Abu Nawas Merayu Tuhan: Aku Tak Pantas di Surga Tapi Enggan Masuk Neraka

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Minggu, 17 Mei 2020 | 03:30 WIB
Abu Nawas Merayu Tuhan: Aku Tak Pantas di Surga Tapi Enggan Masuk Neraka
Ilustrasi tarian sufi (Farraways/Shutterstock)

Suara.com - Abu Nawas menjadi salah satu sosok populer dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai penyair yang cerdik sekaligus jenaka.

Semasa hidupnya Abu Nawas juga dekat dengan raja dan pemerintahan. Ia adalah seorang sufi yang sering memberikan pertuh penuh hikmah yang dipercaya oleh masyarakat.

Sebagai penyair terkenal di zaman Bani Abbasiyah, Abu Nawas yang memiliki nama asli Abu Ali Alhasan bin Hani Alhakimi telah mewariskan beragam karangan yang sampai sekarang dihayati umat muslim.

Dikutip dari harakah.id --jaringan Suara.com, Hilmy Firdausy mengatakan salah satu karangan terkenal Abu Nawas adalah syair Illahi Lastu.

Syair tersebut dianggap sebagai rayuan maut yang ditulis Abu Nawas kepada Tuhan sebagai tanda pertaubatannya.

Bukan tanpa sebab, beberapa ahli menyebutkan, dahulu selain dikenal sebagai pujangga besar, Abu Nawas juga memiliki sisi gelap yakni suka mabuk-mabukan dan main wanita.

Di akhir hayatnya, Abu Nawas kemudian disebut menulis syair Illahi Lastu, yang isinya berisi permohonan supaya Tuhan mengampuni dosa-dosanya.

Berikut bunyi syair Illahi Lastu.

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan. Wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi. Fa hablii taubatan waghfir zunuubii. Fa innaka ghaafirudzdzambil zhiimi. Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali. Fa hablii taubata' yaa dzaaljalaali. Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali.

baca juga

Artinya: Tuhanku, Aku tak layak menjadi penghuni Firdaus. Dan juga tak kuat menghadapi api Neraka Jahim. Maka terimalah taubat dan ampuni dosaku. Karena Engkau adalah Maha pengampun dosa. Dosaku bertebaran layaknya pasir. Terimalah taubatku wahai Dzat yang penuh keagungan. Tiap hari umurku terus berkurang. Sedangkan dosaku terus bertambah; bagaimana aku akan memikulnya?

Kekinian, syair Abu Nawa ini terus dibaca oleh umat Islam khsusnya di Indonesia. Bahkan di Pulau Jawa bagian timur, syair Abu Nawas dibacakan setelah selesai saat Jumat karena mengandung unsur makna yang dalam terkait ketidakberdayaan seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puji Didi Kempot, Penyair Adimas Immanuel: Penulis Lirik Jenius

Puji Didi Kempot, Penyair Adimas Immanuel: Penulis Lirik Jenius

Jogja | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:05 WIB

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:01 WIB

Sejarah Peradaban Islam dari Periode Klasik hingga Modern

Sejarah Peradaban Islam dari Periode Klasik hingga Modern

News | Kamis, 30 April 2020 | 15:57 WIB

10 Kerajaan Islam di Indonesia dan Sejarah Singkatnya

10 Kerajaan Islam di Indonesia dan Sejarah Singkatnya

News | Rabu, 29 April 2020 | 18:53 WIB

Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

News | Rabu, 29 April 2020 | 16:53 WIB

Terkini

Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah

Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Sudah 20 Tahun Tak Naik, Tarif Transjakarta hingga Transjabodetabek Disesuaikan per 1 Januari 2027

Sudah 20 Tahun Tak Naik, Tarif Transjakarta hingga Transjabodetabek Disesuaikan per 1 Januari 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Campursari Jadi Napas Cerita di Film Cidro Asmoro, Saat Persahabatan Diuji Popularitas

Campursari Jadi Napas Cerita di Film Cidro Asmoro, Saat Persahabatan Diuji Popularitas

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 16:34 WIB

Siapa Anggota DPR RI yang Semprot Kalapas Cibinong dan Dirjenpas? Ini Profil Yanuar Arif Wibowo

Siapa Anggota DPR RI yang Semprot Kalapas Cibinong dan Dirjenpas? Ini Profil Yanuar Arif Wibowo

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:33 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Bikin Harga Rokok Makin Murah, CISDI: Potensi Tambah 1,1 Juta Perokok Baru

Wacana Layer Baru Cukai Bikin Harga Rokok Makin Murah, CISDI: Potensi Tambah 1,1 Juta Perokok Baru

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:31 WIB

Kevin Diks Bikin Media Jerman Terkejut: Jadi Tembok Indonesia, Gladbach Justru Kebobolan

Kevin Diks Bikin Media Jerman Terkejut: Jadi Tembok Indonesia, Gladbach Justru Kebobolan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:31 WIB

Buku Akhlak Nabi Muhammad: Pelita Hati, Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini

Buku Akhlak Nabi Muhammad: Pelita Hati, Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:30 WIB

Skandal Korupsi MBG: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Segera Jalani Sidang

Skandal Korupsi MBG: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Segera Jalani Sidang

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:28 WIB

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:28 WIB

×