Terlalu 'Keras' Menertibkan Warga, Ratusan Polisi India Malah Kena Corona

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2020 | 18:08 WIB
Terlalu 'Keras' Menertibkan Warga, Ratusan Polisi India Malah Kena Corona
Polisi India pakai helm corona (AFP).

Suara.com - Lebih dari 450 polisi India dinyatakan positif virus corona covid-19. Bahkan empat orang di antaranya meninggal.

Lembaga kepolisian India semakin was-was dengan temuan tersebut, mengingat mereka sering menggunakan terlalu keras menertibkan warga yang bandel untuk tetap di rumah dan karantina mandiri.

Seorang perwira senior di negara bagian Maharashtra mengatakan angka kasus positif corona pada petugas kepolisian meningkat hampir dua kali lipat pekan lalu.

"Lebih dari 450 orang dari kepolisian negara dinyatakan positif dan empat meninggal karena corona," kata petugas seperti dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2020).

Menteri Dalam Negeri negara bagian Maharashtra, Anil Deshmukh mengatakan pihaknya sedang meniapkan ruang kontrol khusus untuk menangani masalah kesehatan yang dihadapi oleh polisi.

Sementara itu di negara bagian Gujarat setidaknya ada 155 petugas kepolisian dan beberapa personel militer terinfeksi virus corona, menurut seorang pejabat senior.

Komisaris polisi kota utama di negara bagian itu, Ahmedabad mengatakan kepada Reuters sebanyak 95 anggota polisi dan militer telah dirawat di RS khusus Covid-19.

Enam perwira senior di enam negara bagian mengatakan ada puluhan polisi di wilayah hukum mereka yang mengajukan cuti sakit. Mereka khawatir akan terinfeksi.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India mengakui sudah mengetahui masalah ini dan sedang memantau situasi yang ada.

"Patroli dan kontrol massa di daerah terkena dampak Covid-19 menjadi lebih berbahaya daripada memerangi para penjahat," ujar Salunkhe, seorang polisi Mumbai.

Seorang pejabat senior di kementerian dalam negeri federal mengaku khawatir akan ada ribuan polisi yang terinfeksi dan menyebarkan virus itu ke keluarga mereka di perumahan polisi.

Setidaknya ada sekitar 3 juta polisi dikerahkan untuk memastikan 1,3 miliar orang di India tetap berada di rumah selama pandemi virus corona. Bahkan mereka tak segan memukuli warga yang ketahuan menaiki bus kota untuk ke desa dan mengabaikan aturan pembatasan sosial.

Polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan pekerja migran yang menggelar asi prots di negara bagian Gujarat, pekan ini. Mereka juga memukili ratusan orang yang sedang antre di toko-toko minuman keras di New Delhi.

Bulan lalu, tim medis harus 'memasang kembali' tanga seorang polisi yang terluka akibat diserang oleh sekelompok orang saat mencoba menegakkan aturan karantina di negara bagian utara Punjab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah

Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:58 WIB

India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini

India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:20 WIB

Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel

Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel

Otomotif | Jum'at, 24 April 2026 | 13:56 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix

Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 16:20 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:03 WIB

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB