18 RW di Jakarta Kebanjiran, 165 Orang Terpaksa Mengungsi di Tengah Pandemi

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2020 | 12:31 WIB
18 RW di Jakarta Kebanjiran, 165 Orang Terpaksa Mengungsi di Tengah Pandemi
Warga Cipinang Melayu dievakuasi akibat banjir Jakarta pada Selasa (25/2/2020). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek membuat rumah warga di sejumlah wilayah Jakarta kebanjiran. Selain itu ratusan orang terpaksa harus diungsikan di tengah pandemi virus corona covid-19.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan hujan di Jabodetabek itu membuat dua kali meluap, yakni Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.

Selanjutnya ada juga air kiriman dari daerah lain seperti Depok dan Bogor. Akhirnya 18 RW di 8 kelurahan yang berada di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan terendam banjir pada Selasa (19/5/2020) pagi.

"Ketinggian air cukup bervariasi, mulai dari 10 hingga 200 sentimeter," ujar Insaf saat dihubungi, Selasa (19/5/2020).

Ia mengatakan Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 165 jiwa terpaksa diungsikan.

Lokasi pengungsian, kata Insyaf, berada di Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Bidara Cina masing-masing satu, serta dua lokasi di Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur.

"Total ada empat lokasi pengungsian yang menampung 50 KK dengan jumlah 165 jiwa," ujarnya.

Berikut rincian 18 RW yang tergenang:

  1. Kelurahan Kampung Melayu
    Jumlah RW terendam : 5 RW
    Ketinggian air : 10 s/d 180 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  2. Kelurahan Bidara Cina
    Jumlah RW terendam : 2 RW
    Ketinggian air : 50 s/d 180 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  3. Kelurahan Cawang
    Jumlah RW terendam : 6 RW
    Ketinggian air : 20 s/d 200 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  4. Kelurahan Kebon Manggis
    Jumlah RW terendam : 1 RW
    Ketinggian air : 20 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  5. Kelurahan Kebon Baru
    Jumlah RW terendam : 1 RW
    Ketinggian air : 50 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  6. Kelurahan Pengadegan
    Jumlah RW terendam : 1 RW
    Ketinggian air : 10 s/d 45 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  7. Kelurahan Rawajati
    Jumlah RW terendam : 1 RW
    Ketinggian air : 20 s/d 50 cm
    Penyebab : Luapan Kali Ciliwung
  8. Kelurahan Pondok Pinang
    Jumlah RW terendam : 1 RW
    Ketinggian air : 60 cm
    Penyebab : Luapan Kali Pesangrahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kini Giliran Gubernur Jateng Ajak Warga Berdamai dengan Covid-19

Kini Giliran Gubernur Jateng Ajak Warga Berdamai dengan Covid-19

Jawa Tengah | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:23 WIB

Anak Kembali ke Sekolah, Prancis Laporkan 70 Kasus Positif Corona

Anak Kembali ke Sekolah, Prancis Laporkan 70 Kasus Positif Corona

Health | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:19 WIB

Sejumlah Daerah di Jateng akan Ajukan PSBB Imbas Klaster Ijtimak Gowa

Sejumlah Daerah di Jateng akan Ajukan PSBB Imbas Klaster Ijtimak Gowa

Jawa Tengah | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:17 WIB

Upaya Facebook Cegah Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Upaya Facebook Cegah Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Tekno | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:14 WIB

PKS: Kasihan Presiden, Wacananya Jadi Bahan Olok-olok di Medsos

PKS: Kasihan Presiden, Wacananya Jadi Bahan Olok-olok di Medsos

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 12:10 WIB

Terkini

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:21 WIB

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:57 WIB

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:44 WIB