Jam Kematian Trump Kini Catat 48 Ribu Warga AS Meninggal karena Corona

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 12 Mei 2020 | 22:36 WIB
Jam Kematian Trump Kini Catat 48 Ribu Warga AS Meninggal karena Corona
"Trump Death Clock" yang terpasang di pusat kota sudah mencapai 48.000.[AFP]

Suara.com - Pada Times Square New York, Amerik Serikat, terpasang satu papan yang menghitung angka kematian akibat covid-19 yang dinamakan Trump Death Clock.

Papan ini memiliki rumus tersendiri dalam menghitung jumlah korban akibat virus corona di Amerika Serikat.

Menyadur dari Newsweek, papan ini merupakan hasil ide dari pembuat film, Eugene Jarecki, dan menghadap National Debt Clock yang dibuat seukuran papan iklan sehingga bisa terbaca dengan jelas.

Jarecki mengatakan penghitungan dalam jam tersebut didasarkan pada rumus bahwa 60 persen dari kematiancpasien covid-19 AS, tidak akan terjadi seandainya pemerintah menetapkan pembatasan sosial seminggu lebih awal daripada yang terjadi pada 16 Maret.

Dalam laman Trump Death Clock, terdapat keterangan bahwa pada bulan Januari, pemerintahan Presiden Donald Trump telah diberitahu bahwa "Tindakan segera diperlukan untuk menghentikan penyebaran covid-19."

Dalam keterangan tersebut juga disebutkan bahwa Dr Anthony Fauci, yang merupakan anggota tim gugus tugas covid-19 Gedung Putih, mengatakan bahwa "Ada banyak tekanan balik terhadap nasihatnya."

"Presiden Trump menolak untuk bertindak sampai 16 Maret. Epidemiolog memperkirakan bahwa, seandainya langkah-langkah mitigasi dilaksanakan satu minggu sebelumnya, 60 persen kematian covid-19 di Amerika Serikat dapat dihindari." tulis keterangan tersebut.

Teori bahwa 60 persen kematian di AS dapat dihindari jika pembatasan diberlakukan seminggu sebelumnya, diuraikan dalam sebuah berita yang diberitakan The New York Times. Terori tersebut dikemukakan oleh ahli epidemiologi, Britta Jewell dan Nicholas Jewell.

Pihak Newsweek telah menghubungi Gedung Putih untuk memberikan komentar mengenai jam tersebut, namun hingga kini belum ada keterangan resmi.

baca juga

Jarecki, yang telah memenangkan penghargaan Peabody and Emmy Awards untuk film dokumenternya, menulis di Washington Post pekan lalu bahwa jam tersebut akan menjadi "pernyataan yang kuat" jika jamnya "dapat ditampilkan di papan iklan dan diproyeksikan ke bangunan kota dan di kota-kota kecil di sekitar AS."

"Ini sebagai penghormatan untuk mereka yang kehilangan nyawanya dan, dalam ingatan mereka, menuntut kepemimpinan yang lebih responsif dan bertanggung jawab," tambahnya dalam op-ed.

Hingga hari Selasa (12/05), jumlah korban yang tercatat pada 'Trump Death Clock' mencapai baca 48.825, dikutip dari webisite trumpdeathclock.com.

Sedangkan menurut data Worldometers pada Selasa (12/05), jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di AS mencapai 81.795 dengan kasus positif sebanyak 1,3 juta kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peduli Sesama, Program Berbagi Sembako Menjamur di Thailand

Peduli Sesama, Program Berbagi Sembako Menjamur di Thailand

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:31 WIB

Hits Health: Taruh Paket 72 Jam Cegah Covid-19, Ahli Ungkap Cara Berjemur

Hits Health: Taruh Paket 72 Jam Cegah Covid-19, Ahli Ungkap Cara Berjemur

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:09 WIB

Seorang Pejabat Australia Batuk saat Pertemuan, Auto Dites Covid-19

Seorang Pejabat Australia Batuk saat Pertemuan, Auto Dites Covid-19

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:11 WIB

Terkini

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:00 WIB

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:55 WIB

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB

Dibintangi Bradley Cooper, Film G.I. Joe Terbaru Siap Tayang Oktober 2028

Dibintangi Bradley Cooper, Film G.I. Joe Terbaru Siap Tayang Oktober 2028

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB

Siapa Oki Rengga? Dari Eks Kiper PSMS, Komika hingga Terseret Konflik dengan Suporter

Siapa Oki Rengga? Dari Eks Kiper PSMS, Komika hingga Terseret Konflik dengan Suporter

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 09:45 WIB

Shin Tae-yong Kritik Rumput JIS Meski Persija Bungkam Persebaya: Sangat Jelek

Shin Tae-yong Kritik Rumput JIS Meski Persija Bungkam Persebaya: Sangat Jelek

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Sulit Balik ke Rp17.000 pada 2027, Ini Sentimen yang Membayangi

Rupiah Sulit Balik ke Rp17.000 pada 2027, Ini Sentimen yang Membayangi

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 09:35 WIB

Investor Asal Inggris Mau Investasi di Kawasan Industri JIEP

Investor Asal Inggris Mau Investasi di Kawasan Industri JIEP

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 09:31 WIB

Ini Bahaya Menutup Lubang Hawa CVT Motor Matic yang Sering Diabaikan

Ini Bahaya Menutup Lubang Hawa CVT Motor Matic yang Sering Diabaikan

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 09:27 WIB

Pembatasan Truk Saat Nataru Bisa Picu Kelangkaan Barang dan Kenaikan Harga

Pembatasan Truk Saat Nataru Bisa Picu Kelangkaan Barang dan Kenaikan Harga

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 09:27 WIB

×