Doa Rasulullah dan Zikir untuk Penderita Sakit Keras Termasuk Pasien Corona

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2020 | 08:19 WIB
Doa Rasulullah dan Zikir untuk Penderita Sakit Keras Termasuk Pasien Corona
Ilustrasi berdoa, shalat, ibadah. [Shutterstock]

Suara.com - Wabah corona Covid-19 masih terus melanda, termasuk menimpa warga Indonesia. Dari data terakhir hingga Rabu (6/5/2020) pagi ini saja, sudah belasan ribu orang yang positif terpapar di Indonesia, termasuk di dalamnya 9000-an pasien corona yang masih dirawat.

Mereka yang positif terpapar Covid-19 pun dianjurkan untuk mengikuti protokol medis terkait penanganan pasien corona. Sebagian bisa melakukan isolasi atau karantina mandiri, tapi sebagian juga harus menjalani perawatan ekstra dan intensif agar imunitas meningkat hingga dinyatakan sembuh.

Lalu, bagaimana panduan dalam Islam, terutama terkait doa dan zikir bagi pasien sakit berat seperti corona tersebut. Sebagaimana dikutip dari laman NU.or.id, berikut ini adalah lafal doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk penderita sakit berat. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Anas RA (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Badzlul Ma‘un fi Fadhlit Tha‘un, [Riyadh, Darul Ashimah] tanpa tahun, halaman 327-328):

Allhumma ahyin m knatil haytu khairan l, wa tawaffan m knatil waftu khairan l.

Artinya: "Ya Allah, hidupkan (sembuhkan) aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkan aku bila itu baik bagiku."

Pasien Covid-19 dalam penanganan dianjurkan untuk pasrah, tawakal, dan memahami bahwa musibah penyakit yang tengah menimpanya adalah ketentuan Allah yang tidak mungkin keliru. Sedangkan ketentuan-Nya yang ditujukan bukan untuk dirinya tidak akan mungkin meleset mengenainya. Jika diberikan kesembuhan, pasien Covid-19 dianjurkan bersyukur. Jika masih dalam perawatan, ia diharuskan bersabar (Al-Asqalani, tanpa tahun: 327).

Pasien juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, terutama istighfar dan tasbih. Berikut ini merupakan beberapa lafal alternatif yang dapat dibaca oleh pasien Covid-19.

1. Lafal istighfar Nabi Adam AS dan Siti Hawa

Rabban zhalamn anfusan. Wa illam taghfir lan wa tarhamn, lanaknanna minal khsirna.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi" (Surat Al-A‘raf ayat 23).

2. Lafal tasbih penyesalan Nabi Yunus AS

L ilha ill anta. Subhnaka inn kuntu minaz zhlimna.

Artinya: "Tiada tuhan selain Allah. Maha suci Engkau. Sungguh, aku dahulu termasuk orang yang berbuat aniaya" (Surat Al-Anbiya ayat 87).

3. Lafal istighfar yang diajarkan Rasulullah SAW

Allhumma inn zhalamtu nafs zhulman katsran (tercatat “kabran” pada sebagian riwayat), wa l yaghfirud dzunba ill anta, faghfir l maghfiratan min ‘indika, warhamn, innaka antal ghafrur rahmu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19,  Jabar Siapkan 54 Titik Pemakaman

Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19, Jabar Siapkan 54 Titik Pemakaman

Jabar | Selasa, 05 Mei 2020 | 16:07 WIB

Ditemukan! Pasien Corona Covid-19 Pertama di Eropa Berasal dari Prancis

Ditemukan! Pasien Corona Covid-19 Pertama di Eropa Berasal dari Prancis

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:01 WIB

Kejadian Langka! Ajudan Wagub Sumut Kembali Terinfeksi Corona usai Sembuh

Kejadian Langka! Ajudan Wagub Sumut Kembali Terinfeksi Corona usai Sembuh

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:59 WIB

Terkini

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB