China Bayar Pelaku Bisnis Satwa Liar yang Bersedia Berhenti Secara Sukarela

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 20 Mei 2020 | 22:03 WIB
China Bayar Pelaku Bisnis Satwa Liar yang Bersedia Berhenti Secara Sukarela
Ilustrasi satwa liar - (Pixabay/Pascal-Laurent)

Suara.com - Pemerintah China akan memberikan kompensasi kepada para peternak jika mereka bersedia menghentikan penjualan satwa liat seperti ular, tikus, hingga musang.

Menyadur South China Morning Post, langkah ini diambil guna mengakhiri industri yang belakangan disorot sebagai penyebab munculnya wabah virus corona. Sekaligus membantu para pedagang satwa liar untuk menemukan bisnis baru.  

Otoritas berwenang di Provinsi Hunan pada Jumat (15/5), mengumumkan akan membayar siapapun yang secara sukarela menutup peternakan hewan liar, dan akan didukung untuk memelihara hewan lain yang lebih 'ramah'.

Hunan akan membayar 120 yuan (Rp248.327) untuk setiap satu kilogram ular, 75 yuan (Rp 155.242) untuk satu tikus bambu, dan 600 yuan (Rp 1.241.853) untuk landak atau musang.

Selain kompensasi, Hunan juga kab menyediakan subsidi tambahan dan pengadaan program pelatihan kerja bagi peternak satwa liar untuk dapat melanjutkan bisnis.

Pengembangbiakan satwa liar hanya diperbolehkan bagi penelitian atau pengobatan, itu pun harus memiliki lisensi dari pemerintah.

Peternak satwa liar di China akan dibayar jika bersedia beralih bisnis. (AFP)
Peternak satwa liar di China akan dibayar jika bersedia beralih bisnis. (AFP)

Senada dengan Hunan, sejumlah kota seperti Ganzhou dan Dongyuan juga menyediakan beragam insentif bagi mereka yang bersedia berhenti dari bisnis satwa liar.

Pemerintah Kota Dongyuan berjanji akan mengucurkan dana 2 juta yuan atau setara dengan Rp 4,1 miliar untuk membeli tikus bambu dan ular dari para peternak.

Sedangkan Ganzhou akan menyediakan pinjaman dan harga sewa lahan yang terjangkau bagi peternak satwa liar yang bersedia beralih profesi.

baca juga

Bisnis satwa liar merupakan salah satu bisnis yang cukup besar di China. Berdasarkan laporan Akademi Teknik China tahun 2017, menyebutkan bisnis ini bernilai 520 miliar yuan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 14 juta orang. 

Semenjak wabah virus corona, pemerintah pusat China telah memberlakukan larangan perdagangan dan konsumsi satwa liar yang berlaku mulai Februari lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Menolak Disalahkan Terkait Pandemi Corona

China Menolak Disalahkan Terkait Pandemi Corona

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 14:20 WIB

Orang Kesepian saat Pandemi, Marak Penipuan Jual Beli Anjing di Australia

Orang Kesepian saat Pandemi, Marak Penipuan Jual Beli Anjing di Australia

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 14:23 WIB

Perbudakan di Kapal China, WNI: Teman Saya Mati Disimpan di Pendingin Ikan

Perbudakan di Kapal China, WNI: Teman Saya Mati Disimpan di Pendingin Ikan

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 13:27 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×