Pertama di Singapura, Hakim Vonis Hukuman Mati Via Zoom

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:35 WIB
Pertama di Singapura, Hakim Vonis Hukuman Mati Via Zoom
Ilustrasi hakim pengadilan. [shutterstock]

Suara.com - Ketika sebagian orang bertahan hidup dari serangan virus, ada sisi lain dunia yang berlaku sebaliknya. Di Singapura, hukuman mati tetap berjalan meskipun virus corona ditetapkan sebagai pandemi dunia.

Adalah Punithan Genasan, pria yang divonis hukuman mati oleh pengadilan di Singapura. Pria ini dihukum atas transaksi narkoba yang terjadi tahun 2011 lalu.

Menyadur BBC News, proses peradilan atas kasus ini berjalan secara virtual, sesuai dengan protokoler baru pasca virus corona menyebar.

Sebenarnya, sebagian besar pengadilan di Singapura sedang ditunda setidaknya hingga tanggal 1 Juni, tapi beberapa kasus yang dianggap penting tetap ditangani dari jarak jauh.

Untuk diketahui, Singapura memiliki kebijakan nol toleransi untuk obat-obatan terlarang. Pada 2013, 18 orang sudah dieksekusi karena narkoba dan menurut Amnesty International, angka ini adalah yang tertinggi setidaknya dalam dua dekade terakhir.

Ilustrasi pengadilan. (shutterstock)
Ilustrasi pengadilan. (shutterstock)

Pengacara Genasan, Peter Fernando, mengatakan kliennya sedang mempertimbangkan untuk banding. Sedangkan kelompok hak asasi manusia menganggap 'mengejar hukuman mati saat dunia dicengkeram pandemi adalah hal yang menjijikkan'.

Sementara itu, vonis hukuman mati via Zoom ini pertama kali terjadi di Singapura. Meskipun mendapat desakan dari berbagai kalangan, tapi Singapura tetap tak memiliki kata ampun untuk narkoba.

Sebelumnya, hal serupa juga terjadi di Nigeria, dimana Hakim Lagos Mojisola Dada menghukum mati Olalekan dalam panggilan konferensi video.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Juni, Pelancong Diizinkan Transit di Bandara Changi Singapura

Awal Juni, Pelancong Diizinkan Transit di Bandara Changi Singapura

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 21:10 WIB

Singapura Cabut Lockdown Dalam 3 Tahap Mulai 1 Juni 2020

Singapura Cabut Lockdown Dalam 3 Tahap Mulai 1 Juni 2020

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:06 WIB

Langgar Lockdown, Pencuri Pakaian Dalam Kelas Kakap Ini Akhirnya Tertangkap

Langgar Lockdown, Pencuri Pakaian Dalam Kelas Kakap Ini Akhirnya Tertangkap

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:09 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB