.

Dalam surat terbuka yang diterbitkan di surat kabar akhir pekan, para pemimpin mengatakan dana yang dikumpulkan akan "memulai kerja sama global yang belum pernah terjadi sebelumnya antara ilmuwan dan regulator, industri dan pemerintah, organisasi internasional, yayasan dan profesional kesehatan".

"Jika kita dapat mengembangkan vaksin yang diproduksi oleh dunia, untuk seluruh dunia, ini akan menjadi barang publik global yang unik di abad ke-21," tambah mereka.

Pada saat yang sama, para pemimpin dunia itu memberikan dukungan mereka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghadapi kritik AS terhadap penanganan wabahnya.

Sementara itu, PBB mengatakan kembalinya kehidupan normal hanya akan mungkin terjadi dengan adanya vaksin.

Puluhan proyek penelitian yang berusaha menemukan vaksin saat ini sedang berlangsung di seluruh dunia.

Bahkan dengan komitmen finansial yang lebih besar, perlu waktu untuk mengetahui mana yang mungkin bekerja dan seberapa baik.

Sebagian besar ahli berpikir mungkin diperlukan hingga pertengahan 2021, sekitar 12-18 bulan setelah virus baru pertama kali muncul, agar vaksin tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona

Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:55 WIB

Belum Ada Vaksin, Kemenristek Teliti Pil Kina untuk Obat Virus Corona

Belum Ada Vaksin, Kemenristek Teliti Pil Kina untuk Obat Virus Corona

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:43 WIB

Ini 3 Metode Tes Deteksi Virus Corona Menurut Pakar

Ini 3 Metode Tes Deteksi Virus Corona Menurut Pakar

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:37 WIB

Diperiksa Swab, 3 Penumpang KRL Bogor Positif Corona

Diperiksa Swab, 3 Penumpang KRL Bogor Positif Corona

Jabar | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:33 WIB

3 Dokter Rusia Jatuh dari Jendela setelah Mengkritik Layanan Kesehatan

3 Dokter Rusia Jatuh dari Jendela setelah Mengkritik Layanan Kesehatan

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:41 WIB

Hipoksia Termasuk Komplikasi Corona Covid-19 Mematikan, Ini Tanda Umumnya!

Hipoksia Termasuk Komplikasi Corona Covid-19 Mematikan, Ini Tanda Umumnya!

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:28 WIB

Cara Aman Bengkel Scooter VIP Manjakan Konsumen di Tengah Pandemi Corona

Cara Aman Bengkel Scooter VIP Manjakan Konsumen di Tengah Pandemi Corona

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:40 WIB

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:35 WIB

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:31 WIB

Holding BUMN Perkebunan Pertimbangkan Pakai AI untuk Strategi Komunikasi

Holding BUMN Perkebunan Pertimbangkan Pakai AI untuk Strategi Komunikasi

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:29 WIB

5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Buat Jalan hingga Lari

5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Buat Jalan hingga Lari

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:25 WIB

BEI Catat 9 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Paling Mendominasi

BEI Catat 9 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Paling Mendominasi

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:20 WIB

Timnas Indonesia Tak Bertanding di FIFA Matchday November, John Herdman Panggil Wajah Baru Ikut TC

Timnas Indonesia Tak Bertanding di FIFA Matchday November, John Herdman Panggil Wajah Baru Ikut TC

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 14:19 WIB

Feng Shui Kamar Mandi di Dalam Kamar Tidur, Ini 7 Hal yang Perlu Diperhatikan

Feng Shui Kamar Mandi di Dalam Kamar Tidur, Ini 7 Hal yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:16 WIB

×