Di Amerika, Keputusan Pakai Masker Hingga Jaga Jarak Tergantung Parpol

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 20 Mei 2020 | 22:50 WIB
Di Amerika, Keputusan Pakai Masker Hingga Jaga Jarak Tergantung Parpol
Presiden Donald Trump. (BBC)

Dalam sebuah survei yang dirilis 12 Mei, hanya 43 persen warga AS yang mengidentifikasi dirinya sebagai pemilih Partai Republik menganggap Covid-19 sebagai ancaman kesehatan besar bagi masyarakat.

Sementara itu 82% pendukung Partai Demokrat memandangnya sebagai ancaman kesehatan serius. Jajak pendapat lain menunjukkan pendukung Partai Republik lebih mungkin tidak memakai masker saat berada di tempat umum ketimbang pendukung Partai Demokrat, 56% versus 74%.

Kepercayaan publik dipengaruhi partai pilihannya

Pengetahuan publik soal fakta-fakta tentang virus corona juga dipengaruhi oleh partai politik dukungannya.

Pernyataan-pernyataan yang salah atau menyesatkan soal virus corona yang dilontarkan tokoh politik mengakibatkan tingginya level keacuhan soal Covid-19 di AS, Inggris, Jerman, dan Spanyol, berdasarkan hasil analisis Reuters Institute of Journalism yang berbasis di Universitas Oxford.

"Riset kami menunjukkan di negara-negara itu, warga sayap kanan tidak tahu banyak soal virus corona," kata Rasmus Kleis Nielsen, salah satu peneliti. "Ini adalah warga yang sama pintarnya, tapi mereka percaya pada politisi yang telah menggaungkan narasi yang salah tentang virus corona."

Efek Bolsonaro

Presiden Brazil Jair Bolsonaro secara terang-terangan mengacuhkan saran kesehatan guna mencegah terjangkit Covid-19, yang disebutnya sebagai "flu biasa" pada akhir Maret.

Brazil memiliki jumlah kasus positif virus corona terbesar ketiga di dunia, menurut data yang dihimpun oleh Universitas Johns Hopkins.

baca juga

Bolsonaro masih dekat-dekat dengan pendukungnya di tempat umum, bahkan berpartisipasi dalam sebuah kampanye nasional yang digelar pada 15 Maret.

Periset dari AS dan Italia meneliti jumlah kasus virus corona di Brazil bulan itu dan menemukan jumlah infeksi baru lebih tinggi 20 persen di kota-kota dengan jumlah pendukung Bolsonaro yang besar. Ini termasuk Sao Paulo, kota terbesar di Brazil dan Amerika Selatan. Angka kematian resmi di Sao Paulo- 4.688- lebih tinggi dari angka kematian resmi di China.

"Kami menyimpulkan perilaku Bolsonaro mempercepat penyebaran Covid-19 di Brazil," kata riset tersebut. "Percepatan penyebaran ini bukan hanya karena adanya perkumpulan manusia ketika kampanye, namun juga adanya perubahan perilaku di antara pendukung Bolsonaro yang tidak lagi mengindahkan aturan jaga jarak sosial."

Anthony Pereira, direktur Brazil Institute di King's College London, mengatakan ia tidak terkejut dengan perbedaan perilaku tersebut.

"Respon awal beberapa pendukung Bolsonaro yang terkenal adalah dengan menyebut virus itu sebagai 'hoax'," kata Pereira.

"Jadi ketika presiden menentang saran ilmiah dan medis tentang virus corona, para pendukungnya mendukung argumennya karena mereka tidak mendapatkan informasi dari sumber lain."

Masa-masa suram

Inggris menerapkan lockdown selama tujuh minggu dari Maret sampai Mei. Ada beberapa warga yang protes, tapi dibandingkan negara-negara lain, jumlahnya tidak banyak.

Pada 10 Mei, pemerintah, yang dipimpin Partai Konservatif, mengumumkan pelonggaran beberapa aturan lockdown di Inggris dan respon masyarakat atas pengumuman itu rupanya terbagi, tergantung afiliasi politiknya.

Menurut jajak pendapat YouGov, 61 persen pendukung Konservatif sepakat dengan perubahan tersebut, sementara hanya 32 persen pendukung partai oposisi, Partai Buruh, yang sepakat.

Jika bicara soal sikap seputar protokol kesehatan, mayoritas pendukung dari kedua partai rupanya berpandangan serupa. Sebagian besar pendukung partai Konservatif dan Buruh mendukung langkah-langkah jaga jarak sosial, seperti bekerja dari rumah, menutup sekolah, dan melarang acara-acara besar.

Tim Bale, guru besar politik di Universitas Queen Mary di London, menjelaskan paradoks ini.

"Sikap mereka terhadap saran-saran yang diberikan oleh para ahli tidak ada hubungannya dengan aliansi politik mereka, kiri atau kanan, tapi lebih dipengaruhi oleh populisme, yang dapat ditemukan di keduanya," katanya. "Populis biasanya lebih mempertimbangkan 'akal sehat' daripada pandangan ahli yang 'elit'."

Gender lebih berperan ketimbang politik?

Gender mungkin lebih berpengaruh ketimbang politik, menurut beberapa survei.

Perempuan pendukung Partai Republik di AS lebih mungkin menerapkan social distancing ketimbang pria Republik.

Periset psikologi mewawancarai warga Inggris berusia 19 -24 tahun saat lockdown, dan mendapati lebih dari 50 persen responden pria melanggar aturan berkumpul untuk bertemu dengan teman-temannya. Sementara itu kurang dari 30 persen responden perempuan melakukan hal serupa.

"Pria, secara umum, lebih bersedia ambil risiko," kata Liat Levita, seorang psikolog dari Universitas Sheffield, yang melakukan studi tersebut. "Tapi perbedaannya sangat mencolok jika melihat bagaimana pria muda dewasa lebih melanggar aturan itu ketimbang perempuan."

Saat politik justru salah

Di Jerman, partai sayap kanan AfD mendukung protes anti restriksi karena virus corona.

Jajak pendapat menunjukkan kepopuleran AfD di Jerman merosot ke level terendah sejak 2017.

Sementara itu, partai oposisi terbesar di Korea Selatan, United Future Price, mengkritik penanganan Covid-19 oleh pemerintah, termasuk keengganan mereka melarang warga China masuk ke negara itu pada masa awal pandemi. Mereka sepertinya akan menang dalam pemilu parlemen pada 15 April.

Tapi di hari pemilu, Korea Selatan justru dipuji dunia atas langkah-langkahnya dalam mengurangi penyebaran virus corona. Pada akhirnya, Partai Demokrat pimpinan Presiden Moon Jae-in menang telak dan kini menjadi suara mayoritas di parlemen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris, Pekerja di Batam Ingin Berikan Bayi yang Dikandungnya ke Orang Lain

Miris, Pekerja di Batam Ingin Berikan Bayi yang Dikandungnya ke Orang Lain

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 22:32 WIB

China Bayar Pelaku Bisnis Satwa Liar yang Bersedia Berhenti Secara Sukarela

China Bayar Pelaku Bisnis Satwa Liar yang Bersedia Berhenti Secara Sukarela

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 22:03 WIB

Pandemi Covid-19 Hancurkan Industri Surat Kabar Uganda, Beralih Ke Online

Pandemi Covid-19 Hancurkan Industri Surat Kabar Uganda, Beralih Ke Online

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 22:04 WIB

Terkini

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

×