Pandemi Covid-19 Hancurkan Industri Surat Kabar Uganda, Beralih Ke Online

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 20 Mei 2020 | 22:04 WIB
Pandemi Covid-19 Hancurkan Industri Surat Kabar Uganda, Beralih Ke Online
Ilustrasi surat kabar (Shutterstock).

Suara.com - Seperti di sebagian besar dunia, pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada industri surat kabar. Tidak terkecuali di negara Afrika Timur yakni Uganda.

Menyadur Andalou Agency (AA), penurunan tajam dalam pendapatan iklan, masalah sirkulasi di tengah lockdown, dan konsumen membelanjakan uangnya untuk keperluan lain membuat kesengsaraan bagi jurnalisme cetak.

"Ketika orang-orang diminta untuk tinggal di rumah untuk membendung penyebaran virus, mereka secara sepihak memutuskan untuk tidak membiarkan vendor mengirimkan koran di depan pintu mereka," kata Aisha Nabukeera, editor berita di surat kabar online Agenda Komunitas dikutip dari AA.

Meskipun pemerintah telah meningkatkan pengeluaran untuk kampanye kesehatan masyarakat, sektor-sektor lain tidak mengeluarkan uang untuk iklan. Hal tersebut menyebabkan runtuhnya sirkulasi keuangan surat kabar.

"Sebagian besar pembaca mandiri, semua sekolah, toko, restoran, pasar, dan bisnis lainnya tutup, tidak banyak orang membeli koran," tambah Nabukeera.

Dua surat kabar terkemuka Uganda, New Vision dan Daily Monitor baru-baru ini membuat e-paper yang dapat diakses secara online tanpa biaya untuk sementara.

Dampak dari tidak adanya orang yang membeli koran adalah pemotongan gaji dan tunjangan karyawan. Banyak jurnalis diminta cuti dan juga banyak yang kehilangan pekerjaannya.

Surat kabar berbahasa Inggris, New Vision telah mengumumkan pemotongan gaji hingga 60% untuk beberapa karyawan. Pesaingnya Daily Monitor juga telah mengumumkan pengurangan gaji hingga 35%.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit dan kami memahami dampaknya bagi Anda dan keluarga. Namun, yakinlah bahwa kami telah mempertimbangkan beberapa alternatif lain, dan keputusan yang diambil adalah pilihan yang berkelanjutan dalam situasi saat ini," jelas sebuah memo internal yang diedarkan oleh manajemen Daily Monitor untuk karyawannya.

baca juga

Umar Weswala, redaktur pelaksana Agenda Komunitas mengakui bahwa media cetaknya tidak dapat membayar stafnya secara utuh akibat tidak adanya pemasukan selama pandemi.

Muhammad Kibuuka, seorang ekonom di Universitas Internasional Kampala menjelaskan pada Anadolu Agency, bahwa masa lockdown yang lebih lama akan berakibat pada pemotongan gaji lebih lanjut.

"Meskipun mengakhiri lockdown mungkin berarti membiarkan virus menyebar seperti api, tetapi manusia tidak bisa eksis tanpa bekerja secara produktif, harus ada keseimbangan antara keduanya," jelasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Longgarkan Lockdown, Spanyol Wajibkan Warga Pakai Masker

Longgarkan Lockdown, Spanyol Wajibkan Warga Pakai Masker

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:55 WIB

Unicef: Lockdown Sembarangan Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Anak

Unicef: Lockdown Sembarangan Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Anak

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 09:37 WIB

Uganda Longgarkan Lockdown, Masyarakat Dapat Masker Gratis

Uganda Longgarkan Lockdown, Masyarakat Dapat Masker Gratis

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 20:16 WIB

Terkini

Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan

Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Menjemput Surya, Menyalakan Desa: Orkestrasi Raksasa Transisi Energi Era Prabowo

Menjemput Surya, Menyalakan Desa: Orkestrasi Raksasa Transisi Energi Era Prabowo

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Tren Makeup Korea: Bibir Glossy dan Complexion Glowing Masih Jadi Andalan

Tren Makeup Korea: Bibir Glossy dan Complexion Glowing Masih Jadi Andalan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat

Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:20 WIB

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:05 WIB

×