Sebelum Meninggal, Pasien Covid-19 di Singapura Dinyatakan Sembuh

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 13:48 WIB
Sebelum Meninggal, Pasien Covid-19 di Singapura Dinyatakan Sembuh
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Ms Salha Mesbee merupakan salah satu pasien covid-19 asal Singapura yang meninggal dunia. Ada kisah haru yang terjadi sebelum ia menghembuskan napas terakhir.

Warga Singapura berusia 58 tahun itu telah melakukan perjalanan ke Turki bersama suaminya sebelum dinyatakan positif mengidap virus corona pada 26 Maret dan meninggal pada 30 April, seperti dilansir dari Channel News Asia.

Ms Salha Mesbee ini adalah pasien termuda di Singapura yang meninggal karena virus COVID-19.

Siti Noraisah Ali, anak tertua dari Salhha Mesbee ini mengatakan bahwa seminggu sebelum kematian ibunya, seorang dokter memberi tahu dia melalui telepon bahwa sang ibu sudah bebas dari virus corona.

"Mama dipastikan bebas dari covid-19. Sayangnya, tubuhnya tidak dapat bertahan lebih lama lagi," kata Ms Noraisah dikutip dari CNA.

"Kami diberi tahu bahwa kondisi Mama telah memburuk, dampak virus telah mencapai otaknya dan harapannya tipis," kata ibu rumah tangga, yang menjalankan bisnis rumahan.

Ayah dan dua saudara lelakinya juga ikut terpapar covid-19, namun mereka berhasil sembuh dan dipulangkan. Sedangkan Ms Salha tetap dirawat intensif kareana terjadi komplikasi.

"Dia dirawat di unit perawatan intensif (ICU) karena paru-parunya lemah dan tekanan darahnya rendah. Kemudian mulai menyebar ke organ lain seperti ginjal dan jantung. Dokter mengatakan dia adalah salah satu pasien yang sangat kritis," jelas Ms. Noraisah.

Ketika Ms Salha dinyatakan bebas virus covid-19, memunculkan sedikit harapan di keluarganya.

"Pertarungannya dengan covid-19 telah berakhir. Kami senang karena ia tidak lagi menderita penyakit tersebut," kata Noraisah.

Tapi harapannya hilang satu hari kemudian, ketika keluarga menerima kabar mengejutkan dari dokter.

"Pada malam terakhir tersebut, dokter memeriksa matanya. Mama tidak merespons cahaya, jadi dokter melakukan CT scan dan menemukan pembengkakan di otaknya," katanya.

"Keesokan paginya, dokter memastikan bahwa ia mengalami otaknya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehiudupan, dia mengandalkan sistem alat pendukung untuk bertahan hidup. Kami harus membuat keputusan untuk terus melakukan perawatan atau membiarkannya pergi."

Noraisah mengatakan para dokter dan perawat sudah berjuang dan merawat ibunya dengan baik. Karena dinyatakan bebas virus, keluarga diizinkan membawa jenazah pulang untuk upacara pemakaman.

"Kami khawatir jika kami tidak diizinkan melihat jenazah Mama untuk yang terakhir kalinya. Kami sangat berterima kasih. Kami senang kami bisa membawanya pulang dan melakukan prosesi pemakaman secara normal," kata Noraisah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura Longgarkan Lockdown, 6 Perubahan Vagina Setelah Menopause

Singapura Longgarkan Lockdown, 6 Perubahan Vagina Setelah Menopause

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 08:27 WIB

Tiga Pengguna KRL Positif Covid-19, Diduga Tanpa Gejala

Tiga Pengguna KRL Positif Covid-19, Diduga Tanpa Gejala

News | Senin, 04 Mei 2020 | 22:39 WIB

Langgar Aturan Lockdown, 7 Pemuda Nekat Nongkrong dan Mabuk di Taman

Langgar Aturan Lockdown, 7 Pemuda Nekat Nongkrong dan Mabuk di Taman

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 04:30 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB